Fungsi, Jenis, dan Karakteristik Dioda

Diposting pada

Fungsi, Jenis, dan Karakteristik Dioda – Jaman dahulu telah ditemukan berbagai komponen elektronik yang berguna dalam sebuah rangkaian. Komponen elektronika tersebut masih berukuran besar. Seiring berkembangnya jaman komponen tersebut juga terus mengalami peningkatan kualitas. Kini untuk membuat rangkaian listrik kalian tak memerlukan komponen besar.

Ketika menginjak bangku SMP kalian pasti akan sangat familiar dengan apa itu dioda, kondensator, transistor dan sebagainya. Penggunaan alat tersebut biasanya juga disampaikan secara praktek. Sayangnya, tak sedikit siswa gagal membuat rangkaian listrik karena salah memilih jenis dioda.

Dalam dunia industri elektronik memang mengalami perubahan yang cukup besar. Dari tahun 1940an munculah komponen elektronik pertama kali yang bernama transistor. Pada tahun tersebutlah yang menjadi titik awal dalam perkembangan partikel yang lebih komplek mulai dari ukuran komponen hingga kecanggihannya yang masih bertahan sampai sekarang. Komponen diodapun juga diciptakan dengan karakteristik yang lebih komplek.

Dioda merupakan komponen semi konduktor yang berkembang akibat penemuan manusia dalam penelitian ilmu rekayasa material. Kali ini saya akan menjelaskan secara rinci dan lengkap mengenai fungsi dioda, jenis jenis dioda dan karakteristik dioda. Berikut uraian selengkapnya.

Fungsi, Jenis, dan Karakteristik Dioda

Elektronika menjadi salah satu mata pelajaran yang menurut saya cukup menyenangkan untuk disimak. Karena setiap pembelajarannya melibatkan kegiatan praktikum maka materi pun menjadi mudah untuk diterima siswa. Meski demikian, ternyata masih ada pula sebagian yang mengeluh sulit menghafalkan berbagai komponen elektronika.

Misalnya ketika masuk ke materi rangkaian listrik dimina kita akan bertemu istilah dioda, anoda, maupun katoda. Nah, mari kita fokuskan pembahasan pada dioda saja yang notabenya berfungsi untuk menghantarkan serta menghambat arus listrik tertentu.

Pada dasarnya, setiap jenis dioda memiliki karakteristik dan fungsi berbeda-beda. Materi yang membahas komponen elektronika tersebut sebenarnya bisa kita jumpai di buku LKS. Guru pun pasti akan menyampaikannya secara intensif mengingat fungsi dioda sering muncul sebagai butir soal ujian.

Untuk membantu kalian memahami materi yang berkaitan dengan rangkaian listrik. Maka dalam artikel singkat kali ini kita akan membahas lebih dalam jenis dioda, fungsi dioda, beserta karakteristiknya. Tapi sebelum menuju topik utama alangkah baiknya kalian mengetahui definisi komponen itu lebih dulu.

Apa Itu Dioda

Dioda adalah partikel aktif yang bersifat semikonduktor dengan susunan sambungan/junction P-N (Positif-Negatif). Dioda memiliki sifat untuk menghantarkan arus listrik pada tegangan maju serta menghambat harus listrik pada tegangan balik. Dioda tercipta dari dua komponen yang berdekatan seperti anoda dan katoda. Dioda semikonduktor ini hanya berguna untuk melintaskan arus yang searah atau forward. Maka dari itu partikel ini biasanya digunakan sebagai penyearah arus.

Singkatnya, kalian bisa membayangkan Dioda layaknya sebuah katup. Apabila air mengalir dari belakang menuju depan maka katupnya akan terbuka. Namun apabila didepan katup terdapat pendorongan air maka katup akan tertutup. Setidaknya itulah sedikit gambaran seperti apa fungsi dioda secara umum. Tapi ketika kita mempelajari berbagai jenis dioda maka fungsi tersebut juga bisa berubah sifatnya menjadi lebih spesifik.

Fungsi, Jenis dan Karakteristik Dioda
Simbol Dioda

Dioda memiliki simbol anak panah dengan ujung yang terdapat garis melintang. Simbol dioda diatas merupakan perwakilan dari sistem kerja dari dioda sendiri. Pangkal anak panah pada simbol dioda melambangkan anoda atau kaki Positif, sedangkan pada ujung anak panah dalam simbol dioda melambangkan katoda atau kaki Negatif. Dalam komponen tersebut terdapat fungsi dioda, jenis jenis dioda dan kerakteristik dioda yang harus anda ketahui dan pahami.

Baca juga : Pengertian Beda Potensial, Hambatan Listrik dan Kuat Arus Listrik Beserta Rumus

Fungsi Dioda

Apa fungsi dioda? inilah pertanyaan yang mungkin kita ajukan ketika mendengar nama komponen listrik tersebut. Bagi orang awam pasti akan kesulian ketika mendapat pertanyaan demikian. Tapi hal ini tidak berlaku bagi siswa yang memang sudah masuk ke materi rangkaian listrik.

Setelah membahas tentang pengertian dioda, selanjutnya saya akan membagas tentang manfaat dan contoh penggunaannya. Berikut beberapa fungsi dioda adalah:

  1. Sebagai sekering atau pengaman.
  2. Untuk rangkaian clamper. Rangkaian ini memberikan tambahan partikel DC untuk sinyal AC.
  3. Untuk penyearah, biasaya menggunakan dioda bridge.
  4. Untuk menstabilkan tegangan pada voltage regulator, biasanya menggunakan dioda zener.
  5. Untuk indikator, biasanya menggunakan LED tau Light Emiting Diode.
  6. Untuk alat menggandakan tegangan.
  7. Untuk rangkaian clipper. Jenis rangkaian ini membuang tingkatan sinal yang berada diatas maupun dibawah tegangan tertentu.
  8. Untuk alat sensor cahaya, biasanya menggunakan dioda photo.
  9. Untuk rangkaian VCO atau Voltage Controlled Oscilator, biasanya menggunakan dioda varactor.
  10. Untuk alat sensor panas, misalnya dalam amplifier.

Jenis Jenis Dioda

Mempelajari berbagai jenis dioda menjadi salah satu kewajiban kita sebagai siswa. Tanpa sadar, penggunaan komponen listrik satu ini sebenarnya sudah ada di lingkup kehidupan sehari-hari. Misalnya pada lampu LED yang notabenya kita pakai sebagai penerangan. Sayangnya, beberapa siswa masih tak mampu menyebutkan berbagai jenis dan fungsi dioda tersebut.

Fungsi, Jenis dan Karakteristik Dioda
Berbagai Simbol Jenis Dioda

Dari ilustrasi gambar di atas bisa kita simpulkan setidaknya ada 8 macam dioda dengan fungsi berbeda-beda. Masing-masing tentunya juga memiliki karakteristik yang tak sama. Pada sesi ini kita akan mempelajari berbagai macam dioda yang umum dalam kehidupan sehari-hari.

Dioda Standar

Fungsi, Jenis dan Karakteristik Dioda
Simbol Dioda Standar

Jenis dioda yang pertama ialah dioda standar. Dioda standar dapat dibagi menjadi dua yaitu germanium dan silikon. Untuk jenis dioda Silikon memiliki besar tegangan maju sekitar 0,6V, sedangkan jenis dioda Germanium memiliki besar tegangan maju sekitar 0,3V. Kedua jenis dioda standar memiliki beragam batasan karena bergantung pada spesifikasinya. Batasan tersebut meliputi frekuensi, suhu, tegangan reverse maupun arus. Apabila suhu naik sebanyak 1 derajat dari suhu normal maka tegangan maju dioda akan mengalami penurunan sebanyak 0,025V. Berikut beberapa fungsi dioda standar :

  • Sebagai sensor suhu
  • Sebagai penyearah arus atau sinyal AC.
  • Sebagai alat pemotong level.
  • Sebagai penurun tegangan.
  • Sebagai pengaman polaritas yang terbalik dalam input DC.

Jenis dioda standar juga memiliki beberapa contoh seperti 1N5392 (dengan arus 1.5A), 1N4148 (dengan arus 500mA), dan 1N400x (dengan arus 1A).

Baca juga : Pengertian Daya Listrik dan Rumus Daya Listrik

LED atau Light Emiting Diode

LED adalah contoh dioda yang paling umum kita jumpai hampir di semua tempat. Masyarakat lebih akrab menyapanya sebagai lampu LED ramah lingkungan karena tak mengonsumsi banyak listrik layaknya lampu pijar. Jenis dioda satu ini mampu menghasilkan cahaya ketika dua kutubnya diberikan polaritas. 

Fungsi, Jenis dan Karakteristik Dioda
Simbol LED

LED juga bisa bekerja sebagaimana mestinya karena memiliki jaringan fosfor. Pada dioda LED, arus yang mengalir memiliki batasan maksimal. Maka dari itu jenis LED bisa kalian bedakan dari banyaknya pancaran cahaya yang tercipta.

Dari segi warna LED bisa kita bagi menjadi beberapa macam yakni kuning, merah, oranye, inframerah, laser dioda, maupun LED biru. LED memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai indikator dan mentransmisi sistem opto sensor maupaun remote control, serta juga terdapat dalam rangkaian optical pick up. Berdasarkan jenis tersebut dapat disimpulkan bahwa LED mengalami pembiasan maju atau forward.

Dioda Zener


Fungsi, Jenis dan Karakteristik Dioda
Simbol Dioda Zener

Jenis dioda selanjutnya ialah dioda zener. Dioda Zener berfungi untuk menstabilkan tegangan. Jenis dioda ini juga dapat digunakan untuk membatasi tegangan dalam level tertentu sehingga rangkaiannya dapat lebih aman. Pada dioda zener terdapat kemampuan membatasi arus yang kecil sehingga komponen tersebut harus menggunakan buffer arus apabila membatasi arus yang besar. Berdasarkan jenis tersebut dapat disimpulkan bahwa dioda zener mengalami pembiasan mundur atau reverse.

Dioda Photo

Fungsi, Jenis dan Karakteristik Dioda
Simbol Dioda Photo

Jenis dioda selanjutnya ialah dioda photo. Dioda photo ialah salah satu komponen yang memiliki sifat peka cahaya. Dioda tersebut dapat menghantarkan arus apabila cahaya yang masuk memiliki intensitas tertentu. Dioda photo dapat diaplikasikan dalam sistem sensor cahaya atau optical. Contoh dioda photo yaitu optical pick up yang terdapat dalam jaringan CD serta terdapat dalam optocoupler. Berdasarkan jenis tersebut dapat disimpulkan bahwa dioda photo mengalami pembiasan maju atau forward.

Dioda Varactor

Fungsi, Jenis dan Karakteristik Dioda
Simbol Dioda Varactor

Jenis dioda yang terakhir ialah dioda varactor. Dioda varactor memiliki kelebihan yaitu dapat membentuk kapasitas dengan besar tertentu. Besar kapasitas tersebut ditentukan oleh besar tegangan yang masuk. Jenis dioda tersebut membuat kemajuan yang besar dalam sistem penalaan digital sehingga frekuensi transisinya tinggi. Misalnya televisi dan radio. Adapula penalaan digital yang terdapat dalam sistem PPL atau Phase Lock Loop. PPL ialah sistem koreksi oscilator yang dapat menyimpan frekuensi. Setelah itu diolah menjaadi sebuah tegangan koreksi dalam oscilator. Berdasarkan jenis tersebut dapat disimpulkan bahwa dioda varactor mengalami pembiasan mundur atau reverse.

Karakteristik Dioda

Fungsi, Jenis dan Karakteristik Dioda
Karakteristik Dioda

Dalam komponen dioda terdapat dua karakteriktik yang harus anda pahami. Karakteristik dioda tersebut berguna untuk menghasilkan rangakaian yang bagus. Berikut penjelasan karakteristik dioda:

Dioda di Bias Maju

Karakteristik dioda yang pertama ialah di bias secara maju. Dioda di bias maju memiliki penjelasan yaitu upaya untuk memberikan tegangan luar menuju terminal dioda. Apabila anoda terhubung dengan kutup positif pada batere serta katoda terhubung dengan kutub negatif pada batere maka akan mengakibatkan bias mau atau forward bias. Jenis kegiatan anoda yang mengalir kekatoda ini memiliki kesamaan dengan rangkaian tertutup. Apabila tegangan yang diberikan berbeda dan nilai arusnya positif maka bias tersebut akan teraliri arus.

Dioda di Bias Mundur

Karakteristik dioda selanjutnya ialah di bias secara mundur. Dalam bias mundur, anoda dihubungkan dengan kutup negatif dan katoda dihubungan dengan kutup positif. Dengan begitu jumlah arus yang mengalir pada rangkaian bias mundur akan lebih kecil. Pada bias mundur dioda, terdapat arus maju yang dihubungkan dengan batere yang memiliki tegangan tidak terlalu besar dan signifikan karena tidak mengalami peningkatan. Ketika terjadi proses reserve, dioda tidak bisa menghantarkan listrik karena nilai hambatannya besar. Dioda ini juga dianjurkan untuk tidak memiliki besar tegangan dan arus yang melebihi batas.

Inilah penjelasan mengenai fungsi dioda, jenis jenis dioda, dan karakteristik dioda. Dioda merupakan partikel aktif yang bersifat semikonduktor dengan susunan sambungan/junction P-N (Positif-Negatif). Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Baca Juga  Pengertian Mikrotik, Fungsi, Tujuan, Jenis dan Manfaatnya

3 komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.