April 03, 2017

Penyebab Utama Pengguna Baru Tidak Betah Menggunakan Linux

Tags
Saat proses migrasi dari Windows menuju Linux memang akan sangat sulit. Terlebih jika Anda memang sudah jatuh hati kepada Windows. Saya juga begitu, namun jika ada kemauan saya yakin pasti ada jalan.

Mengambil langkah migrasi ke Linux merupakan keputusan yang sangat hebat, karena jika sebelumnya menggunakan sistem operasi dan software bajakan, itu berarti Anda sudah mengurangi angka pembajakan di Indonesia.

Masalah tidak betah menggunakan Linux ini pasti dialami oleh hampir semua orang yang melakukan migrasi. Karena jika dilihat, penyebab utamanya ya juga hampir sama.

Alasan Tidak Betah Menggunakan Linux

Jika dilihat, sistem operasi Linux dengan Windows memang berbeda. Pengguna baru akan sedikit kaku saat menggunakan Linux dan cenderung ingin kembali ke Windows lagi.

Kenapa? Kenapa? Mungkin penyebab utama seseorang tidak betah menggunakan Linux karena beberapa hal dibawah ini.

penyebab tidak betah menggunakan linux

1. Ketergantungan Software
Ketika menggunakan Windows, kita akan disuguhkan dengan beragam software yang keren-keren dan yang pasti tidak gratis. Namun di internet sudah banyak yang menyediakannya secara gratis dengan menyertakan software aktivasinya.

Mungkin ketika baru saja pindah ke Linux kaget, loh kok aplikasinya tidak seperti Windows? Kok aplikasinya cuma sedikit? Kok tidak ada Photoshop? Kok tidak ada Corel Draw? Kok tidak ada Microsoft Office? dan lain-lain.

Nah ini, ini salah satu penyebab seseorang tidak betah dengan Linux saat baru migrasi. Karena sudah bergantung pada software tertentu jadi terasa tidak nyaman ketika tidak menggunakan software tersebut.

Sebagai contoh, saya suka menggunakan Photoshop setiap hari, ketika saya menggunakan Linux maka saya tidak menggunakan Photoshop lagi. Ini memang akan terasa sulit, namun lama kelamaan akan terbiasa untuk tidak menggunakan software yang biasa digunakan.

Jangan khawatir tidak menemukan aplikasi serupa dengan apa yang Anda gunakan di Windows. Linux juga punya aplikasi yang mirip Photoshop kok, yaitu Gimp. Jadi jika Anda merasa aneh ketika tidak menggunakan software yang biasa Anda gunakan, cari saja alternatifnya di Software Center.

Pokoknya, setiap aplikasi Windows pasti ada alternatifnya di Linux. Tenang saja.

2. Sudah Nyaman
Ya, sistem operasi Windows memang sangat nyaman jika digunakan. Selain interfacenya yang mudah dipahami, software pendukung yang disediakan juga banyak sekali. Jadi sudah pasti para pengguna Windows akan merasa nyaman.

Namun, ketika menggunakan Windows bajakan apakah masih terasa nyaman? Ya, saya sudah tahu jawabannya Masih Nyaman. Entah kenapa kok merasa nyaman walaupun menggunakan OS dan Software yang serba bajakan. Saya sendiri juga begitu kok (dulu). Bangga menggunakan software bajakan dan tidak merasa bersalah.

Namun sekarang saya sudah sadar, kalau kita sendiri aja pengen dihargai, maka tentu harus menghargai orang lain terlebih dahulu dong, termasuk karya-karya yang diciptakannya,

Coba misalnya, Anda membuat sebuah aplikasi Android dan Anda jual di PlayStore dengan harga yang sedikit mahal karena kegunaan dan fiturnya sangat lengkap, lalu ada seseorang yang menyebarkan Aplikasi Anda tersebut secara GRATIS di Internet, apa yang Anda rasakan?

Mungkin jika seseorang sudah terlanjur nyaman dengan apa yang digunakannya, ketika diajak ke sesuatu yang lain akan sulit. Termasuk migrasi ini, mungkin jika Anda mengajak teman Anda untuk migrasi (teman Anda sudah nyaman dengan Windows) kemungkinan besar jawabannya "Ah ogah, sudah nyaman dengan Windows".

Ya, saya kira alasan kuat seseorang tidak betah dengan Linux hanya itu saja. Kedua alasan diatas berdasarkan apa yang saya rasakan pribadi.

Semoga dengan penjelasan yang singkat ini bisa menambah wawasan Anda semuanya. Dan semoga artikel ini bermanfaat.
Terima kasih.

Silahkan berkomentar
EmoticonEmoticon