November 15, 2017

7 Layer OSI (Lapisan OSI Layer) dan Penjelasannya

Tags
Layer OSI adalah model desain jaringan yang dirancang oleh ISO (International Organization of Standardization) yang berlokasi di Eropa pada tahun 1997. OSI atau Open System Interconnection disebut juga dengan model Tujuh Lapis OSI yang digunakan sebagai dasar dalam membuat protocol jaringan yang berbeda agar bisa berkomunikasi.

Fungsi layer OSI adalah mengupayakan membuat sistem jaringan komputer yang menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Sehingga akan memudahkan perangkat dari vendor yang berbeda untuk dapat bisa berkomunikasi.

Pada kesempatan kali ini, saya akan menuliskan artikel mengenai 7 layer OSI dan penjelasannya. Dengan adanya artikel ini, semoga wawasan kita mengenai 7 layer OSI dapat bertambah.

7 Layer OSI dan Penjelasannya

Macam-macam Layer OSI dan Penjelasannya

Berikut ini adalah 7 model Layer OSI beserta penjelasannya.

7. Application Layer

Application layer berfungsi sebagai antarmuka aplikasi dengan fungsionalitas jaringan. Jadi fungsinya adalah mengatur bagaimana sebuah aplikasi dapat mengakses jaringan dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Macam protocol yang berada pada application layer adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.

Application layer adalah penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya. Layer application juga merupakan layer dimana user akan beroperasi padanya.

6. Presentation Layer

Presentation layer berfungsi untuk mentranslasikan data yang akan ditransmisikan oleh aplikasi dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protocol yang berada di level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software) seperti layanan Workstation dan Network Shell atau Remote Desktop Protocol.

Presentation layer pada layer OSI hanya melakukan suatu fungsi tunggal yaitu translasi dari berbagai tipe pada syntax sistem. Seperti contoh, sebuah koneksi terdiri dari PC dan mainframe membutuhkan konversi dari EBCDIC character encoding format ke ASCII. Selain itu, banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Termasuk kompresi data dan enkripsi yang mungkin ditangani oleh layer ini.

5. Session Layer

Session layer berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana sebuah koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.

Session layer menyediakan layanan ke dua layer di atasnya, melakukan koordinasi komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa protocol pada layer session seperti NETBIOS. yaitu suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM yang menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application.

4. Transport Layer

Transport layer berfungsi untuk memecah data ke dalam paket data serta memberikan nomor urut ke paket tersebut. Sehingga, dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket berhasil diterima dan melakukan transmisi ulang terhadap paket yang hilang di tengah jalan.

Transport layer menggunakan protocol seperti UDP, TCP, dan SPX (Sequence Packet Exchange). Layer transport adalah pusat dari model OSI. Layer ini menyediakan transfer yang realible dan transparan antara kedua titik akhir. Layer ini juga menyediakan muptiplexing, kendali aliran, dan pemeriksaan error sekaligus memperbaikinya.

3. Network Layer

Network layer berfungsi unruk mendefinisikan alamat IP, membuat header untuk paket, dan melakukan routing melalun internetworking dengan menggunakan router atau switch layer-3.

Tugas utama dari network layer adalah menyediakan fungsi routing sehingga palet dapat dikirim keluar dari segment network local ke tujuan yang berada pada network lain. Fungsi lain yang dilakukan oleh network layer adalah membagi aliran data biner ke paket diskrit dengan panjang tertentu, mendeteksi error, memperbaiki error dengan mengirim ulang paket yang rusak, dan mengendalikan aliran.

2. Data-link Layer

Data link later berfungsi untuk menentukan bagaimana bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut dengan frame. Selain itu, pada level ini juga terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras, dan menentukan bagaimana sebuah perangkat jaringan seperti hub, bridge, switch, dan repeater beroperasi. Spesifikasi IEEE 802 membagi level ini menjadi 2 yaitu Logical Link Control (LLC) dan Media Access Control (MAC).

Data link layer menyediakan transfer data yan lebih nyata. Sebagai penghubung antara medua network dan layer protocol yang lebih high-level, layer ini bertanggung jawab pada paket akhir dari data binari diskrit sebelum je layer physical.

1. Physical Layer

Physical layer berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan, topologi jaringan, dan pengkabelan. Selain itu, pada level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

Layer ini berkaitan dengan electrical dan optical koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang bisa ditransmisi melalui media jaringan. Seperti contoh kabel, transceiver, dan konektor yang berkaitan dengan physical layer. Peralatan seperti hub, repeater, dan network card juga berada pada layer ini.

Nah, itulah sedikit artikel mengenai 7 layer osi dan penjelasannya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.
Terima kasih.

Sumber Referensi:

  1. Macam-macam Layer OSI Beserta Penjelasannya (http://berbagiittips.blogspot.co.id/2013/07/layer-osi.html)

Silahkan berkomentar
EmoticonEmoticon