Contoh Kritik Sastra Beserta Pengertian, Fungsi, Manfaat dan Pendekatannya

Diposting pada

Contoh Kritik Sastra Beserta Pengertian, Fungsi, Manfaat dan Pendekatannya – Dalam pelajaran Bahasa Indonesia terdapat membelajaran mengenai kritik sastra. Apa yang dimaksud kritik sastra itu? Apa pengertian kritik sastra? Apa saja fungsi kritik sastra? Apa saja manfaat kritik sastra? Apa saja bentuk pendekatan kritik sastra itu? Menurut bahasa Yunani, istilah kritik secara etimologis dapat diartikan sebagai “Krites” yang artinya “Hakim”. Asal kata Krites ini bermula dari kata “Krienein” yang bermakna menimbang, menghakimi dan membandingkan. Kemudian asalnya juga bermula dari “Kritikos” yang artinya “Hakim kasustraan” dan “Kriteon” bermakna “Dasar Penghakiman”. Kata kritik tersebut memang berdasar dari bentuk krites tersebut. 

Pengertian kritik sastra secara harfiah adalah usaha dalam karya sastra untuk menentukan nilainya dalam bentuk memberi pertimbangan melalui penafsiran dan pemahaman sistematik, memberi pujian serta mengatakan kesalahan yang terjadi di dalamnya. Pengertian inilah yang nantinya berhubungan dengan manfaat kritik sastra, fungsi kritik sastra, pendekatan kritik sastra dan contoh kritik sastra. Kritik menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dapat diarikan sebagai tanggapan atau kecaman yang terkadang dilengkapi dengan pertimbangan dan uraian baik buruk terkait pendapat, suatu hasil karya dan lain lain. Kritik ini tentunya tidak dapat disamakan dengan essai.

Contoh Kritik Sastra Beserta Pengertian, Fungsi, Manfaat dan Pendekatannya
Kritik Sastra

Esai dapat dijadikan sebagai karangan prosa yang menjelaskan secara sepintas mengenai sebuah masalah sesuai dengan sudut pandang penulis pribadi. Untuk itu kritik sastra ini tidak dapat disamakan dengan esai dalam kaya sastra. Sebuah karya sastra tidak akan mengalami perkembangan jika tidak memperoleh kritik kritik yang membangun dari orang lain. Dengan kritik tersebut diharapkan karya sastra dapat dikembangkan menjadi lebih baik. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang pengertian kritik sastra, manfaat kritik sastra, fungsi kritik sastra, pendekatan kritik sastra dan contoh kritik sastra. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Contoh Kritik Sastra Beserta Pengertian, Fungsi, Manfaat dan Pendekatannya

Secara umum pengertian kritik sastra ialah sebuah bidang pemeriksaan dalam karya sastra yang berguna untuk menilai atau memberikan keputusan terkait karya tersebut. Orang yang memberikan kritik ini dapat disebut sebagai kritikus. Karya sastra ini tidak hanya memiliki definisi secara umum, namun juga memiliki beberapa pengertian menurut para ahli.

Baca juga : Latihan Soal UN Bahasa Indonesia SD 2020 dan Kunci Jawabannya Terlengkap

Kritik sastra menurut Rene Wellek dan Austin Warren dapat diartikan sebagai sebuah pembelajaran atau objek studi sastra untuk menilai, menganalisis dan menafsirkan karya sastra tersebut. Kemudian menurut Graham Hough, kritik sastra merupakan hal yang tidak hanya dibatasi oleh penyuntingan, pertimbangan nilai, penerapan teks dan interpretasi saja. Namun masalah yang dibahas dengan kritik sastra ini cukup luas seperti apa hubungan, apa kesastraan dan bagaimana cara menyelesaikan masalah kemanusiaan yang tersedia. Adapula definisi kritik sastra menurut Abrams yaitu cabang ilmu yang berhubungan dengan penerangan, klasifikasi, penilaian dan perumusan karya sastra.

Di bawah ini terdapat penjelasan mengenai manfaat kritik sastra, fungsi kritik sastra, pendekatan kritik sastra dan contoh kritik sastra yaitu sebagai berikut:

Fungsi Kritik Sastra

Setelah menjelaskan tentang pengertian kritik sastra secara umum maupun menurut para ahli. Selanjutnya saya akan membagikan beberapa fungsi dari kritik sastra. Kritik sastra ini memiliki beberapa fungsi seperti:

  • Untuk mengembangkan kesastraan.
  • Untuk menerangkan atau menjelaskan kepada mastarakat terkait kritik sastra dalam menilai, menganalisis dan menginterpretasi karya sastra.
  • Untuk mengembangkan karya sastra.

Manfaat Kritik Sastra

Untuk membuat contoh kritik sastra tentunya anda harus memahami apa saja manfaat yang diperoleh ketika mengkritik karya sastra. Kritik sastra ini memiliki beberapa manfaat yaitu meliputi:

Bagi Perkembangan Sastra

  • Membuat permasalahan atau cakrawala dalam karya sastra menjadi lebih luas.
  • Mendukung laju perkembangan dalam sastra, baik secara kuantitatif ataupun kualitatif.

Baca juga : Contoh Majas Pertautan Beserta Pengertian dan Jenisnya

Bagi Penulis

  • Membuat kualitas karangan menjadi meningkat.
  • Membuat wawasan penulis menjadii lebih luas, baik berhubungan dengan tema atau objek karangan, teknik bersastra, maupun bahasa dalam bersastra.
  • Membuat pengarang merasa termotivasi untuk menulis karangannya.

Bagi Pembaca

  • Membuat kemampuan dalam apresiasi karya sastra menjadi lebih meningkat.
  • Membuat pikiran dan mata hati pembaca menjadi terbuka mengenai nilai nilai yang terkandung dalam karya sastra.
  • Membuat pembaca menjadi lebih cinta dengan karya sastra.

Pendekatan Kritik Sastra

Setelah menjelaskan tentang pengertian kritik sastra, manfaat kritik sastra dan fungsi kritik sastra di atas. Selanjutnya saya akan membahas tentang pendekatan dalam kritik sastra. Pendekatan ini dapat digunakan untuk membuat contoh kritik sastra menjadi lebih baik dan bagus. Kritik sastra pada dasarnya menggunakan beberapa pendekatan seperti:

  • Pendekatan Ekspresif
  • Pendekatan Kejiwaan
  • Pendekatan Mimesis
  • Pendekatan Moral
  • Pendekatan Objektif
  • Pendekatan Pragmatis
  • Pendekatan Semiotik
  • Pendekatan Sosiologis

Contoh Kritik Sastra

Penulisan teks karya sastra pada dasarnya pasti memiliki salah satu kritik sastra di dalamnya. Agar anda lebih memahami tentang materi kritik sastra tersebut, maka perhatikan contoh pada kritik sastra di bawah ini:

Baca juga : Contoh Majas Metonimia Beserta Penjelasan Lengkap

Kritik Sastra “Kisah Harun Masa Sekolah”

Deskriptif
Karya sastra sekarang ini memang banyak yang berbentuk novel bertemakan romantisme. Novel di kalangan masyarakat memang cukup toleran, terlebih lagi bagi kaum remaja bernama Harun 1997 dari Jawa Barat. Karya ini ditulis oleh Ami Latif Qulbi. Dalam novel Harun 1997 terdapat kutipan yang sangat populer yang diucapkan.

Tajuk
Kata kata Harun ke Aprilia biasanya dikutip dan diletakkan di sampul Novel bagian belakang. Novel Harun ini memiliki sampul yang sangat sederhana tetapi menarik. Hal ini dikarenakan sampul bagian belakang dan depannya diberikan penulisan beberapa kutipan dan sosok favorit dengan sepeda motor jangkriknya.

Cerita
Novel ini memiliki kekuatan dalam hal gaya bahasa yang digunakan. Bahasa yang digunakan tersebut mudah dipahami, santai dan mudah dibaca. Selain itu sudut pandang yang digunakan ialah orang pertama sehingga slide pembaca dibiarkan masuk ke ceritanya. Bahkan diantara karakternya tidak terkesan menciptakan percakapan sehingga percakapan tersebut terlihat alami. Novel ini juga ditambahkan dengan gambar ilustrasi sehingga terasa lebih lengkap. Misalnya saja rumus Aprilia yang berada di Jawa Barat.

Kritik
Novel ini memiliki titik lemah berupa ketidakkonsistennya Harun dalam menggunakan kalimat enggak, tidak dan gak dalam narasi. Bahasa yang digunakanpun beberapa tidak pantas karena seorang geng motor mengucapkan kata kata kasar kepada Harun. Bahkan terlalu pendek pula dialognya dan banyak dialog yang sebagian besar berupa kata “hahaha” atau “heheh”. Karakter dalam novel juga banyak yang tidak diceritakan dalam cerita secara fisik.

Kesimpulan
Novel Harun 1997 pada intinya memiliki cerita yang dapat membuat pembaca terhanyut atau terbawa dalam ceritanya dan sangat baik penulisannya. Dalam cerita tersebut, Harun diciri cirikan memiliki sifat keras kepala, romantis  dan lucu sehingga sosok Harun ini membuat penasaran para pembaca. Akan tetapi lebih baik jika bahasa yang digunakan lebih baik lagi agar hal baik dari sosok Harun dapat diambil oleh pembaca.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian kritik sastra, manfaat kritik sastra, fungsi kritik sastra, pendekatan kritik sastra dan contoh kritik sastra. Kritik sastra merupakan usaha dalam karya sastra untuk menentukan nilainya dalam bentuk memberi pertimbangan melalui penafsiran dan pemahaman sistematik, memberi pujian serta mengatakan kesalahan yang terjadi di dalamnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah membaca materi kritik sastra di atas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *