Pengertian Teknik Sampling dan Purposive Sampling Beserta Contohnya

Pengertian Teknik Sampling dan Purposive Sampling Beserta Contohnya - Dalam sebuah penelitian tentunya terdapat sampel yang berguna untuk membuat perkiraan hasil dari suatu populasi yang diteliti. Dalam hal ini terdapat pelaksanaan teknik sampling dan teknik purposive sampling. Apa pengertian teknik sampling itu? Apa saja contoh teknik sampling? Apa pengertian teknik purposive sampling ? Apa saja contoh teknik purposive sampling? Pada dasarnya teknik sampling merupakan komponen dalam metodologi statistika yang berhubungan dengan cara untuk mengambil sampel.
Teknik Pengambilan Sampel dalam Melakukan Penelitian
Pada umumnya metode pengambilan sampel atau sampling dapat diartikan menurut beberapa ahli. Menurut Sugiono, teknik dalam sampling merupakan teknik yang digunakan untuk mengambil sampel. Sedangkan menurut pendapat Margono, teknik dalam sampling merupakan metode penentuan jumlah sampel berdasarkan ukuran sampelnya sehingga dapat memperoleh penyerabaran dan sifat sifat populasi secara representatif sebagai sumber data sebenarnya. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang pengertian teknik sampling, pengertian teknik purposive sampling, contoh teknik sampling dan contoh teknik purposive sampling. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Pengertian Teknik Sampling dan Purposive Sampling Beserta Contohnya

Sebelum menjelaskan tentang pengertian teknik sampling, pengertian teknik purposive sampling, contoh teknik sampling dan contoh teknik purposive sampling. Saya akan membahas tentang tujuan pengambilan sampel dan tahapan pengambilan sampel terlebih dahulu. Pada dasarnya sampel diambil dengan maksud dan tujuan tertentu serta menggunakan tahapan khusus untuk memperolehnya. Berikut beberapa tujuan dan tahapan dalam mengambil sampel yaitu diantaranya:

Tujuan Pengambilan Sampel
  • Memperoleh data semua polulasi yang tidak mungkin diperoleh dari seluruh komponen di dalamnya karena luasnya jangkauan dan banyaknya populasi tersebut.
  • Biaya, tenaga dan waktu yang terbatas.
  • Memiliki asumsi bahwa sampel dapat mewakili semua anggota di dalamnya karena populasi populasi tersebut sama dan seragam.
Tahapan Pengambilan Sampel
  • Langkah pertama ialah mendeskripsikan populasi yang ingin diamati.
  • Menentukan kemungkinan dari semua peristiwa yang dikumpulkan dan menyusun kerangka sampel.
  • Menyusun metode atau teknik yang tepat dalam sampling.
  • Mengumpulkan data dan mengambil sampel.
  • Memeriksa proses sampling dengan ulang.
Dalam sebuah penelitian tentu membutuhkan metode pengumpulan data. Teknik sampling dan purposive sampling merupakan salah satu cara umum untuk mendapatkan data penelitian tersebut. Teknik ini bahkan sudah banyak digunakan oleh mahasiswa dari berbagai bidang pendidikan. Lantas apa perbedaan teknik sampling dan purposive sampling dalam penelitian? simaklah penjelasan di bawah ini.

Teknik Sampling

Pengertian teknik sampling ialah kegiatan peneliti yang sering dilakukan untuk memperoleh kesimpulan dari hasil pelaksanaan penelitian yang sebelumnya dilakukan. Dalam penelitian tersebut, teknik ini bergantung pada statistikian dan pakarnya. Hal ini dapat terjadi karena pengambilan sampel sangat penting dilakukan dalam sebuah kegiatan penelitian. Definisi teknik sampling menurut Sugiono ialah teknik yang berguna untuk mengambil sampel. Sampel tersebut dapat ditentukan berdasarkan jumlah dan ukuran sampel, sehingga dapat dijadikan sebagai sumber data yang sesungguhnya. Selain itu sampel bisa didapatkan secara representatif jika pemerolehannya didasarkan pada sifat dan penyebaran populasinya.

Pada umumnya teknik pengambilan sampel atau teknik sampling terdiri dari beberapa komponen. Teknik pengambilan sampel yang digunkan dalam penelitian biasanya menggunakan sistem randomisasi. Sistem randomisasi ialah pengambilan sampel dari perkumpulan atau populasinya secara acak. Teknik pengambilan sampel tersebut terdiri dari dua jenis yaitu teknik pengambilan sampel non probabilitas dan teknik pengambilan sampel probabilitas. Pengertian teknik sampling non probabilitas ialah teknik dalam pemilihan sampel yang tidak memberikan peluang atau kesempatan bagi unsur ataupun anggota populasi yang sama.
Teknik Sampling
Kemudian pengertian teknik sampling probabilitas ialah teknik yang memberikan peluang atau kesempatan bagi unsur ataupun anggota populasi yang sama dalam proses pemilihan sampel. Adapun contoh teknik sampling probabilitas yaitu simpel random sampling. Sedangkan contoh teknik non probability yaitu sampling sistematis, snowball sampling, sampling kuota, sampling jenuh, dan sampling aksidental.

Teknik Purposive Sampling

Setelah membahas tentang pengertian teknik sampling dan contoh teknik sampling di atas. Selanjutnya saya akan menjelaskan tentang pengertian teknik purposive sampling dan contoh teknik purposive sampling. Teknik purposive sampling merupakan salah satu teknik pengambilan sampel yang termasuk dalam kategori teknik sampling probability. Biasanya kegunaan teknik ini ialah untuk meneliti sebuah populasi secara kuantitatif. Pada dasarnya penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai penelitian dalam suatu populasi yang merujuk pada generalisasi dan integrasi yang sama dalam hasil observasinya.

Seiring berjalannya waktu penelitian tidak dapat menggunakan populasi menurut berbagai pertimbangan. Untuk itulah tercipta sebuah sampel yang digunakan. Sampel sendiri merupakan bagian dalam populasi yang akhirnya akan dilakukan penelitian. Biasanya penelitian menggunakan teknik sampling untuk membuat sampel tersebut dapat mewakili karakteristik atau ciri khusus dalam populasi yang akan di teliti. Pengertian teknik purposive sampling secara umum ialah teknik yang memiliki pertimbangan tertentu dalam menentukan sebuah sampel. Purposive dalam penentuan sampel biasanya memiliki dasar ketentuan dalam memperoleh sampel berdasarrkan aktivitas penelitian yang dilakukan oleh penelitinya.

Pada dasarnya pemilihan sampel yang akan diteliti terdiri dari sekelompok subjek dengan karakteristik atau ciri yang sama dengan populasinya. Namun hanya peneliti yang dapat mengetahui karakteristik tersebut. Untuk itu cukup peneliti saja yang menghubungi unit sampel sehingga sesuai dengan karakteristik tertentu dalam sampel yang diinginkan. Kegiatan pemilihan sampel harus sesuai dengan tujuan dan permasalahan dalam penelitiannya. Adapun contoh teknik purposive sampling yaitu suatu penelitian yang menggunakan klasifikasi tanaman. Untuk itu beberapa tanaman diambil oleh peneliti sesuai dengan kebutuhan namun memiliki persamaan klasifikasinya.

Sekian penjelasan mengenai  pengertian teknik sampling, pengertian teknik purposive sampling, contoh teknik sampling dan contoh teknik purposive sampling. Teknik pengambilan sampel berguna untuk mewakili populasi tertentu yang nantinya akan diteliti lebih lanjut oleh seorang peneliti. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.

Silahkan berkomentar
EmoticonEmoticon