Penginderaan Jauh (Pengertian dan Komponen-Komponen Dalam Sistem Penginderaan Jauh)

Diposting pada

Penginderaan Jauh (Pengertian dan Komponen Dalam Sistem Penginderaan Jauh) – Tak semua siswa familiar ketika ditanya apa itu pengindraan jauh oleh guru. Faktanya, hanya beberapa saja yang mampu menjawab maupun menyebutkan unsur-unsurnya dengan benar. Padahal menurut saya materi satu ini cukup menyenangkan karena lebih didominasi oleh kegiatan praktikum daripada teori.

Pengindraan jauh merupakan seni dan ilmu untuk memperoleh informasi mengenai suatu objek, daerah, ataupun gejala.Hal ini terjadi karena analisis data yang diperoleh menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap objek, daerah, ataupun gejala yang akan dikaji. Penginderaan jauh identik dengan pemakaian pata dan skala peta. Dengan menggunaan penginderaan jauh memungkinkan kita untuk mengetahui informasi tentang suatu obyek atau wilayah tanpa harus mengkaji atau melakukan survey daerah terlebih dahulu.

Penginderaan Jauh (Pengertian dan Komponen-Komponen Dalam Sistem Penginderaan Jauh)
Penginderaan Jauh

Ketika masuk menjamah mapel geografi kita akan disuguhkan ilmu yang sangat penting dan wajib untuk dikuasai yakni pengindraan jauh. Mengapa ilmu ini sangat penting? semua ahli di bidang geografi menguasainya. Dalam konteks pendidikan sendiri komponen sistemnya bahkan menjadi materi dasar dan sering muncul sebagai butir soal ujian.

Penginderaan Jauh (Pengertian dan Komponen Dalam Sistem Penginderaan Jauh)

Sistem penginderaan jauh sebenarnya sudah mulai diajarkan pada siswa saat menginjak bangku SMP hingga SMA. Meski terdengar muda tapi faktanya masih banyak siswa yang mengeluh sulit untuk menghafal setiap aspek dan komponen penginderaan jauh. Penyebabnya tak lain karena cakupan materi yang memang terlalu luas dan perlu dedikasi tinggi untuk memahaminya.

Sebab itulah guru selalu menyampaikan bagaimana konsep sekaligus pengertian sistem penginderaan jauh secara detail. Di lain sisi sebagai siswa kita juga tetap bisa memperkaya ilmu dengan giat membaca buku pedoman geografi. Untuk menambah wawasan kalian maka saya pun kembali ingin membahas materi satu ini lebih terperinci.

Dalam pengindraan jauh, objek yang akan diindra atau yang akan diketahui berupa objek yang berada dipermukaan bumi, dirgantara, atau antariksa. Alat yang digunakan dalam pengindraan jauh adalah sensor. Alat ini (sensor) berfungsi untuk melacak, mendeteksi, dan merekam suatu objek di bumi dalam daerah jangkauan tertentu.

Apa Itu Penginderaan Jauh

Apa yang dimaksud sistem pengindraan jauh? pertanyaan ini mungkin terdengar sepele tapi sebenarnya sangat penting. Secara garis besar materi tersebut masuk ke dalam kategori pemetaan dengan tujuan untuk medapatkan informasi lebih spesifik. Perbedaan pendapat pun mencuat dari kalangan ahli tentang definisi penginderaan jauh.

Maka dari itu, pada sesi pertama saya akan jabarkan terlebih dulu pengertian menurut para ahli. Ahli-ahli tersebut antara lain sebagai berikut:

  1. Lillesan dan Kiefer, pengindraan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah, atau gejala dengan cara atau jalan menganalisis data yang diperoleh menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap objek, daerah, ataupun gejala yang dikaji.
  2. Colwell, Pengindraan jauh adalah suatu pengukuran atau perolehan data pada objek di permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain atas atau jauh dari objek yang diindra.
  3. Curran, pengindraan jauh adalah penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang dapat diinterpretasikan sehingga dapat menghasilkan informasi yang berguna.
  4. Lindgren, pengindraan jauh adalah berbagai teknik yang dikembangkan untuk perolehan dan analisis informasi tentang bumi.
  5. Sabins, pengindraan jauh adalah suatu ilmu untuk memperoleh, mengolah dan menginterpretasikan citra yang telah direkam yang berasal dari interaksi antara gelombang elektromagnetik dan suatu objek.

Pengindraan jauh sendiri memiliki istilah yang berbeda disetiap negara. Di Indonesia sendiri pengindraan jauh pernah disebut dengan teledeteksi. Berikut adalah beberapa Istilah dalam bahasa asing untuk menyebut pengindraan jauh.

  1. Di Negara Inggris pengindraan jauh disebut dengan istilah Remote sensing.
  2. Di Prancis disebut Teledetection.
  3. Di Jerman disebut Fernerkundung.
  4. Di Portugis disebut Sensoriamento remota.
  5. Di Rusia disebut Distantsionaya.
  6. Di Spanyol disebut Perception remota.

Komponen Sistem Pengindraan Jauh

Pengindraan jauh merupakan suatu sistem karena terdiri dari komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerja sama secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan tertentu. Semua aspek, unsur, dan bagian pengindraan jauh yaitu sebagai berikut:

Sumber Tenaga

Dalam pengindraan jauh harus ada sumber tenaga, baik sumber tenaga alamiah (sistem pasif) maupun sumber tenaga buatan (sistem aktif). Sistem pasif, tenaga yang dipakai adalah tenaga elektromagnetik yang berasal dari sinar matahari. Sedangkan sistem aktif, tenaga yang digunakan adalah tenaga buatan (berupa gelombang mikro). Tenaga akan mengenai objek di permukaan bumi yang kemudian dipantulkan ke sensor. Fungsi tenaga dalam pengindraan jauh adalah menyinari objek permukaan bumi dan memantulkannya sensor.

Dalam memperhitungkan komponen penginderaan jauh satu ini tak boleh sembarangan. Mengapa demikian? karena jumlah tenaga yang diterima oleh objek di setiap tempat berbeda-beda. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut.

  1. Waktu penyinaran, jumlah energi yang diterima objek pada saat siang hari (pada saat matahari tegak lurus) lebih besar daripada saat sore hari yaitu saat posisi matahari miring. Semakin banyaknya energi yang diterima objek, akan berpengaruh pada warna objek yang semakin cerah.
  2. Sudut datang sinar matahari mempengaruhi jumlah energi yang akan diterima bumi.
  3. Bentuk permukaan bumi, permukaan bumi yang bertopografi halus dan memiliki warna yang cerah pada permukaannya akan lebih banyak memantulkan sinar dibandingkan dengan permukaan yang bertopografi kasar serta berwarna gelap sehingga daerah yang bertopografi halus dan cerah akan terlihat lebih terang dan jelas.
  4. Keadaan cuaca, kondisi atau keadaan cuaca pada saat pengambilan gambar atau pemotretan akan memperngaruhi kemampuan sumber tenaga dalam memancarkan energi untuk sampai ke objek, misalnya akibat kondisi udara yang berkabut hasil pengindraan jauh menjadi kurang jelas atau bahkan tidak terlihat.
Baca Juga  12 Peninggalan Peradaban Mesopotamia di Berbagai Bidang

Tenaga elektromagnetik yang berasal dari matahari terdiri dari berkas atau spektrum yang sangat luas yaitu spektrum gamma, X, ultraviolet, tampak, inframerah, gelombang mikro atau bisa disebut gelombang microwave, radar, dan radio. Jumlah dari seluruh spektrum tersebut disebut dengan spektrum elektromagnetik.

Atmosfer

Atmosfer menjadi komponen penginderaan jauh pertama yang akan saya jelaskan. Secara garis besar kita dapat mengartikannya sebagai lapisan udara yang menyelubungi permukaan bumi. Sebelum mengenai objek, energi yang dihasilkan sumber tenaga merambat melalui atmosfer.

Namun atmosfer mempunyai sifat khusus yakni selektif terhadap panjang gelombang. Sehingga hanya sebagian kecil tenaga elektromagnetik saja yang dapat mencapai permukaan bumi. Tenaga inilah yang dapat kita pakai untuk menunjang sitem pengindraan jauh.

Objek

Objek merupakan semua atau segala sesuatu yang menjadi target sasaran dalam pengindraan jauh. Tanpa adahnya unsur satu ini maka kalian hanya melakukan kegiatan kosong saja. Nah, menentukan objek memegang peranan sangat penting karena nantinya akan dipakai dalam proses interaksi. Dalam konteks kehidupan nyata biasanya orang akan mengambil objek antara lain atmosfer, hidrosfer, biosfer, dan litosfer.

Interaksi antara Tenaga dan Objek

Interaksi antara tenaga dan objek dapat dilihat dari rona yang dihasilkan oleh foto udara. Tiap-tiap objek memiliki karakteristik yang berbeda dalam memantulkan atau memancarkan tenaga ke sensor. Objek yang mempunyai daya pantul yang tinggi akan terlihat cerah pada citra dan sebaliknya yang memiliki daya pantul rendah akan terlihat gelap pada citra.

Sensor

Tenaga yang datang dari objek di permukaan bumi akan diterima dan direkam oleh sensor. Setiap sensor memiliki kepekaan sendiri-sendiri terhadap bagian spektrum elektromagnetik. Disamping itu, juga memiliki kepekaan dalam merekam objek terkecil yang masih dapat dikenali dan dibedakan terhadap objek lain atau terhadap lingkungan sekitarnya.

Kemampuan sensor untuk menyajikan gambaran objek terkecil disebut resolusi spasial. Semakin kecil objek yang dapat direkam sensor, menandakan semakin baik dan berkualitas pula sensor yang digunakan.

Wahana

Karena memiliki ukuran dan mengandung massa maka kalian memerlukan wahana untuk mengangkut alat pemantau. Komponen penginderaan jauh satu ini memang tidak menjadi syarat mutlak tapi menurut saya pribadi cukup penting untuk memudahkan aktivitas.

Analisis Data

Cara menganalisa data pengindraan jauh lumayan unik karena bisa dilakukan lewat dua pilihan. Pertama, kalian bisa menggunakan metode manual dengan menginterpretasi secara visual. Kedua, metode yang mudah dan ramah untuk pemula yakni cara nimerik atau digital dengan bantuan komputer.

Perolehan Data

Komponen pengindraan jauh selanjutnya adalah perolehan data baik dalam bentuk manual maupun numerik (digital). Keduanya tentu memiliki perbedaan yang cukup signifikan yakni:

  • Data manual dapat kita peroleh melalui kegiatan interpretasi citra. Untuk membantu pengerjaan interpretasi citra secara manual kita memerlukan alat bantu yang bernama stereoskop, Stereoskop berfungsi untuk melihat objek dalam bentuk tiga dimensi.
  • Data numerik (digital) dapat kita peroleh melalui penggunaan software khusus untuk pengindraan jauh yang terdapat dapalam komputer serta diterapkan.

Penggunaan Data

Kita masuk ke komponen sistem penginderaan jauh yang terakhir yakni penggunaan data. Secara garis besar kalian bisa mengartikannya sebagai orang atau lembaga yang memanfaatkan hasil indraja. Berikut lembaga-lembaga yang menggunakan data pengindraan jauh misalnya sebagai berikut.

  1. Bidang militer.
  2. Bidang Kependudukan.
  3. Bidang pemetaan.
  4. Bidang meteorologi dan klimatologi.

Sekian posting kali ini mengenai pembahasan materi Pengindraan Jauh (Pengertian, Dan Komponen-Komponen Dalam Sistem Pengindraan Jauh) . Semoga dapat membantu untuk memahami materi tersebut lebih dalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.