Ciri Ciri Fungi (Jamur) Beserta Klasifikasinya Lengkap

Diposting pada

Ciri Ciri Fungi (Jamur) Beserta Klasifikasinya Lengkap – Pengertian fungi atau jamur ialah organisme eukariotik yang umumnya tidak memiliki motil dan mempunyai dinding sel. Ciri ciri jamur tersebut hampir sama dengan tumbuhan, tetapi klorofil tidak dimiliki oleh organisme fungi. Untuk itu pelaksanaan proses fotosintesis tidak dilakukan oleh fungi. Fungi termasuk dalam kategori organisme heterotrof yang serupa dengan sel hewan. Apakah anda tahu apa saja klasifikasi fungi itu? Fungi/jamur secara tradisional memiliki beberapa sifat yang hampir sama dengan tumbuhan sehingga termasuk dalam kingdom plantae. Akan tetapi fungi memiliki klasifikasi yang unik dan modern sehingga kingdom ini dipisahkan dengan kingdom animalia dan kingdom plantae

Fungi memiliki sekitar 50.000 spesies sehingga membuat kingdom ini memiliki klasifikasi cukup besar. Akan tetapi didalamnya terdapat ciri ciri fungi yang berbeda beda jika dilihat dari segi reproduksi, strukur dan fisiologinya. Penemuan jamur/fungi tersebut berada di permukaan sayuran busuk yang berbentuk kapang, sebagai cendawan dan ragi dalam roti. Untuk itu penampilan yang dimiliki oleh fungi disesuaikan dengan spesiesnya masing masing. Apakah anda tahu apa saja klasifikasi fungi itu? Ilmu yang membahas tentang sifat fisiologi dan morfologi fungi dinamakan dengan mikologi. Dalam bahasa Yunani, kata mikologi berasal dari “Mykos” yang artinya Cendawan atau fungi dengan bentuk payung.

Ciri Ciri Fungi Beserta Klasifikasinya Lengkap
Struktur Tubuh Fungi/Jamur

Seperti yang telah saya katakan di atas bahwa pengertian jamur ialah organisme heterotrof yang nutrisinya dapat dicukupi dengan bahan organik dari luar tubuhnya. Kehidupan fungi sebagai organisme saprofit berada di bahan bahan atau benda benda organik yang sudah mati. Saprofit akan meghasilkan bahan organik sederhana yang berasal dari sisa bahan hewan atau tumbuhan yang telah dihancurkan. Pengertian fungi secara sederhana ialah tubuh buah menyerupai bentuk payung yang terdapat dalam permukaan media tumbuh dalam sekelompok Basidiomycota. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang ciri ciri fungi beserta klasifikasi fungi lengkap. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Ciri Ciri Fungi (Jamur) Beserta Klasifikasinya Lengkap

Fungi/jamur pada umumnya diartikan sebagai sebuah organisme yang tidak memiliki klorofil dan bersifat eukariotik. Reproduksi fungi/jamur tersebut dapat dilakukan secara aseksual sehingga menciptakan kuncup, fragmentasi dan spora. Akan tetapi secara seksual, fungi juga dapat bereproduksi seperti basidiospora, zigospora dan askospora. Tempat hidup fungi atau jamur berada di air laut, tempat asam, tempat lembab, air tawar dan akan menghasilkan lumut karena melakukan simbiosis dengan ganggang. Jamur pada umumnya dapat dimakan oleh manusia, namun hanya beberapa jenis saja.

Baca juga : Pediksi dan Latihan Soal UN IPA SD 2020 Beserta Kunci Jawabannya Terlengkap

Manusia memakan beberapa jamur yang aman karena dapat digunakan sebagai obat. Akan tetapi adapula beberapa jamur yang tidak boleh dimakan karena bersifat racun. Adapun beberapa contoh jamur yang dapat dimakan seperti Pleurotus (jamur tiram), Agaricus campestris (jamur kancing), Lentinus edulis (jamur shiitake), Volvariela volvacea (jamur merang), dan Auricularia polytricha (jamur kuping). Di bawah ini terdapat ciri ciri fungi dan klasifikasi fungi yaitu sebagai berikut:

Klasifikasi Jamur

Ada banyak sekali jenis jamur yang tumbuh di seluruh penjuru bumi. Mulai dari jamur berukuran kecil hingga besar, warga dasar maupun terang, hingga perbedaan karakteristik lainnya. Adanya perbedaan antar spesies fungi ini disebabkan oleh beberapa hal, lingkungan misalnya.  Memahami ciri ciri fungi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan karena setiap jenisnya memiliki karakteristik yang berbeda tapi hampir sama.

Maka dari itu diperlukan adanya pemahaman tentang klasifikasi fungi terlebih dahulu. Berbagai jenis fungi sebenarnya sudah banyak dibahas di buku pelajaran SMP dan SMA. Deskripsi dari masing-masing jenis jamur juga bisa kita baca lewat internet dengan mudahnya. Namun, tidak ada salahnya jika mengulang materi klasifikasi fungi sekali lagi untuk memperkuat landasan teori yang kita miliki. Adapun beberapa macam jamur yaitu sebagai berikut:

Zygomycota

Macam fungi yang pertama ialah Zygomycota. Zygomycota memiliki beberapa contoh spesies di dalamnya seperti Rhizopus Stoloniferus dan Rhizopus Nigricans. Selain itu Zygomycota juga memiliki beberapa karakteristik atau ciri ciri di dalamnya. Adapun ciri ciri jamur Zygomycota yaitu meliputi:

  • Kehidupan jamur ini berperan sebagai saprofit.
  • Memiliki sel banyak dalam tubuhnya dan terdapat anyaman tidak bersekat pada hifanya.
  • Menghasilkan spora dalam proses reproduksi aseksual dan menghasilkan zigospora dalam proses reproduksi seksual menggunakan dua hifa yang berkonjungsi.
  • Tempat hidup hampir seluruh anggotanya berada di darat.

Ascomycota

Klasifikasi fungi selanjutnya ialah Ascomycota. Ascomycota memiliki beberapa contoh spesies di dalamnya seperti Penicillium notatumn, Aspergillus wentii, Sacharomyces cerevisae (ragi) dan Penicellium chrysogenum. Selain itu Ascomycotajuga memiliki beberapa karakteristik atau ciri ciri di dalamnya. Adapun ciri ciri fungi Ascomycota yaitu meliputi:

  • Mempunyai kantong atau askus dalam struktur khususnya.
  • Memiliki struktur multiseluler dan uniseluler dalam tubuhnya.
  • Memiliki banyak inti dan bersekat hifanya.
  • Melakukan kehidupan sebagai saprofit, parasit dan membentuk lumut kerak (Lichener) dengan cara simbiosis terhadap ganggang.
  • Menghasilkan tunas dalam proses reproduksi vegetatif, menghasilkan konidia dan spora dalam reproduksi mutiseluler serta menghasilkan askospora dalam proses reproduksi generatif yang menciptakan askus.

Baca juga : Alat Alat Laboratorium Beserta Fungsi Dan Gambarnya

Basidiomycota

Klasifikasi jamur selanjutnya ialah Basidiomycota. Basidiomycota memiliki beberapa contoh spesies di dalamnya seperti Volvariela volvacae (Jamur merang), Amanita phalloides dan Amanita muscaria (jamur beracun), Ustilago maydis (Jamur api), serta Auricularia polytricha (jamur kuping). Selain itu Basidiomycota juga memiliki beberapa karakteristik atau ciri ciri di dalamnya. Adapun ciri ciri jamur Basidiomycota yaitu meliputi:

  • Memiliki miselium dengan sekat sekat.
  • Memiliki jalinan benang hifa dalam basidiokarp.
  • Menghasilkan basidium dalam melakukan produksi 4 spora bertangkai dan terdapat gelembung di ujung miseliumnya.
  • Secara seksual dapat berkembang biak dengan basidiospota dan dengan konidispora secara aseksual.
  • Ukuran jenis jamur ini banyak berupa makroskopis karena hidupnya dapat sebagai saprofit maupun parasit.

Deuteromycota

Klasifikasi fungi selanjutnya ialah Deuteromycota. Deuteromycota memiliki beberapa contoh spesies di dalamnya seperti Monillia sitophila (jamur oncom), Curvularia sp, Trighophyton sp, Ephidermophyton floocosum, dan Microsporum sp. Selain itu Deuteromycota juga memiliki beberapa karakteristik atau ciri ciri di dalamnya. Adapun ciri ciri fungi Deuteromycota yaitu meliputi:

  • Funginya tidak sempurna.
  • Memiliki sekat dalam hifanya.
  • Kehidupannya berperan sebagai parasit maupun saprofit.
  • Ukuran tubuhnya berupa mikroskopis.

Ciri Ciri Jamur Secara Umum

Setelah membahas tentang klasifikasi jamur di atas. Selanjutnya saya akan membahas tentang ciri ciri jamur secara umum. Jamur termasuk dalam organisme kelompok eukariotik. Pada umumnya jamur memiliki sel banyak atau multiseluler. Jamur sebenarnya berbeda dengan organisme lainnya karena memiliki ciri ciri yang berbeda, baik dari segi struktur tubuh, reproduksi, cara makan dan pertumbuhannya. Berikut penjelasan selengkapnya:

Struktur Tubuh

Ciri ciri fungi yang pertama ditinjau dari segi struktur tubuhnya. Jamur memiliki struktur tubuh yang disesuaikan dengan jenisnya. Adapula jamur bersel satu (Khamir) maupun multiseluler serta ukurannya mencapai satu meter karena tubuhnya cukup besar (jamur kayu). Komponen dasar yang menyusun tubuh jamur dapat berupa hifa. Jaringan yang dibentuk oleh hifa dinamakan dengan miselium. Susunan miselium akan menjadi tubuh buah yang berasal dari jalinan semu.

Baca juga : Urutan Organisasi Kehidupan dari Terkecil ke Terbesar Terlengkap

Pengertian hifa ialah dinding pipa yang menyusun struktur tubuh seperti benang. Dinding tersebut mengelilingi sitoplasma hifa dan membran plasma. Kandungan dalam sitoplasma ini dapat berupa organel eukariotik. Hifa kebanyakan memiliki septa atau dinding melintang yang membatasinya. Septa memiliki cukup banyak pori besar untuk dilalui oleh inti sel, ribosom dan mitokondria dari sel yang mengalir ke sel lainnya. Namun adapula hifa yang berupa hifa senisitik atau tidak memiliki septa.

Habitat Jamur dan Cara Makan

Ciri ciri fungi selanjutnya ditinjau dari segi habitat dan cara makan jamur. Jamur hampir semuanya memiliki sifat heterotrof. Akan tetapi jamur tidak mencerna dan memangsa makanan seperti halnya organisme lainnya. Jamur dapat memperoleh makanan dari zat organik yang diserap melalui miselium dan hifa dari lingkungannya. Setelah itu zat disimpan dalam wujud glikogen. Untuk itu jamur berperan sebagai konsumen yang disesuaikan dengan adanya subtrat karena menghasikan senyawa kimia, karbohifrat, vitamin dan protein. Pemerolehan semua zat ini berasal dari lingkungan.

Selain itu adapula ciri ciri jamur lainnya yaitu memiliki sifat berupa saprofit, parasit obligat atau parasit fakultatif karena berperan sebagai makhluk heterotrof. Jamur memiliki cara hidup dengan cara bersimbiosis mutualisme. Kemudian adapula habitat jamur yang beraneka ragam lingkungannya dan banyak melakukan asosiasi dengan organisme lain. Tempat hidup fungi kebanyakan berada di darat, namun adapula yang berada di air pula. Biasanya jamur yang habitatnya di air termasuk dalam kelas Oomycetes dan memiliki sifat saprofit atau parasit.

Reproduksi dan Pertumbuhan

Ciri ciri fungi selanjutnya ditinjau dari segi reproduksi dan pertumbuhannya. Jamur melakukan reproduksi secara vegetatif (aseksual) maupun generatif (seksual). Jamur yang melakukan reproduksi secara aseksual akan menghasilkan spora yang berbeda ukuran dan bentuknya. Spora ini dapat bersifat multiseluler maupun uniseluler. Jamur dapat memperbanyak dirinya jika kondisi habitatnya sesuai. Spora aseksual yang dihasilkan cukup banyak. Spora ini akan tumbuh dan berkecambah untuk menjadi jamur dewasa jika tempat hidupnya cocok.

Kemudian jamur juga dapat bereproduksi secara seksual dengan cara konjugasi dan berkontak dengan gametangium. Kontak gametangium akan menghasilkan singami atau dua sel individu yang bersatu. Terjadinya singami dapat dilakukan dengan dua tahap seperti tahap peleburan sitoplasma (plasmogami) dan peleburan inti (kariogami).

Sekian penjelasan mengenai ciri ciri fungi beserta klasifikasi fungi lengkap. Pengertian fungi ialah organisme eukariotik yang umumnya tidak memiliki motil dan mempunyai dinding sel. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *