Rumus Gerak Vertikal ke Bawah dan Contoh Soal

Diposting pada

Rumus Gerak Vertikal ke Bawah dan Contoh Soal – Apa yang dimaksud gerak vertikal ke bawah itu? Bagaimana cara menghitung gerak vertikal ke bawah? Bagaimana cara menyelesaikan contoh soal gerak vertikal ke bawah? Bagaimana ciri ciri gerak vertikal ke bawah itu? Gerak vertikal ke bawah tentunya berbeda dengan gerak jatuh bebas.

Hal ini dikarenakan  gerak vertikal ke bawah dilakukan oleh benda benda yang bergerak vertikal ke arah bawah karena dilempar dengan kecepatan awal tertentu. Dengan kata lain gerak vertikal ke bawah pada konsepnya hampir sama dengan gerak vertikal ke atas meskipun arahnya berbeda.

Rumus Gerak Vertikal ke Bawah dan Contoh Soal
Ilustrasi Gerak Vertikal ke Bawah

Gerak vertikal ke bawah dan ke atas pada dasarnya memiliki persamaan yang sama, kecuali pada gerak vertikal ke atas memiliki tanda negatif yang seharusnya diubah menjadi tanda positif. Seperti yang telah kita ketahui bahwa gerak vertikal ke bawah merupakan jenis gerak lurus yang tergolong dalam kategori GLBB (Gerak Lurus Berubah Beraturan).

Dalam hal ini benda mulai melakukan gerakan dengan lintasan pergerakan vertikal ke bawah dan menggunakan kecepatan awal. Dalam pembahasan mengenai materi Gerak Vertikal ke Bawah (GVB) terdapat beberapa hal yang dibahas. Hal tersebut meliputi pengertian gerak vertikal ke bawah, cara menghitung gerak vertikal ke bawah, rumus gerak vertikal ke bawah dan contoh soal gerak vertikal ke bawah.

Rumus Gerak Vertikal ke Bawah dan Contoh Soal

Fisikia termasuk salah satu mapel yang menurut saya pribadi cukup kompleks karena banyaknya materi di dalamnya. Selain teori paten, siswa diminta untuk menghafalkan pula rumus hitung dari suatu materi. Contohnya adalah ketika kalian mengerjakan soal gerak vertikal dari atas ke bawah.

Kecepatan benda pada gerak vertikal ke bawah akan dipengaruhi oleh percepatan bendanya. Kemudian percepatan ini juga akan dipengaruhi dengan gaya gravitasi sehingga percepatannya memiliki nilai yang sama dengan percepatan pada gravitasi (a = g). Kecepatan awal pada gerak vertikal ke bawah memang harus dimiliki. Jika kecepatan awal tidak dimiliki bendanya atau dengan sendirinya jatuh, maka akan terjadi GJB (Gerakan Jatuh Bebas).

Lantas apa saja ciri ciri gerak vertikal ke bawah? Apa pengertian gerak vertikal ke bawah? Bagaimana cara menghitung gerak vertikal ke bawah? Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang rumus gerak vertikal ke bawah dan contoh soal gerak vertikal ke bawah.

Ciri Gerak Vertikal

Kita dapat menjumpai contoh gerak vertikal ke bawah dalam bentuk pelemparan batu dengan ketinggian tertentu. Kita tahu bahwa gerak jatuh bebas pada dasarnya merupakan gerak vertikal ke bawah yang tidak memiliki kecepatan awal. Dengan begitu gerak vertikal ke bawah ini memiliki ciri ciri yang hampir sama dengan gerak jatuh bebas. Di bawah ini terdapat ciri ciri gerak vertikal ke bawah yaitu diantaranya:

  • Benda dilempar atau digerakkan di atas permukaan tanah dengan ketinggian tertentu.
  • Benda memiliki lintasan dalam arah vertikal berbentuk garis lurus.
  • Mempunyai kecepatan awal.
  • Perhitungan benda dilakukan dari titik paling tinggi.
  • Benda memiliki percepatan yang sama dengan percepatan pada gravitasinya (a = g).

Baca juga : Rumus Gerak Vertikal ke Atas dan Contoh Soal

Selain ciri ciri dan pengertian gerak vertikal ke bawah tersebut. Adapula beberapa rumus gerak vertikal ke bawah yang perlu anda ketahui. Selain itu adapula beberapa contoh soal gerak vertikal ke bawah yang dapat memudahkan anda memahami materi gerak vertikal ke bawah tersebut. Berikut penjelasan selengkapnya yaitu:

Rumus Pada Gerak Vertikal ke Bawah

Gerak vertikal ke bawah memiliki persamaan yang berasal dari persamaan gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Adapun beberapa persamaan pada gerak vertikal ke bawah yaitu diantaranya:

Vt = V0 + g.t
h = V0t + ½ gt²
Vt² = V0² + 2gh

Keterangan :
Vt = Kecepatan ketika t (m/s)
V0 = Kecepatan awal (m/s)
g = Percepatan gravitasi (m/s²)
h = Ketinggian (m)
t = Waktu (s)

Sebenarnya rumus gerak vertikal ke bawah (GVB) dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Adapun rumus rumus lainnya yang dapat digunakan yaitu:

Rumus Percepatan Benda

a = -g

Keterangan:
a = Percepatan
g = Gaya gravitasi (9,8 m/s² atau 10 m/s²)

Rumus Perpindahan dan Ketinggian Benda

s = s0 + v0t ± ½ at²
h = 0 + v0t − ½ gt²
h = v0t − ½ g.t²

Keterangan:
h = Perpindahan atau ketinggian (m)
v0 = Kecepatan awal (m/s)
g = Percepatan gravitasi bumi (m/s²)
t = Waktu (s)

Baca juga : Pengertian Gelombang Cahaya, Rumus, Sifat dan Contoh Soal

Contoh Soal Gerak Vertikal ke Bawah

Setelah menjelaskan tentang pengertian gerak vertikal ke bawah, ciri ciri gerak vertikal ke bawah dan rumus gerak vertikal ke bawah di atas. Selanjutnya saya akan membagikan contoh soal terkait materi gerak vertikal ke bawah ini. Berikut contoh soal dan pembahasannya yaitu:

1. Bola dilempar dari suatu bangunan bertingkat ke arah vertikal ke bawah, dimana kelajuan awalnya bernilai 20 m/s dan setelah 4 sekon dapat tiba di tanah. Tentukan kelajuan bola ketika menyentuh tanah?

Pembahasan.
Diketahui : v0 = 20 m/s; t = 4 sekon; g = 10 m/s²
Ditanyakan : v = ?
Jawab :
Contoh soal gerak vertikal ke bawah ini dapat diselesaikan dengan rumus seperti di bawah ini:
v = v0 + g . t
   = 20 + 10 . 4
   = 20 + 40
   = 60 m/s
Jadi kelajuan bola ketika menyentuh tanah ialah 60 m/s.

2. Sebuah batu dilemparkan seorang anak ke dalam sumur dimana kecepatan awalnya 9 m/s. Kemudian setelah 3 detik batu tersebut menyentuh permukaan air. Tentukan kedalam sumur tersebut?

Pembahasan.
Diketahui : v0 = 9 m/s; t = 3 sekon; g = 10 m/s²
Ditanyakan : h = ?
Jawab :
Contoh soal di atas dapat diselesaikan dengan rumus gerak vertikal ke bawah seperti di bawah ini:
h = Vo.t + ½ g.t²
    = 9 . 3 + ½ . 10 . 3²
    = 27 + 45
    = 72 m
Jadi kedalam sumur tersebut ialah 72 m.

Sekian penjelasan mengenai rumus gerak vertikal ke bawah dan contoh soal gerak vertikal ke bawah. Gerak vertikal ke bawah (GVB) dapat diartikan sebagai gerak lurus yang bendanya mulai melakukan gerakan dengan lintasan pergerakan vertikal ke bawah dan menggunakan kecepatan awal. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terimakasih telah berkunjung di blog ini.