Anto Tunggal

Ilmu Komputer dan Desain Grafis

August 24, 2017

Contoh Teks Editorial (Opini) Singkat

Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan artikel mengenai contoh teks editorial atau opini singkat. Seperti biasa untuk melengkapi artikel ini akan saya berikan pula penjelasan mengenai pengertian teks editorial, tujuan teks editorial, manfaat teks editorial, fungsi teks editorial, ciri-ciri teks editorial, struktur teks editorial, dan kaidah kebahasaan teks editorial.

Pengertian Teks Editorial

Teks editorial adalah teks yang berisi tentang pendapat pribadi seseorang mengenai suatu isu atau masalah aktual. Isu tersebut meliputi masalah politik, sosial, atau ekonomi yang memiliki hubungan secara signifikan dengan politik. Teks editorial ini sering terdapat di koran atau majalah. Pengungkapan dalam teks ini harus dilengkapi dengan bukti, fakta, maupun alasan logis agar dapat diterima oleh pembaca.

Teks editorial bertujuan untuk mengajak para pembaca untuk ikut berpikir dalam permasalahan yang sedang terjadi di lingkungan sekitar. Selain itu teks editorial juga dapat memberikan pandangan kepada pembaca mengenai isu yang sedang terjadi dan terus berkembang.

Teks ini bermanfaat untuk memberi informasi kepada pembaca, untuk merangsang pikiran, dan terkadang mampu menggerakkan pembaca untuk bertindak dalam permasalahan atau isu yang terjadi. Fungsi teks editorial pada umumnya untuk menjelaskan berita dan akibatnya kepada masyarakat. Selain itu, teks editorial juga dapat mengisi latar belakang dari kaitan berita dalam teks dengan kenyataan sosial dan faktor yang memengaruhi secara menyeluruh.

Ciri-Ciri Teks Editorial

Adapun ciri-ciri dari teks editorial untuk membedakan teks ini dengan teks yang lain adalah sebagai berikut:
  1. Temanya selalu hangat (berita yang sedang heboh di masyarakat), aktual, dan faktual.
  2. Menarik untuk dibaca karena kalimatnya singkat, padat, dan jelas.
  3. Teks editorial merupakan opini atau pendapat yang bersifat argumentatif.
  4. Bersifat sistematis dan logis.

Struktur Teks Editorial

Struktur dalam teks editorial dibagi menjadi 3 yaitu pernyataan pendapat (tesis), argumentasi, dan pernyataan/penegasan ulang pendapat (reiteration). Untuk lebih lanjut, silahkan simak penjelasan di bawah ini.
  1. Pernyataan Pendapat : Pada bagian ini berisi sudut pandang penulis terhadap permasalahan yang akan dibahas.
  2. Argumentasi : Pada bagian ini berisi alasan atau bukti yang digunakan untuk memperkuat pernyataan pendapat, walaupun secara umum dapat diartikan untuk menolak suatu pendapat. Argumentasi dapat berupa pernyataan umum, hasil penelitian, pernyataan para ahli, atau fakta-fakta yang didasari sumber yang dapat dipercaya.
  3. Pernyataan/penegasan ulang pendapat (Reiteration) : Pada bagian ini berisi penegasan ulang yang didorong oleh fakta untuk memperkuat pendapat.

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Kaidah kebahasaan teks editorial adalah adverbia, konjungsi, verba material, verba relasional, dan verba mental. Untuk lebih lanjut, silahkan simak penjelasan di bawah ini.
  1. Adverbia : Agar dapat meyakinkan pembaca, diperlukan ekspresi kepastian yang bisa dipertegas dengan kata keterangan atau adverbia frekuentatif. Seperti selalu, biasanya, kadang-kadang, jarang, dan lain sebagainya.
  2. Konjungsi : Adalah kata penghubung yang digunakan dalam teks editorial. Seperti bahkan, juga, selain itu, misalnya, padahal, dan lain sebagainya.
  3. Verba Material : Adalah kata kerja yang menunjukkan aktivitas fisik yang dapat dilihat secara nyata. Seperti membaca, menulis, menari, dan lain sebagainya.
  4. Verba Relasional : Adalah kata kerja yang berfungsi sebagai penghubung antara subjek dan pelengkap. Struktur kalimat verba relasional adalah (Subjek + Verba relasional + Pelangkap).
  5. Verba Mental : Adalah verba yang digunakan untuk mengajukan klaim. Pada dasarnya menerangkan persepsi (seperti melihat, merasa), afeksi (seperti suka, khawatir), dan kognisi (seperti berpikir, mengerti).
Contoh Teks Editorial Singkat

Contoh Teks Editorial Singkat

Setelah membahas mengenai penjelasan teks editorial, saatnya menuju contoh teks editorial. Berikut ini adalah beberapa contoh teks editorial yang semoga saja dapat bermanfaat untuk kita semua.

1. UGM Peringkat 360 PT Terbaik Dunia
Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menempati peringkat 360 dari 400 universitas terbaik dari versi Times Higher Education Supplement (THES-QS) World Top University Rankings 2007. Pengumuman ini merupakan lanjutan dari peluncuran 100 perguruan tinggi (PT) terhaik versi THES yang telah diumumkan 9 November 2007 lalu.

"Itu berdasarkan hasil survei sepanjang tahun yang dilakukan THES" ujar Kepala Bidang Humas dan Keprotokolan UGM Suryo Baskoro, kemarin. Suryo Baskoro mengatakan bahwa selain UGM, PT Indonesia yang masuk daftar 400 universitas terbaik dunia versi THES yaitu Institut Teknologi Bandung (369) dan Universitas Indonesia (395). Jadi, UGM posisinya teratas di Indonesia. Sementara, peringkat 1 diraih Harvard University, AS.

"Pencapaian ini tentunya cukup istimewa, mengingat visi UGM untuk menjadi universitas riset bertaraf dunia" jelasnya. Jadi, dengan prestasi ini, berarti semakin menambah sederet prestasi yang dicapai UGM pada 2007. Sebelumnya, pada Juli 2007 UGM juga menjadi satu-satunya universitas di Indonesia yang masuk pada 100 besar Webomatrics Asia.

"Namun, peringkat bukanlah tujuan dari kerja keras yang selama ini dilakukan segenap civitas akademika UGM, tetapi sebagai pemacu untuk bekerja lebih keras lagi. Untuk itu, UGM akan terus melakukan pembenahan guna mewujudkan cita-cita menjadi universitas riset berkelas dunia" tandasnya.

Adapun kriteria utama penilaian survei meliputi kualitas riset (research quality), penerimaan dunia kerja terhadap lulusan (graduate employability), pandangan luar negeri (international outlook), dam kualitas pengajaran (teaching quality).

Sumber : Koran Sindo

2. Letnan Jenderal TNI Prabowo Subianto Diberhentikan dari Dinas ABRI
Keterangan yang ditunggu-tunggu sejak pembukaan Dewan Kehormatan Militer tanggal 3 Agustus yang lalu, diberikan secara singkat oleh Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto. Keterangan itu diberikan dalam konferensi pers, yang berlangsung lima menit saja.

Keputusan yang diambil oleh Menhankam/Pangab: Letjen Prabowo Subianto diberhentikan dari dinas ABRI, atau seperti dikatakan Menhankam "Masa dinas Jenderal Prabowo di ABRI diakhiri". Terhadap Mayjen TNI Muchdi PR, dan Kolonel (Inf) Chaerawan diputuskan, keduanya dibebaskan dari jabatan strukturan ABRI.

Dari penjelasan Ketua Dewan Kehormatan Perwira, Jenderal TNI Subagyo Hadisiswoyo beberapa hari lalu, DKP mengajukan pertimbangan kepada Menhankam/Pangab: sanksi administratif atau diajukan ke Mahkamah Militer.

Sanksi administratif dipilih dan sudah dijatuhkan. Bagaimana perihal sanksi diajukan ke Mahkamah Militer? Dijelaskan oleh Menhankam/Pangab: kemungkinan ketiga perwira diajukan ke Mahkamah Militer tergantung dari bukti-bukti yang akan terungkap dalam persidangan 10 anggota Kopassus. Yakni bukti-bukti yang menunjukkan terlibat tidaknya ketiga perwira yang terkena sanksi administratif itu dalam kasus penulikan para aktivis.

Jika demikian halnya, perkembangan selanjutnya menunggu persidangan 10 anggota Kopassus yang dituduh terlibat kasus penculikan para aktivis. Mungkin yang dimaksudkan sebaai keterlibatan adalah keterlibatan yang berunsur pidana. Hal itu pernah dijelaskan oleh pimpinan dan edukatif bagi perwira ABRI.

Dalam permasalahan ada pun yang kita hadapi, pribadi masing-masing ikut berperan. Karena itu dalam karier, struktur dan hierarki organisasi apa pun, pribadi-pribadi dengan segala personalitasnya ikut berperanan dan menjadi pertimbangan.

Tidak kurang penting ialah hadirnya kriteria, kualifikasi, dan sistem yang diterapkan secara objektif. Ada benarnya apa yang dikemukakan oleh pimpinan ABRI minggu lalu: bahwa tidaklah fair dan tidak faktual ogjektif, jika segala sesuatu yang dialamatkan secara negatif ke ABRI dalam periode reformasi, seakan-akan sepenuhnya tanggung jawab ABRI.

Secara implisit, ingin dikatakan, bahwa tanggung jawab itu adalah tanggung jawab pemerintahan dan karena itu tanggung jawab lembaga, perangkat, dan semua pihak yang menjadi bagian dan menunjang pemerintahan itu.

Hal itu termasuk yang dipraktekkan dalam pembinaan dan penugasan personalia ABRI. Keadaannya menjadi lebih tidak objektif, sebaliknya menjadi lebih personal dalam tahun-tahun kemudian. Praktek itu sejalan dengan semakin tidak terkontrolnya penyelenggaraan kekuasaan dan pimpinan negara. Semakin terpusatnya kekuasaan dan segala derivasinya tidak pada sistem secara substansial, melainkan lebih pada individu.

Pelajaran itu harus kita ambil, bukan terbatas oleg ketiga perwira yang terkena sanksi, bukan saja oleh pimpinan ABRI, tetapu oleh kita semua. Introspeksi menjadi sangat penting dan berguna untuk kita.

Sumber : Harian Kompas

Nah, itulah contoh teks editorial yang saya dapat dari koran Sindo dan Kompas. Memang itu sudah sangat lama, tapi tidak masalah. Jika Anda ingin yang terbaru, silahkan cari saja di koran atau majalan keluaran terbaru, pasti ada. Biasanya tulisannya buka Editorial atau Opini, namun Tajuk Rencana.

Mungkin hanya ini saja artikel mengenai pengertian teks editorial, tujuan teks editorial, manfaat teks editorial, fungsi teks editorial, ciri-ciri teks editorial, struktur teks editorial, kaidah kebahasaan teks editorial, dan contoh teks editorial singkat. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda dan saya pribadi.
Terima kasih.
Rekomendasi Untuk Anda × +
0 Komentar untuk "Contoh Teks Editorial (Opini) Singkat"

Silahkan berkomentar

Contact Form

Name

Email *

Message *

Back To Top