Klasifikasi Industri Berdasarkan Modal dan Barang yang Dihasilkan

Diposting pada

Klasifikasi Industri Berdasarkan Modal dan Barang yang Dihasilkan – Apabila kita membahas tentang industri maka tidak dapat dilepaskan dari adanya pabrik dan ekonomi. Bahkan sampai ada pertanyaan, seperti apakah ekonomi yang dimaksud? Industri sendiri memiliki arti yaitu sebuah kegiatan untuk mengolah bahan baku menjadi produk setengah jadi atau jadi dalam bidang ekonomi. Dalam industri tersebut bahan baku atau bahan mentah tidak hanya dijadikan menjadi produk setengah jadi, tetapi juga dijadikan produk jadi pula. Bahkan adapula industri yang mengolah bahan setengah jadi menjadi produk jadi. Di dalam industri tersebut sudah pasti tidak dapat dilepaskan dari adanya klasifikasi industri berdasarkan modal yang digunakan dan klasifikasi industri berdasarkan barang yang dihasilkan.

Klasifikasi Industri Menurut Modal dan Hasil Produknya
Klasifikasi Industri Menurut Modal dan Hasil Produknya

Industri sekarang ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Terlebih lagi sekarang didukung dengan adanya teknologi yang semakin canggih dalam mencari dan memperoleh informasi yang diperlukan. Maka dari itu semua hal dapat dibuat lebih mudah, efisien dan efektif. Sebenarnya apakah arti industri tersebut? Istilah ini sering kita dengar di media digital ataupun media cetak.

Selain pengertian industri adapula jenis industri yang dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kategori. Nah pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang klasifikasi industri berdasarkan modal yang digunakan dan klasifikasi industri berdasarkan barang yang dihasilkan. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Klasifikasi Industri Berdasarkan Modal dan Barang yang Dihasilkan

Sebelum menjelaskan tentang klasifikasi industri menurut modal yang digunakan dan klasifikasi industri berdasarkan barang yang dihasilkan. Saya akan membahas tentang pengertian industri terlebih dahulu. Pengertian industri dapat dijelaskan secara umum atau luas maupun secara sempit.

Industri secara luas dapat diartikan sebagai semua bentuk aktivitas ekonomi, khususnya yang berhubungan dengan produksi, membuat sesuatu yang mempunyai tambahan nilai dan menghasilkan barang untuk memperoleh keuntungan dalam produksinya. Selain itu adapula definisi industri menurut UU No. 5 Tahun 1984 yaitu kegiatan ekonomi dalam membuat bahan setengah jadi, bahan baku, bahan mentah atau bahan yang dapat diolah menjadi suatu hal yang bernilai tinggi sehingga dapat memperoleh keuntungan.

Baca juga : Pengertian Uang Kartal dan Uang Giral, Jenis dan Contohnya

Dalam industri sendiri terdapat beberapa proses kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan alat tertentu, contohnya saja mesin. Dibawah ini terdapat pembahasan mengenai klasifikasi industri berdasarkan modal yang digunakan dan klasifikasi industri berdasarkan barang yang dihasilkan. Berikut penjelasan selengkapnya:

Klasifikasi Industri Berdasarkan Modal yang Digunakan

Industri merupakan sektor yang menggiurkan karena bisa mendatangkan income besar. Dalam menjalankan suatu industri terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah permodalan yang merupakan faktor krusial. Hal pertama yang akan saya bahas ialah klasifikasi industri menurut modal yang digunakan. Klasifikasi industri berdasarkan modalnya dapat dibagi menjadi beberapa jenis seperti di bawah ini:

Industri Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)
Klasifikasi industri menurut modal yang digunakan pertama ialah industri penanaman modal dalam negeri atau PMDN. Pengertian PMDN ialah jenis industri yang mendapatkan dukungan dari pengusaha Nasional atau pemerintah dalam negeri dalam hal permodalan. Adapun contoh industrinya seperti industri pariwisata, industri minuman, industri kerajinan, dan industri makanan.

Industri Penanaman Modal Asing (PMA)
Klasifikasi industri berdasarkan modal yang digunakan selanjutnya ialah industri penanaman modal asing atau PMA. Pengertian industri penanaman modal asing ialah jenis industri yang memperolah dukungan dari negara asing dalam hal permodalan. Adapun contoh industrinya yaitu industri perminyakan, industri pertambangan, dan industri komunikasi.

Baca juga : Tugas dan Wewenang Pengawas Koperasi Beserta Pengurusnya

Industri Modal Patungan (Join Venture)
Klasifikasi industri berdasarkan modal yang digunakan selanjutnya ialah industri modal patungan atau join venture. Pengertian join venture ialah industri yang dilakukan atas kerjasama dari PMDN dan PMA dalam hal permodalan. Adapun contoh industri modal patungan yaitu industri kertas, industri otomotif, dan industri transportasi.

Klasifikasi Industri Berdasarkan Barang yang Dihasilkan

Barang merupakan hasil akhir dari sebuah proses produksi. Selain digolongkan berdasarkan modal, ternyata industri juga diklasifikasikan berdasarkan barang yang dihasilkan. Setelah membahas tentang klasifikasi industri berdasarkan modal yang digunakan. Selanjutnya saya akan membahas tentang klasifikasi industri berdasarkan produk yang dihasilkan. Macam macam industri menurut hasil produknya dapat dibagi menjadi beberapa jenis seperti di bawah ini:

Industri Berat
Klasifikasi industri berdasarkan barang yang dihasilkan pertama ialah industri berat. Pengertian industri berat ialah industri yang memproduksi barang berupa alat produksi atau mesin mesin produksi lainnya. Adapun contoh industri berat yaitu industri mesin, industri alat berat, maupun industri percetakan.

Industri Ringan
Klasifikasi industri berdasarkan barang yang dihasilkan selanjutnya ialah industri ringan. Pengertian industri ringan ialah industri yang memproduksi barang seperti barang sikap pakai agar dapat langsung dikonsumsi. Adapun contoh industri ringan yaitu industri minuman dan industri makanan.

Demikianlah penjelasan mengenai klasifikasi industri berdasarkan modal yang digunakan dan klasifikasi industri berdasarkan barang yang dihasilkan. Pengertian industri menurut UU No. 5 Tahun 1984 ialah kegiatan ekonomi dalam membuat bahan setengah jadi, bahan baku, bahan mentah atau bahan yang dapat diolah menjadi suatu hal yang bernilai tinggi sehingga dapat memperoleh keuntungan. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *