Penyebab Perang Diponegoro Beserta Sejarah Singkatnya

Diposting pada

Penyebab Perang Diponegoro Beserta Sejarah Singkatnya – Di berbagai wilayah Indonesia pada dasarnya pernah terjadi bermacam macam peperangan. Salah satunya ialah perang Diponegoro. Apa yang menjadi latar belakang perang Diponegoro itu? Bagaimana kronologi perang diponegoro? Apa saja sebab perang Diponegoro itu? Bagaimana proses terjadinya perang diponegoro? Bagaimana akhir perang Diponegoro? Perang sendiri dapat diartikan sebagai sebuah aksi secara fisik maupun non fisik, dimana di dalamnya terdapat dua kelompok atau lebih manusia yang saling bermusuhan dan melakukan kekerasan antar satu sama lain. Pelaksanaan peperangan tersebut bertujuan untuk mendominasi wilayah yang dipertentangkan.

Selain itu adapula yang mengartikan perang sebagai sifat dasar manusia yang mendominasi sampai sekarang untuk memelihara dan bersaing dalam rangka menundukkan pihak musuh serta menunjukkan bahwa dirinya kuat. Perang Diponegoro merupakan salah satu perang yang pernah terjadi di Indonesia. Penyebab perang Diponegoro tersebut pada umumnya dapat dibedakan menjadi dua yakni sebab umum dan sebab khusus. Sebab perang Diponegoro secara umum dan khusus ini yang menjadi latar belakang terjadinya perang Diponegoro. Kita tahu bahwa Pangeran Diponegoro merupakan pangeran yang berhasil melawan penjajah Belanda dengan berani. Karena keberanian dan keberhasilannya tersebut, maka Diponegoro dijadikan sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia.

Penyebab Perang Diponegoro Beserta Proses Terjadinya Lengkap
Terjadinya Perang Diponegoro

Pangeran Diponegoro juga dikenal sebagai tokoh pejuang Indonesia yang asli dari wilayah Yogyakarta. Bahkan di Pulau Jawa sendiri terdapat peristiwa perang paling besar yaitu Perang Diponegoro tersebut. Pangeran Diponegoro merupakan anak sulung dari Raja Mataram yang bernama Sultan Hamengkubuwana III. Nama kecil dari pangeran Diponegoro ialah Bendoro Raden mas Ontowiryo. Ia dilahirkan dari seorang selir dari Pacitan yang bernama R.A Mangkarawati pada tanggal 11 November 1785. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang penyebab perang Diponegoro beserta proses terjadinya perang Diponegoro. Selain itu saya juga akan membagikan akhir perang Diponegoro. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Penyebab Perang Diponegoro Beserta Sejarah Singkatnya

Di kala itu pangeran Diponegoro sadar bahwa dirinya lahir dari seorang Selir dan bukan dari seorang Permaisuri. Karena hal inilah beliau menolak untuk diangkat sebagai seorang Raja atas keinginan dari sang ayah. Pangeran Diponegoro memiliki sikap untuk menyetarakan dirinya dengan rakyat dan tertarik dengan kehidupan merakyat, meskipun dirinya biasa hidup penuh kenyamanan karena berasal dari golongan ningrat. Bahkan pangeran Diponegoro juga memilih untuk tinggal di desa Tegalrejo yang notabennya berada di luar wilayah Keraton.

Baca juga : Dampak Tanam Paksa Dalam Bidang Politik di Indonesia Lengkap

Sebelum menjelaskan tentang beberapa penyebab perang diponegoro, saya akan menjelaskan sedikit mengenai pangeran Diponegoro tersebut. Sebab perang Diponegoro inilah yang menjadi latar belakang perang Diponegoro dan menjadi salah satu sebab kronologi terjadinya perang Diponegoro. Bahkan akhir perang Diponegoro juga disebabkan oleh beberapa faktor penyebab tadi. Sebelum membahas tentang hal hal yang berkaitan dengan peperangan tersebut, saya akan membagikan beberapa kebiasaan Pangeran Diponegoro. Pangeran Diponegoro memiliki beberapa kebiasaan seperti di bawah ini:

  • Pangeran Diponegoro bersama para orang Eropa gemar meminum minuman anggur, tetapi hal ini tidak dijadikan sebagai kelebihannya.
  • Pangeran Diponegoro memiliki kebiasaan yang gemar mengunyah sirih.
  • Pangeran Diponegoro memiliki koleksi berupa batu akik yang disimpan dalam bungkusan emas sebagai benda berharga miliknya. Selain itu ia juga gemar mengoleksi berlian dan emas.
  • Beliau gemar berkebun dan memelihara burung, membangun kebun untuk ditanami pepohonan hijau, bunga, buah buahan serta sayuran.

Pangeran Diponegoro memiliki keturunan yang terdiri dari 10 putri dan 12 putra. Keturunan dari Pangeran Diponegoro tersebut menyebar ke berbagai Dunia seperti Australia, Jawa, Serbia, Madura, Jerman, Sulawesi, Belanda, Maluku dan Arab Saudi. Untuk itulah proses terjadinya perang Diponegoro merupakan salah satu peperangan yang bersejarah di Indonesia. Perang Diponegoro dapat disebut sebagai Perang Jawa. Perang Jawa merupakan peperangan yang berlangsung di Pulau Jawa selama lima tahun dalam melawan Belanda sehingga dapat disebut sebagai salah satu perang terbesar di Indonesia. Perang ini tidak dapat terlepas dari adanya sebab perang Diponegoro, baik sebab umum ataupun khusus.

Dikala itu terdapat beberapa penyebab perang Diponegoro yang menjadi salah satu latar belakang perang Diponegoro. Peperangan ini dilakukan untuk melawan Belanda yang dipimpin oleh Jenderal Hendrik Merkus de Kock. Pimpinan Belanda tersebut melakukan berbagai upaya untuk meredakan perlawanan Pangeran Diponegoro beserta penduduk Jawa. Perang ini menyebabkan banyak penduduk Jawa yang tewas sebanyak 200.000 jiwa. Selain itu adapula 8.000 tentara Belanda yang tewas menjadi korban peperangan serta adapula serdadu pribumi yang tewas di peperangan sebanyak 7.000 orang. Akhir perang Diponegoro menjadi penegas adanya kekuasaan Belanda terhadap Pulau Jawa.

Baca juga : Macam Macam Pakaian Adat Riau Beserta Gambar Terlengkap

Sekitar 15 tahun sebelumnya, pasukan Jawa menentukan target penyerangan di tanah Jawa yang berupa masyarakat Tionghoa sehingga keadaannya berbanding terbalik dengan peperangan Raden Ronggo. Karena hal inilah sebagian pasukan Jawa melakukan persekutuan dengan masyarakat Tionghoa meskipun secara tegas Pangeran Diponegoro melarang hal itu. Penduduk Tionghoa yang rata rata memeluk agama Islam di wilayah setempat memberikan bantuan kepada sebagian pasukan Jawa yang berada di sekitar Lasem dan Rembang atau di pesisir sebelah utara. Proses terjadinya perang Diponegoro berlangsung pada tahun 1825 -1830 atau selama 5 tahun.

Penyebab Perang Diponegoro

Pangeran Diponegoro bersama pasukannya melakukan perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda yang berlangsung selama 5 tahun, mulai dari tahun 1825 sampai 1830. Peperangan ini memiliki beberapa sebab di dalamnya. Penyebab terjadinya perang Diponegoro pada umumnya dapat dibagi menjadi dua jenis yakni sebab umum dan sebab khusus. Di bawah ini terdapat beberapa sebab perang Diponegoro secara umum yaitu sebagai berikut:

  • Kalangan para ulama yang merasa kecewa karena budaya barat yang masuk tidak sesuai dengan ajaran pada agama Islam.
  • Semakin sempitnya wilayah kesultanan Mataram dan mulai hilangnya kedaulatan para raja sebagai bentuk pengusaha Pribumi.
  • Masalah kesultanan yang memperoleh campur tangan dari Belanda.
  • Kekecewaan dari sebagian bangsawan karena adat istiadat keraton tidak diikuti oleh pihak Belanda.
  • Kekecewaan yang dirasakan oleh para bangsawan karena sistem penyewaan tanah sejak tahun 1824 dari para bangsawan kepada perani dihapus oleh Belanda.
  • Semakin menderitanya kehidupan rakyat dan harus melakukan kerja paksa serta membayar berbagai jenis pajak. Adapun beberapa pajak yang harus dibayar yaitu pajak jumlah pintu, pajak pindah rumah, pajak menerima jabatan atau menyewa tanah pajak tanah, pajak ternak dan pajak pindah nama.

Sebab umum perang Diponegoro di atas dijadikan sebagai latar belakang perang Diponegoro. Bahkan adapula sebab lainnya yaitu pemasangan patok tanpa izin dari Belanda di sekitar makam lelulur pangeran Diponegoro di Tegalrejo untuk membangun jalan. Sebab inilah yang membuat Pangeran Diponegoro menentang pemerintahan Belanda.

Selain penyebab perang Diponegoro secara umum tersebut adapula sebab khusus perang Diponegoro. Sebab perang Diponegoro secara khusus yaitu pihak Belanda yang melakukan provokasi terhadap pembuatan jalan yang rencananya akan membongkar makam keramat serta menerobos tanah milik Pangeran Diponegoro. Pihak Belanda memiliki keinginan untuk berkompromi dengan Diponegoro, namun ditolak olehnya dan membuat kekuasaan pangeran Diponegoro tersingkir. Pangeran Diponegoro cenderung lebih memusatkan perhatiannya pada perkembangan keagamaan dan memilih tinggal di Tegalrejo. Pangeran diponegoro di kala itu melakukan perlawanan atas dukungan dari berbagai wilayah dan membangun pertahanan di Selarong untuk memperkuat pasukannya.

Sejarah Perang Diponegoro

Setelah menjelaskan tentang sebab perang Diponegoro secara umum dan khusus diatas, selanjutnya saya akan membahas tentang proses terjadinya perang Diponegoro. Pangeran Diponegoro melakukan peperangan secara gerilya bersama pasukannya. Namun pihak Belanda menjalankan strategi untuk membangun benteng di berbagai tempat kekuasaan di bawah pimpinan dari Gubernur Jenderal Van den Capellen. Selain itu gerakan pasukan Diponegoro juga dipersempit oleh pihak Belanda.

Baca juga : 34 Nama Provinsi di Indonesia Beserta Rumah Adat, Tarian Adat, Pakaian, dan Senjata Tradisional

Latar belakang perang Diponegoro tersebut memang disebabkan oleh beberapa hal di atas. Pangeran Diponegoro pada akhirnya menerima perundingan dengan Belanda di Magelang karena kedudukan Diponegoro diperlemah. Namun tidak ada kesepakatan dalam perundingan tersebut sehingga pertemuan memperoleh kegagalan. Karena kegagalan tersebut pada akhirnya dilakukan penangkapan kepada pangeran Diponegoro serta ia dipindahkan menuju Manado dan Makassar. Perang Diponegoro berdampak terhadap kurangnya kekuasaan wilayah Surakarta dan Yogyakarta karena berlangsungnya perang selama 5 tahun. Bahkan kas milik Belanda juga banyak yang berkurang.

Akhir Perang Diponegoro

Selain penjelasan tentang penyebab perang Diponegoro dan proses terjadinya perang Diponegoro. Adapula pembahasan mengenai akhir perang Diponegoro. Pasukan Belanda yang digunakan dalam peperangan Sumatera Barat ditarik untuk menghadapi perang Diponegoro. Selain menghadapi Diponegoro, Belanda dikala itu juga sedang menghadapi perang Padri. Pada akhirnya kedua belah pihak harus dilawan oleh Belanda. Bahkan mereka bersatu untuk melawan kolonial Belanda dengan menggulingkannya.

Akhir perang Diponegoro ditandai dengan seluruh bangsawan Jawa mengakhiri perlawanannya di kala itu. Bahkan jumlah penduduk juga menyusut setelah perang Diponegoro berakhir.

Sekian penjelasan mengenai penyebab perang Diponegoro beserta proses terjadinya Perang Diponegoro lengkap. Sebab perang Diponegoro tersebut dapat berupa sebab umum maupun sebab khusus. Sebenarnya masih banyak perang perang yang pernah terjadi di Indonesia. Untuk itu kita sebagai generasi muda harus bangga dan menghormati jasa jasa para pahlawan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *