Dampak Akibat Revolusi Bumi Beserta Penjelasannya Terlengkap

Diposting pada

Dampak Akibat Revolusi Bumi Beserta Penjelasannya Terlengkap – Perputaran bumi pada porosnya mengakibatkan terjadinya rotasi bumi. Selain itu bumi juga melakukan gerakan revolusi untuk mengelilingi matahari. Apakah anda tahu akibat revolusi di muka bumi itu? Pengertian revolusi bumi ialah gerakan karena gravitasi yang membuat bumi dapat mengelilingi titik pusatnya. Peredaran bumi yang melakukan gerak mengelilingi Matahari memiliki bentuk lintasan sedikit lonjong sehingga tidak bulat. Perputaran bumi pada porosnya sebanyak sekali dalam sehari pertama kali dikemukakan oleh Copernicus. Dalam setahun, bumi memang melakukan gerakan mengelilingi Matahari sebanyak sekali.

Revolusi bumi sendiri dapat diartikan sebagai gerakan bumi dalam peredarannya untuk mengelilingi matahari. Revolusi bumi sendiri adalah akibat dari proses tarik menarik antara gaya gravitasi bumi dengan gaya gravitasi matahari. Disisi lain adapula rotasi bumi yang merupakan proses bumi berputar pada porosnya. Akibat rotasi bumi dengan akibat revolusi bumi tentunya berbeda karena gerakannya pun juga berbeda. Bumi melakukan revolusi mengelilingi matahari sebanyak satu kali sama dengan 365 ¼ hari. Arah revolusi bumi ini sedikit miring menuju matahari dan membentuk sudut 23,5° sehingga arahnya tidak tegak lurus dengan bidang ekliptika. Sudut yang dibentuk tadi dapat dinamakan dengan sumbu rotasi. Pengukuran sudut tersebut menggunakan garis imajiner yang menggabungkan kutub selatan dengan kutub utara.

Akibat Revolusi Bumi Beserta Penjelasannya Terlengkap
Akibat Revolusi di Bumi

Bumi adalah salah satu jenis planet yang terdapat dalam tata surya. Bumi tersebut mengelilingi pusat tata surya (Matahari) selayaknya planet lainnya. Proses bumi dalam mengelilingi matahari ini bernama revolusi bumi dengan waktu peredaran sekitar 365 hari. Dari sini terdapat beberapa akibat revolusi di bumi dan dampak revolusi bumi yang tercipta. Nah pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang akibat revolusi bumi beserta penjelasan terlengkap. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Dampak Akibat Revolusi Bumi Beserta Penjelasannya Terlengkap

Materi revolusi bumi sebenarnya sudah banyak sekali dibahas dalam berbagai kesempatan. Dalam silabus pendidikan pun revolusi bumi menjadi bahan ajar wajib yang harus dihafalkan siswa. Berbagai teori, penjelasan, serta dampak revolusi bumi juga bisa kita temukan pada buku pedoman siswa serta LKS sains yang beredar. Tidak hanya itu saja, dengan perkembangan teknologi kita pun bisa mengakses materi revolusi bumi lewat internet secara instan.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa pengertian revolusi bumi ialah gerakan Bumi dalam peredaran orbitnya untuk mengelilingi Matahari. Dalam orbitnya, bumi mengelilingi Matahari selama 365 ¼ hari dalam waktu tempuhnya. Satu tahun surya tersebut sama dengan 365¼ hari. Pada umumnya akibat revolusi di muka bumi disebabkan oleh gaya tarik menarik antara gravitasi bumi dengan gravitasi matahari. Tidak hanya bumi, namun planet lainnya juga melakukan rotasi dan revolusi sesuai dengan urutannya masing masing.

Baca juga : Pendekatan Geografi (Spasial, Ekologi dan Regional) dan Contoh

Contoh dampak yang ditimbulkan oleh revolusi bumi dalam kehidupan manusia yaitu terjadi pergantian musim di belahan selatan maupun belahan utara. Pergantian musim akibat revolusi bumi ini dapat berupa musim dingin, musim panas, musim semi dan musim gugur. Akibat revolusi di bumi memang memang dapat mempengaruhi keadaan di bumi. Di bawah ini terdapat beberapa jenis dampak dari revolusi bumi yaitu sebagai berikut:

Perbedaan Lama Siang dan Malam

Taukah kamu bahwa siang dan malam yang terjadi berbeda? ternyata durasi siang dan malam ditentutan dan berubah setiap beberapa periode dalam setahun. jadi tidak heran jika terkadang siang lebih lama daripada malam maupun sebaliknya. Hal ini disebabkan beberapa faktor yang akan kita bahas pada penjelasan di bawah.

Akibat dari revolusi bumi yang pertama ialah terjadinya perbedaan lamanya siang dan malam. Di beberapa negara memang terjadi perbedaan waktu malam dan siang karena pengaruh revolusi bumi. Perbedaan waktu ini terjadi di belahan bumi selatan maupun utara karena didasarkan pada letak negaranya. Terjadinya perbedaan lama waktu malam dan siang ini dikarenakan adanya sumbu bumi yang miring pada bidang ekliptika maupun akibat revolusi di muka bumi ini. Lamanya waktu siang yang berbeda dengan waktu malam ini secara umum dapat dibagi menjadi beberapa periode setiap tahunnya yaitu meliputi:

Periode 21 Maret – 23 September

Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya bahwa perbedaan durasi siang malam bisa terjadi karena pengaruh perputaran bumi pada sumbunya. Akibat revolusi bumi tersebut waktu bisa dibagi menjadi tiga setiap periodenya. Periode ini terjadi setiap tahunnya karena dampak revolusi bumi. Dalam periode 21 Maret hingga 23 September terdapat beberapa peristiwa yaitu sebagai berikut:

  • Letak Matahari jauh dari kutub selatan dan dekat dengan kutub utara.
  • Sinar Matahari terpapar di belahan bumi utara yang lebih lama daripada belahan bumi selatan.
  • Pergeseran Matahari menuju arah utara Bumi.
  • Pada tanggal 21 Juni terdapat peristiwa Matahari dengan kutub utara Bumi yang jaraknya paling dekat. Hal ini terlihat oleh pengamat khatulistiwa bahwa pergeseran matahari ke utara membentuk sudut 23,5°.
  • Terjadi waktu siang selama 24 jam untuk beberapa daerah yang letaknya dekat dengan kutub utara. Sedangkan di daerah lainnya terjadi 24 jam waktu alam untuk yang dekat dengan kutub selatannya.

Periode 23 September – 21 Maret

Sedikit buku pegangan yang menjelaskan periode perbedaan waktu siang dan malam. Namun dengan adanya internet kita bisa mengetahuinya dengan mudah. Periode ini terjadi setiap tahunnya karena akibat revolusi bumi. Dalam periode 23 September hingga 21 Maret terdapat beberapa peristiwa yaitu sebagai berikut:

Baca juga : Peta Benua Asia Lengkap Dengan Batas Wilayah dan Negara Negaranya

  • Letak Matahari jauh dari kutub utara dan dekat dengan kutub selatan.
  • Sinar Matahari terpapar di belahan bumi selatan yang lebih lama daripada belahan bumi utara.
  • Waktu siang di belahan bumi selatan lebih lama daripada belahan bumi sebelah utara.
  • Pergeseran Matahari menuju arah selatan Bumi.
  • Pada tanggal 22 September terdapat peristiwa Matahari dengan kutub selatan Bumi yang jaraknya paling dekat. Hal ini terlihat oleh pengamat khatulistiwa bahwa pergeseran matahari ke selatan membentuk sudut 23,5°.
  • Terjadi waktu siang selama 24 jam untuk beberapa daerah yang letaknya dekat dengan kutub selatan. Sedangkan di daerah lainnya terjadi 24 jam waktu alam untuk yang dekat dengan kutub utaranya.

Periode 21 Maret – 23 Desember

Periode ini terjadi setiap tahunnya karena akibat revolusi di bumi. Dalam periode 21 Maret hingga 23 Desember terdapat beberapa peristiwa yaitu sebagai berikut:

  • Matahari di kutub selatan memiliki jarak yang sama dengan kutub utara.
  • Sinar Matahari yang diterima di belahan bumi selatan sama banyaknya dengan belahan bumi utara.
  • Lamanya waktu malam dan siang di semua permukaan bumi itu sama.
  • Di daerah khatulistiwa terdapat lintasan matahari yang terlihat di atas kepala tepat.

Perubahan Rasi Bintang

Pernahkah anda memperhatikan gugusan bintang dari hari ke hari? Jika pernah pasti anda akan menemukan sebuah fenomena. Fenomena tersebut tidak lain adalah pergeseran rasi bintang secara bertahap. Karena bumi berputar mengelilingi matahari secara otomatis ruang pandang angkasa pun juga akan berubah.

Dampak revolusi bumi selanjutnya ialah terjadi perubahan pada rasi bintang. Rasi bintang sendiri dapat diartikan sebagai sekumpulan bintang di langit dengan berbagai pola yang terbentuk. Bahkan dalam ilmu astrologi terdapat asosiasi pola rasi bintang. Bintang bintang yang membentuk pola ini memang berubah karena revolusi bintang sehingga perubahannya terjadi pada setiap bulannya. Untuk itu di suatu waktu akan terdapat rasi bintang yang berbeda kelihatannya dengan waktu lainnya. Hal ini disesuaikan dengan waktu pengamatan rasi bintangnya.

Terjadi Gerak Semu Tahunan Matahari

Dampak revolusi bumi yang satu ini sangat mudah diamati bahkan dengan mata terbuka sekalipun. Apakah anda pernah mengamati darimana matahari terbit? tentu saja dari timur, namun apakah selalu demikian? tentu saja tidak. Matahari akan terbit dari arah timur yang condong ke utara dan terbenam pada sumbu yang sama pula. Namun seiring berjalannya waktu posisi tersebut akan terus bergeser ke selatan secara bertahap.

Akibat revolusi di muka bumi selanjutnya ialah terjadi gerak semu tahunan Matahari. Dalam satu tahun memang terjadi pengamatan posisi matahari. Akan tetapi pergeseran matahari seolah olah dapat terjadi karena bumi berevolusi dan melakukan gerakan terhadap sumbu rotasi yang sedikit miring. Gerak semu matahari disini dapat diartikan sebagai sebuah proses pergeseran Matahari dari posisi sebelah utara ke selatan dan sebaliknya. Dari sini matahari seolah olah melakukan gerakan, namun sebenarnya gerakan tersebut dilakukan oleh Bumi.

Baca juga : Keterkaitan Sarana Transportasi Dengan Aglomerasi Industri Lengkap

Adanya Perubahan Musim

Iklim merupakan sebuah fenomena alam misterius yang sulit untuk diprediksi. Mengapa demikian? Karena setiap tahunnya iklim selalu berubah ubah dan tidak ada pola khusus yang menandainya. Perubahan iklim terjadi sebagai dampak revolusi bumi mengelilingi matahari. Hal ini sekaligus menjelaskan kenapa cuaca dan musim yang berganti tidak pernah akurat setiap tahunnya.

Akibat revolusi di muka bumi selanjutnya ialah terjadi perubahan musim. Perubahan musim ini terjadi di belahan bumi selatan maupun utara seperti musim dingin, musim panas, musim semi maupun musim gugur. Terjadinya perubahan musim ini pada umumnya berlangsung di beberapa tanggal tertentu saja. Hal ini dikarenakan didasarkan pada gerakan Bumi dalam mengelilingi Matahari. Untuk itulah di belahan bumi selatan dan utara terdapat berbagai negara yang terkena dampaknya. Berikut penjelasan terjadinya perubahan musim yaitu diantaranya:

Belahan Bumi Utara

  • Pada tanggal 21 Maret – 21 Juni terjadi musim semi.
  • Pada tanggal 21 Juni – 23 September terjadi musim panas.
  • Pada tanggal 23 September – 22 Desember terjadi musim gugur.
  • Pada tanggal 22 Desember – 21 Maret terjadi musim dingin.

Belahan Bumi Selatan

  • Pada tanggal 23 September – 22 Desember terjadi musim semi.
  • Pada tanggal 22 Desember – 21 Maret terjadi musim panas.
  • Pada tanggal 21 Maret – 22 Juni terjadi musim gugur.
  • Pada tanggal 21 Juni – 23 September terjadi musim dingin.

Akibat revolusi bumi tersebut memang menyebabkan beberapa perubahan musim. Namun untuk perubahan musim yang terjadi di negara khatulistiwa hanya terdiri dari musim hujan dan musim panas saja. Misalnya saja negara Indonesia yang hanya terjadi musim hujan dan musim panas dalam setahun karena letaknya mendekati garis khatulistiwa.

Penetapan Kalender Masehi

Akibat revolusi di muka bumi selanjutnya dapat digunakan untuk menetapkan kalender Masehi. Kalender masehi dapat diartikan sebagai sistem penanggalan Internasional yang banyak digunakan. Dalam kalender ini terdapat 12 bulan dalam setahun dan sekitar 365 atau 366 hari, mulai dari Januari hingga Desember. Penetapan kalender Masehi ini memang didasarkan pada proses terjadinya revolusi Bumi. Bumi yang beredar pada porosnya memang digunakan untuk proses penanggalan sekarang ini. Selain itu adapula kalender Hijriyah yang didasarkan pada sistem komariyah atau peredaran bulan.

Pada dasarnya terdapat banyak sekali dampak yang timbul akibat revolusi bumi (bumi mengelilingi matahari). Kita bisa mempelajarinya melalui berbagai media baik itu buku, penjelasan guru, internet maupun pengamatan secara langsung. Sekian penjelasan mengenai akibat revolusi bumi terlengkap. Revolusi bumi memang mengakibatkan beberapa peristiwa seperti perubahan musim, perubahan rasi bintang, perbedaan waktu siang dan malam, penetapan kalender Masehi serta terjadi gerak semu matahari tahunan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *