Materi Puisi: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, Unsur dan Contoh Puisi

Diposting pada

Materi Puisi: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, Unsur dan Contoh Puisi – Puisi adalah sebuah karya sastra berwujud tulisan yang didalamnya terkandung irama, rima, ritma dan lirik dalam setiap baitnya. Selain unsur diatas puisi juga memiki makna dan dapat mengungkapkan perasaan dari sang penyair yang dikemas dalam bahasa imajinatif dan disusun menggunakan struktur bahasa yang padat penuh makna. Puisi merupakan karya seni berupa tulisan yang menggunakan kualitas estetika (keindahan bahasa) sehingga berfokus pada bunyi, irama, dan penggunaan diksi.

Tanpa kita sadari, materi tentang puisi sudah diajarkan pada kita bahkan sejak kita berada di jenjang sekolah dasar. Hingga saat ini puisi menjadi salah satu materi bahasa indonesia yang wajib dikuasai oleh siswa. Untuk menemukan pengertian puisi, jenis puisi dan unsurnya tidaklah terlalu sulit. Pada buku pembelajaran bahasa indonesia pun kita bisa menemukan materi lengkapnya.

Berdasarkan jenisnya puisi dapat dibagi menjadi dua jenis yakni puisi baru dan pusi lama. Masing masing jenis puisi tersebut tentunya juga memiliki ciri-ciri dan struktur yang berbeda pula antara puisi baru dan puisi lama. Pada artikel kali ini materi belajar akan memberikan materi tentang pengertian puisi, ciri-ciri, struktur, jenis, unsur, dan contoh puisi baik puisi baru maupun puisi lama.

Materi Puisi: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, Unsur dan Contoh Puisi

Arus perkembangan jaman yang tidak bisa dibendung memang memberikan kita segudang keuntungan. Berkat internet kita bisa mengakses berbagai informasi dengan cepat tanpa harus membuka buku. Misalnya saja materi puisi yang sedang kita bahas saat ini. Berbagai informasi terkait pengertian puisi, unsur unsur puisi hingga jenis puisi sekalipun bisa kita temukan dengan mudahnya.

materi puisi (pengertian, jenis, ciri, dan contoh puisi)
materi puisi (pengertian, jenis, ciri, dan contoh puisi)

Namun baik mencari sumber di internet atau lewat buku semuanya sama sama baik. Dengan catatan sumber materi tersebut bisa dipertanggung jawabkan validitasnya. Nah, untuk mengatasi kebingungan kalian tentang materi puisi maka saya telah merangkumnya dari buku pelajaran. Adapun materi yang akan kita pelajari antara lain adalah:

  1. Pengertian puisi menurut para ahli.
  2. Unsur unsur puisi lengkap.
  3. Jenis puisi (puisi lama dan puisi baru).
  4. Ciri ciri puisi lama dan puisi baru.
  5. Analisis contoh puisi singkat.

Dengan membaca materi ini diharapkan kita bisa menambah pengetahuan tentang karya sastra yang satu ini. Langsung saja kita menuju pembahasan pertama yakni pengertian puisi secara umum dan menurut para ahli.

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

Mayoritas orang mendeskripsikan puisi sebagai karya tulis yang mengandung makna kiasan dan disampaikan dengan rangkaian kata atau kalimat yang indah. Namun apa pengertian puisi yang sebenarnya? Para ahli memiliki pendapat yang berbeda dalam menilai sebuah puisi. Ada yang menganggapnya sebagai mahakarya dan ada pula yang menggap puisi sebagai karya sastra indah.

Sumardi mengatakan bahwa puisi merupakan karya sastra dengan bahasa yang dipersingkat, dipadatkan bahasanya dan diberi irama sesuai bunyi yang padu dengan pemilihan kata kiasan yang bersifat imajinatif.

baca juga: 24 Contoh Puisi Pendidikan Singkat, Terbaik dan Terbaru

Berbeda dengan herman waluyo yang menyebut bahwa pengertian puisi merupakan karya sastra tertulis yang paling awal ditulis manusia dalam sejarah.

Sedangkan menurut Thomas Carlye “Pengertian puisi adalah ungkapan pikiran yang disampaikn secara musikalisasi”.

Berdasarkan pengertian puisi menurut para ahli di atas dapat kita simpulkan bahwa pengertian puisi secara umum adalah sebuah karya sastra yang mengandung unsur irama, ritma, diksi, dan lirik. Puisi juga menggunakan kata kiasan dalam setiap baitnya untuk menciptakan estetika bahasa yang padu.

Unsur puisi

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan unsur puisi? apakah ini seperti unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik? tentu saja berbeda. Unsur pada puisi tidak sama dengan unsur pada sebuah teks. Meskipun keduanya sama sama sebuah karya tulis namun unsurnya berbeda. Pada umumnya unsur puisi dapat dibagi berdasarkan strukturnya menjadi dua jenis yakni struktur fisik dan struktur batin.

Struktur puisi secara fisik

Tipografi: Tipografi merupakan bentuk puisi yang dipenuhi dengan kata, tepi kiri kanan, dan tidak memiliki pengaturan baris hingga pada baris puisi yang tidak selalu diawali huruf besar (kapital) dan diakhiri dengan tanda titik. Namun hal semacam ini dapat menentukan pemaknaan dari suatu puisi.

Diksi: Diksi adalah pemilihat kata yang digunakan oleh sang penyair didalam puisinya. Karena puisi bersifat memiliki bahasa yang padat maka pemilihan kata yang sesuai dan mengandung makna harus dilakukan. Pemiilihan kata dilakukan dengan mempertimbangkan irama, nada, dan estetika (keindahan bahasa).

Imaji: Imaji atau yang lebih kerap disebut denganimajinasi merupakan unsur yang melibatkan penggunaan indra manusia, seperti imaji penglihatan, imaji suara dan lain sebagainya. Penggunaan imaji bertujuan agar pembaca maupun pendengar dapat berimajinasi atau membayangkan bahkan merasakan apa yang dirasakan oleh penyair.

Kata Konkret: kata konkret adalah kata yang memungkinkan terjadinya imaji, Kata konkret seperti permata senja dapat berati pantai atau tempat yang sesuai untuk melihat datangnya senja. Kata konkret bersifat imajinatif sehingga memunculkan imaji.

Baca juga: 8 Puisi Ibu Sedih, Mengharukan, dan Ungkapan Sayang Untuk Ibu

Gaya Bahasa: Gaya bahasa merupakan penggunaan bahasa yang bersifat seolah olah menghidupkan  dan menimbulkan makna konotasi dengan menggunakan bahasa figuratif. Umumnya gaya bahasa yang digunakan pada puisi berbentuk majas seperti majas metafora, simile, anafora, paradoks dan lain sebagainya.

Irama/Rima: Irama atau rima adalah persamaan bunyi di awal, tengah maupun akhir puisi.

Struktur puisi secara batin

Tema: Tema merupakan unsur utama pada puisi karena tema berkaitan erat dengan makna yang dihasilkan dari suatu puisi. Tanpa tema yang jelas tentunya akan menghasilkan puisi yang tidak jelas maknanya.

Nada: Nada berkaitan dengan sikap penyair terhadap pembacanya. Umumnya nada yang digunakan akan bervariasi seperti nada sombong, nada tinggi, nada rendah dan lain sebagainya.

Amanat: Amanat merupakan pesan yang terkandung didalam sebuah puisi. Amanat dapat ditemukan dengan memaknai puisi tersebut secara langsung.

Jenis puisi

Kita telah mempelajari pengertian serta unsur puisi secara jelas. Namun kita juga perlu mengetahui jenis jenis puisi agar ketika membaca kita bisa membedakannya. Nah, secara garis besar puisi hanya dibagi menjadi dua jenis yakni puisi lama dan puisi baru. masing masing memiliki pengertian, struktur, dan contoh puisi yang berbeda beda. Maka dari itu kita akan membagi serta mengulangi kembali pembahasan kali ini menjadi dua sub kategori. 

Puisi baru

Pengertian Puisi Baru adalah jenis puisi yang tidak lagi terikat oleh aturan yang memiliki bentuk lebih bebas dari puisi lama dalam segala hal seperti rima, baris, bait, diksi dan sebagainya. Bisa dibilang puisi baru adalah wujud dari karya sastra modern yang sudah lebih fleksibel dan bebas dibuat tanpa memperhatikan kaidah kebahasaan puisi pada umumnya.

Setiap jenis puisi tentunya memiliki ciri ciri dan struktur yang berbeda. Demikian juga dengan puisi baru yang sedang kita bahas. Berkat kemudahan mengakses informasi lewat internet kita bisa membaca berbagai contoh puisi baru tersebut. Dari contoh ini kita bisa membandingkannya dengan puisi lama dan menarik kesimpulan. Ciri ciri puisi baru antara lain adalah:

  1. Bersifat simetris atau memiliki bentuk rapih.
  2. Memiliki sajak yang teratur.
  3. Lebih menggunakan sajak syair, atau pola pantun.
  4. Umumnya berbentuk empat seuntai.
  5. Terdiri dari kesatuan sintaksis (gatra).
  6. Disetiap gatara terdiri dari 4 sampai 5 suku kata.

Tidak berhenti sampai disini saja ternyata puisi baru dapat dibagi berdasarkan kategorinya. kategori tersebut mengatur bentuk dan isi yang terkandung dalam puisi baru yang antara lain adalah

Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya

  • Balada: adalah puisi yang berisi tentang sebuah cerita atau kisah.
  • Himne: adalah puisi pujian atau pujuaan yang ditujukan kepada Tuhan, Negara, atau sesuatu yang dianggap begitu penting dan sakral.
  • Romansa: adalah puisi yang mengungkapkan perasaan yang umunya menimbulkan efek romantisme.
  • Ode: adalah puisi yang bersifat memberikan sanjungan kepada orang yang sangat berjasa. Umumnya ode diberikan kepada orang tua, pahlawan, dan orang orang besar.
  • Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan atau ajaran hidup. Epigram berarti unsur pengajaran; didaktik; nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada teladan.
  • Elegi: adalah puisi yang mengungkapkan kesedihan atau tangisan berupa ratapan diri sendiri, atau meratapi suatu peristiwa.
  • Satire: adalah puisi yang didalamnya mengandung unsur sindiran atau kritikan terhadap seseorang atau sesuatu.

Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya

  • Distikon: adalah puisi dimana hanya terdapat dua baris saja pada setiap baitnya atau sering disebut puisi dua seuntai.
  • Terzina: adalah puisi yang memiliki tiga baris dalam setiap baitnya atau disebut puisi tiga seuntai.
  • Kuatrain: adalah puisi dimana terdapat empat baris kalimat disetiap baitnya atau disebut dengan puisi empat seuntai.
  • Kuint: adalah puisi yang memiliki lima baris kalimat dalam setiap baitnya atau di sebut puisi lima seuntai.
  • Sektet: adalah puisi yang memiliki enam baris kalimat di setiap baitnya atau dsebut puisi enam seuntai.
  • Septime: adalah puisi yang memiliki tujuh baris kalimat di setiap baitnya atau disebut dengan puisi tujuh seuntai.
  • Oktaf: adalah puisi yang memiliki delapan baris kalimat di setiap baitnya atau disebut dengan puisi delapan seuntai.
  • Soneta: Soneta merupakan puisi paling terkenal di kalangan penyair karena terkesan susah untuk diciptakan dan merupakan sebuah tantangan bagi seorang penyair. Soneta sendiri erupakan jenis buisi baru yang memiliki empat belas baris kalimat yang terbagi menjadi empat bait dimana dua bait pertama mengandung empat baris dan dua baris terakhir mengandung tiga baris.

Itulah materi puisi baru yang menurut saya sangatlah luas. Perlu beberapa waktu untuk memahami serta menghafalkan pengertian puisi, ciri ciri, dan struktur puisi baru tersebut. Tidak perlu terburu buru karena masih ada satu lagi jenis puisi yang akan kita pelajari. Kita akan melangkah menuju pembahasan selanjutnya yakni tentang puisi lama.

Puisi lama

Taukah anda apa itu puisi lama? Ya pasti anda sudah mengetahuinya. Jika puisi baru adalah karya sastra yang tidak terikat oleh aturan dan kaidah kebahasaan maka puisi lama sebaliknya. Pengertian puisi lama adalah jenis puisi yang masih terikat erat dengan kaidah dan aturan-aturan penulisan yang berlaku seperti:

  • Jumlah kata yang terdapat pada satu baris.
  • Jumlah baris kalimat yang terdapat dalam satu bait.
  • Sajak atau rima.
  • Banyaknya suku kata.
  • Penggunaan irama.

Sama seperti jenis puisi sebelumnya, tentunya puisi lama memiliki karakteristik khusus yang berbeda. Karakteristik inilah yang selanjutnya kita pakai untuk mengidentifikasi dan membedakan antara puisi lama dan baru. Singkatnya, puisi lama memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Tidak diketahui siapakah nama pengarang dari puisi tersebut.
  2. Merupakan sastra lisan karena disampaikan dan diajarkan dari mulut ke mulut.
  3. Sangat terikat dengan kaidah dan aturan-aturan yang masih berlaku seperti gaya bahasa, diksi, rima, intonasi dan sebagainya.

Terdapat beberapa jenis puisi lama yang wajib kita ketahui keberadaanya. Dalam konteks sehari hari jenis puisi lama tersebut bahkan sering kali kita jumpai. Hanya saja kita tidak sadar akan bentuk dari puisi lama tersebut. Langsung saja kita simak beberapa bentuk puisi lama beserta dengan pengertiannya di bawah ini:

  1. Mantra: adalah ucapan yang dianggap sakral dan memiliki kekuatan gaib, umumnya antra digunakan dalam upacara tertentu seperti mantra yang digunakan untuk menolak datangnya hujan dan sebaliknya.
  2. Pantun: adalah jenis puisi lama yang masih bertahan sampai sekarang ini. puisi ini memiliki sajak a-a-a-a atau a-b-a-b yang setiap baitnya terdiri dari empat atau delapan baris. Pantun dapat bedakan berdasarkan temanya yakni: pantun jenaka, Pantun anak, Pantun kehidupan dan sebagainya. 
  3. Talibun: adalah pantun yang memiliki jumlah baris yang selalu genap dalam setiap baitnya. biasanya terdiri dari enam, delapan, sepuluh baris maupun kelipatan dua lainnya.
  4. Syair: adalah puisi atau karya sastra dari arab yang memiliki sajak a-a-a-a. Biasanya syair menceritakan sebuah kisah dan didalamnya akan terkadung amanat.
  5. Karmina: adalah pantun yang sangat pendek atau biasa disebut dengan pantun kilat.
  6. Gurindam: adalah puisi yang hanya terdapat dua baris kalimat saja dalam setiap baitnya. memiliki sajak a-a-a-a dan memiliki nasehat atau amanat.

Masih banyak lagi informasi terkait puisi baru dan puisi lama yang bisa kita gali. Untuk mendapatkan informasi secara lengkap kita harus lebih rajin membaca buku. Mengapa demikian? karena dalam buku pelajaranlah kita bisa menemukan berbagai pengertian, unsur, jenis puisi, dan contoh puisi singkat secara lengkap.

Contoh puisi singkat

Setelah kita membaca materi puisi lengkap diatas yang terdiri dari puisi lama dan puisi baru tibalah saatnya menguji pengetahuan kita. Cobalah membaca karya sastra dibawah dan tentukan jenis puisi tersebut apakah tergolong kategori lama ataukah kategori baru.

kau yang telah ada di hatiku.
yang selalu bisa membuatku merasaka. 
indahnya cinta yang telah tercipta.

kini telah kurasakan betapa ku mencintai mu.
selalu menyayangi mu dan mengasihimu.
mendambakan datangnya dirimu.

Baca juga: 24 Contoh Puisi Berantai Lucu Singkat Terbaru

indahnya cinta yang kau beri.
membuatku tak merasa sepi.
kau yang selalu hadir dalam hariku tuk..
mencintaiku.

nikmatnya cinta bagai surga seperti itulah 
yang kurasa.
aku yakin bisa bahwa cinta kita kan kekal 
selamanya.

Selain contoh diatas masih terdapat banyak sekali contoh puisi baru dan contoh puisi lama di internet. Dengan mudah kita bisa menemukan informasi tentang keduanya. Bahkan dalam artikel sebelumnya pun saya juga sudah mengupas tuntas tentang dua jenis puisi tersebut.

Itulah artikel tentang Pengertian Puisi, Ciri-Ciri, Jenis, Unsur dan Contoh Puisi yang dapat saya sampaikan pada artikel kali ini. Dalam artikel selanjutnya saya akan lebih berfokus memberikan contoh puisi sedih, contoh puisi romantis dan contoh puisi ibu.

One thought on “Materi Puisi: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, Unsur dan Contoh Puisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *