Sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang dan Surabaya Singkat

Diposting pada

Sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang dan Surabaya Singkat – Pada tanggal 14 Agustus 1945 terjadi peristiwa penyerahan diri oleh Jepang kepada Sekutu tanpa syarat setelah tentara sekutu melakukan bom atom di dua negara Jepang yaitu Nagasaki dan Hirosima. Setelah itu sekutu menugaskan Komandan tentara dari pihak sekutu Asia Tenggara atau Komandan South East Asian Command (SEAC) yang bernama Laksamana Madya Lord Louis Mounbatten untuk melucuti senjata Jepang dan membebaskan Indonesia. Meski Indonesia dibebaskan dari Jepang, tetapi pihak sekutu ingin menguasai kembali negara tersebut. Untuk itulah terjadi sebuah peristiwa sejarah pertempuran lima hari di Semarang dan sejarah pertempuran Surabaya.

Pertempuran di Indonesia pada dasarnya merupakan bentuk perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Meski begitu pihak sekutu ingin kembali datang menuju Indonesia bagian Barat dengan membentuk Allied Forces Netherland East Indies (AFNEI) yang dipimpin oleh Letnan Jenderal Sir Phillips Christison. Setelah itu tiga divisi dalam pasukan AFNEI didaratkan ke wilayah wilayah Indonesia yaitu menuju Jawa Timur terdapat divisi India ke V, menuju Sumatera terdapat divisi India ke XXVI, dan menuju Jawa Tengah serta Jawa Barat terdapat divisi India ke XXIII. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang sejarah pertempuran lima hari di Semarang dan sejarah pertempuran Surabaya. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang dan Surabaya Singkat

Seperti yang telah kita ketahui bahwa sejarah pertempuran lima hari di Semarang dan sejarah pertempuran Surabaya termasuk dalam bentuk perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peperangan tersebut dilatarbelakangi oleh pembentukan AFNEI oleh sekutu di Asia Tenggara untuk menguasai lagi negara Indonesia. Bahkan AFNEI mengirim ketiga divisi pasukannya untuk menuju Indonesia. Tetapi divisi India ke XXIII yang pertama mendarat di Jawa dengan pimpinan Mayor Jenderal D.C. Hawthorn. Kemudian divisi India ke XXIII ini dibagi menjadi beberapa Brigade dengan tugas yang berbeda beda seperti:

  • Di Semarang terdapat brigade Bethel.
  • Di Bandung terdapat brigade Mc. Donald.
  • Di Surabaya terdapat brigade yang ke 49.

Baca juga : Sejarah Kerajaan Islam di Jawa (Demak, Pajang, Mataram, Cirebon, Banten, dan Madura)

Pertempuran Lima Hari di Semarang (15 – 20 Oktober 1945)

Hal pertama pertama yang akan saya bahas ialah sejarah pertempuran lima hari di Semarang. Latar belakang pertempuran tersebut ialah isu bahwa pihak Jepang telah meracuni cadangan air minum yang terdapat di daerah Candi. Kemudian Kepala Laboratorium Pusat Rumah Sakit Rakyat yang bernama dr. Karyadi membuktikan kebenaran dari isu ini melalui pelaksanaan pemeriksaan.

Peristiwa Peperangan Lima Hari di Semarang
Peristiwa Peperangan Lima Hari di Semarang

Tetapi pihak Jepang menembak dr. Karyadi ketika pemeriksaan dilakukan sehingga pada akhirnya telah gugur. Akibatnya rakyat merasa marah karena dr. Karyadi telah gugur. Peristiwa ini menimbulkan pertempuran yang tidak dapat dihindarkan oleh pemuda sehingga banyak korban jiwa yang timbul.

Pertempuran Surabaya (10 November 1945)

Setelah membahas tentang sejarah pertempuran lima hari di Semarang. Selanjutnya saya akan membahas tentang sejarah pertempuran Surabaya. Pada tanggal 25 Oktober 1945 di Surabaya, pihak Sekutu datang ke wilayah tersebut dengan dipimpin Jendral Mallaby bersama pasukan brigadenya yang ke 49 divisi 23. Kedatangan sekutu tersebut bertujuan untuk membebaskan pegawai Relief of Allied Prisoners of War and Internees (RAPWI) dan perwiranya dengan cara menyerbu penjara republik karena pihak Indonesia telah menahannya.

Sejarah Pertempuran di Surabaya
Pertempuran di Surabaya

Baca juga : Sejarah Singkat Hari Kebangkitan Nasional dan Faktanya

Pada tanggal 28 September dan 19 Oktober 1945, rakyat Surabaya menyerbu pos pos Sekutu sebagai bentuk tindakan pembalasan kepada pihak Sekutu. Akibatnya nyaris hancur pasukan Inggris dalam waktu singkat. Kemudian presiden Soekarno memperoleh permintaan dari pimpinan militer Inggris untuk mengentikan serbuan tersebut. Tetapi pertempuran tersebut kembali meletus setelah Amir Syarifuddin, Soekarno dan Hatta menuju Jakarta lagi. Kemudian pada tanggal 9 November 1945, Mayor Mansergh selaku panglima sekutu mengeluarkan ultimatum untuk wilayah Jawa Timur yang berisi tentang penyerangan diri semua pimpinan bangsa Indonesia sampai tanggal 10 November dengan batas waktu pukul 06.00 yang disertai dengan pengangkatan tangan sebagai tanda menyerah dan membawa bendera merah putih menuju tempat tertentu sesuai dengan ketentuan.

Sejarah pertempuran Surabaya tidak hanya berhenti begitu saja. Ultimatum yang dikeluarkan tadi memperoleh penolakan dari rakyat Surabaya yang dipimpin oleh Gubernur Suryo, Bung Tomo dan Sungkono. Selain itu mereka juga melakukan berbagai persiapan untuk melawan serangan dari sekutu. Akhirnya pasukan sekutu melakukan serangan ke Surabaya pada tanggal 10 November 1945 melalui jalur udara,darat, dan laut.

Sekian penjelasan mengenai sejarah pertempuran lima hari di Semarang dan sejarah pertempuran Surabaya. Kedua jenis pertempuran di Indonesia tersebut merupakan bentuk perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *