November 08, 2017

Tenis Meja (Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar, Ukuran Lapangan)

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai materi Tenis Meja antara lain Pengertian Tenis Meja, Teknik Dasar Tenis Meja, dan Ukuran Lapangan Tenis Meja. Permainan tenis meja ini mulai populer di Inggris sejak abad ke-19 dengan nama Pingpong, Gossima, dan Whiff Whoff kemudian berubah nama menjadi Table Tenis atau Tenis Meja.

Tenis Meja pertama kali dilombakan di Indonesia pada Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama di Solo. Variasi dan kombinasi keterampilan teknik permainan tenis meja yaitu memegang bet, pukulah forehand, pukulan backhand, servis, dan smash.
Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar, dan Ukuran Lapangan Tenis Meja

Pengertian Tenis Meja

Pengertian Tenis Meja adalah sebuah olahraga yang dimainkan oleh dua pasangan (ganda) atau dua orang (tunggal) yang berlawanan. Permainan ini dimainkan menggunakan raket yang terbuat dari kayu berlapis karet atau yang biasa disebut dengan bet. Induk permainan tenis meja di Indonesia adalah PTMSI atau Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia. Sedangkan di dunia adalah ITTF atau International Table Tenis Federation.

Sejarah Tenis Meja

Permainan tenis meja mulai populer di Inggris sejak abad ke-19 dengan nama gossima, pingpong, dan whiff whoff, lalu berganti nama menjadi table tenis atau tenis meja. Olahraga ini mulai dikenal pada tahun 1901 karena diadakannya sebuah turnamen, buku tentang tenis meja, serta kejuaraan tidak resmi pada tahun 1902.

Permainan tenis meja dilarang di Russia pada awal 1900-an. Hal ini terjadi karena penguasa pada zaman itu percaya bahwa memainkan tenis meja memiliki efek negatif pada penglihatan pemain.

Pada tahun 1921, TTA atau Asisoasi Tenis Meja dibuat di Inggris dan diikuti oleh ITTF atau Federasi Tenis Meja Internasional pada tahun 1926. Kota London menjadi tuan rumah kejuaraan resmi pertama pada tahun 1926. Kemudian, pada tahun 1933, Asosiasi Tenis Meja Amerika Serikat dibentuk.

Tahun 1930, Edgar Snow memberikan komentar di Red Star Over China bahwasannya pihak komunis mempunyai hasrat untuk tenis meja asal Inggris yang menurutnya ganjil.

Kemudian pada tahun 1950-an, raket yang masih menggunakan lembaran karen digabungkan dengan lapisan spons dan mengubah permainan secara dramatis serta meningkatkan kecepatan perputaran bola. Penggunaan lem cepat dapat meningkatkan kecepatan dan perputaran bola leboh jauh yang menghasilkan perubahan peralatan untuk menurunkan kecepatan permainannya.

Dan pada akhirnya, tenis meja mulai diperkenalkan sebagai cabang Olimpiade pada tahun 1998. Hingga saat ini, tenis meja masih sangat populer di masyarakat seluruh dunia.

Teknik Dasar Tenis Meja

1. Memegang Bet
  • Shakehand Grip atau memegang bet seperti berjabat tangan. Teknik ini banyak digunakan para pemain profesional karena sangat populer di negara Eropa. dengan teknik ini, pemain dapat menggunakan seluruh (kedua) sisi bet.
  • Penhold Grip atau memegang bet seperti memegang tangkai pena. Teknik ini dikenal dengan nama Asia grip. Dengan teknik ini, pemain hanya dapat menggunakan satu sisi bet saja.
  • Seemiller Grip atau memegang bet seperti berjabat tangan, pada bet bagian atas diputar dari 20-90 derajat ke arah tubuh, jari telunjuk menempel di sepanjang sisi bet. Teknik ini banyak digunakan para pemain profesional.

2. Pukulan Forehand dan Backhand

a. Melakukan pukulan Forehand dan Backhand lurus:
  • Bola dilambungkan ke teman
  • Dilakukan berpasangan atau kelompok
  • Yang sudah melakukan pukulan forehand/backhand da pelambung bergerak berpindah tempat

b. Melakukan pukulan Forehand dan Backhand menyilang meja:
  • Bola dilambungkan oleh teman dan dipantulkan ke meja dengan pukulan servis
  • Dilakukan berpasangan atau kelompok
  • Yang sudah melakukan pukulan backhand dan pelambung bergerak berpindah tempat

3. Servis

a. Servis Forehand dan Backhand lurus bidang servis:
  • Dilakukan berpasangan atau kelompok
  • Yang sudah melakukan servis bergerak berpindah tempat

b. Servis Forehand dan Backhand secara menyilang:
  • Dilakukan berpasangan atau kelompok
  • Yang sudah melakukan service bergerak berpindah tempat

c. Servis Forehand dan Backhand ke sasaran:
  • Dilakukan berpasangan atau kelompok
  • Yang sudah melakukan service bergerak berpindah tempat

4. Smash

a. Smash Forehand
  • Posisikan kaki kiri berada di depan dan kaki kanan di belakang. Miringkan badan sedikit ke kanan sehingga berap badan bertumpu pada kaki kanan
  • Tarik lengan ke belakang, pinggang sedikit dimiringkan ke kanan
  • Setelah bola memantul dan mencapai titik teratas, ayunkan lengan dari bawah ke atas, pukul dan tekan bola ke bawah dengan bantuan pergelangan tangan.

b. Smash Backhand
  • Posisikan kaki kanan di depan dan kaki kiri di belakang. Miringkan badan sedikir ke kiri sampai pundak menghadap meja
  • Tarik lengak bawah ke kiri, ke belakang dan melebihi tinggi meja
  • Setelah bola memantul dan mencapai titik teratas, ayunkan lengan bawah ke depan arah kanan, kemudian pukul bola. Pergelangan tangan digunakan untuk menekan bola serta mengatur arah, dan berat badan berpindah dari kiri ke kanan.

Ukuran Lapangan Tenis Meja

a. Ukuran Meja Lapangan

Panjang dan lebar meja : 274 cm dan 152,5 cm
Tinggi meja dari lantai lapangan : 76 cm
Tebal garis sisi : 2 cm
Luas : 4,1785 meter persegi

b. Ukuran Tiang dan Jaring Net

Panjang net : 183 cm
Lebar/Tinggi net : 15,25 cm
Jarak meja ke tiang : 15,25 cm
Luas net : 0,279075 meter persegi

Nah, itulaj artikel mengenai pengertian tenis meja, sejarah tenis meja, teknik dasar tenis meja, dan ukuran lapangan tenis meja. Semoga artikel singkat ini bisa bermanfaat untuk kita semua.
Terima kasih.

Silahkan berkomentar
EmoticonEmoticon