7 Layer OSI (Lapisan OSI Layer), Fungsi, Pengertian, dan Penjelasannya

Diposting pada

7 Layer OSI (Lapisan OSI Layer), Fungsi, Pengertian, dan Penjelasannya – Layer OSI adalah model desain jaringan yang dirancang oleh ISO (International Organization of Standardization) yang berlokasi di Eropa pada tahun 1997. OSI atau Open System Interconnection disebut juga dengan model Tujuh Lapis OSI yang digunakan sebagai dasar dalam membuat protocol jaringan yang berbeda agar bisa berkomunikasi. Fungsi OSI Layer adalah mengupayakan terciptanya sistem jaringan komputer yang menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda.

Jadi, bila ada pertanyaan berbunyi “Menurut referensi osi layer lapisan protokol berjumlah” maka jawabanya adalah 7. Beruntungnya, pembahasan tentang fungsi dan bagian lapisan OSI tersebar luas di berbagia sumber mulai dari buku LKS maupun internet sekalipun.

7 Layer OSI (Lapisan OSI Layer) dan Penjelasannya
Lapisan OSI Layer

Dengan menggunakan later OSI maka akan memudahkan perangkat dari vendor yang berbeda untuk dapat bisa berkomunikasi. LAntas apa saja lapisan OSI layer itu? Pada kesempatan kali ini, saya akan menuliskan artikel mengenai 7 layer OSI dan penjelasannya. Dengan adanya artikel ini, semoga wawasan kita mengenai 7 layer OSI dapat bertambah.

7 Layer OSI (Lapisan OSI Layer), Fungsi, Pengertian, dan Penjelasannya

Dalam konteks pendidikan, kita hanya akan menjumpai materi yang membahas 7 OSI Layer di jenjang sekolah menengah saja. Pada sekolah kejuruan khususnya TKJ para siswa wajib menghafal pengertian serta fungsi OSI layer dengan tepat. Mengapa demikian? sebab materi lapisan OSI sudah pasti muncul ketika ujian maupun ulangan harian. Di lain sisi, memahamai fungsi tiap lapisan juga menjadi modal utama untuk menciptakan konfigurasi jaringan yang sesuai.

Menurut referensi osi layer lapisan protokol berjumlah 7 dan hal ini pun telah tertulis di buku pedoman TKJ. Di lain sisi, materi layer OSI biasanya juga akan disampaikan guru secara intensif sebagai bentuk pembekalan. Untuk menambah wawasan maka kita akan mempelajari lebih dalam konsep serta fungsi osi layer pada konfigurasi komputer.

Seperti yang telah saya jelaskan di atas bahwa OSI layer dapat diartikan sebagai model desain jaringan yang dirancang oleh ISO (International Organization of Standardization) yang berlokasi di Eropa pada tahun 1997. Fungsi utama layer OSI ialah menyambungkan perangkat yang berbeda sehingga dapat berkomunikasi. Berikut ini adalah 7 model Layer OSI beserta penjelasannya.

Application Layer

Application layer adalah lapisan OSI layer pertama sebagai antarmuka aplikasi dengan fungsionalitas jaringan. Jadi fungsi Application layer adalah mengatur bagaimana sebuah aplikasi dapat mengakses jaringan dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Adapun berapa protocol yang berada pada application layer adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.

Application layer bisa kita artikan pula sebagai penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya. Layer OSI satu ini juga merupakan tempat dimana user akan mengoperasikan perintahnya.

Presentation Layer

Presentation layer memengang peran penting untuk mentranslate data yang hendak dikirim. Fungsi OSI Layer satu ini adalah mengubah lalu mentransimisikan data dalam format yang kompatibel melalui jaringan. Protocol yang berada di level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software) seperti layanan Workstation dan Network Shell atau Remote Desktop Protocol.

Presentation layer pada layer OSI hanya melakukan suatu fungsi tunggal yaitu translasi dari berbagai tipe pada syntax sistem. Seperti contoh, sebuah koneksi terdiri dari PC dan mainframe membutuhkan konversi dari EBCDIC character encoding format ke ASCII. Selain itu, banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Termasuk kompresi data dan enkripsi yang mungkin ditangani oleh layer ini.

Session Layer

Session layer menduduki tingkatan ke 3 pada lapisan OSI. Fungsi session level pada OSI layer adalah untuk mendefinisikan bagaimana sebuah koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, pada lapisan OSI layer ini juga dilakukan resolusi nama pada suatu jaringan.

Baca Juga  Kumpulan Materi Modul TKJ SMK Kelas X Lengkap

Session layer menyediakan layanan ke dua layer di atasnya, lalu melakukan koordinasi komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa protocol pada layer session seperti NETBIOS. yaitu suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM yang menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application.

Transport Layer

Fungsi OSI layer pada lapisan transport adalah memecah data ke dalam paket data serta memberikan nomor urut ke paket tersebut. Sehingga, dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket berhasil diterima dan melakukan transmisi ulang terhadap paket yang hilang di tengah jalan.

Transport layer menggunakan protocol seperti UDP, TCP, dan SPX (Sequence Packet Exchange). Layer transport adalah pusat dari model OSI. Layer ini menyediakan transfer yang realible dan transparan antara kedua titik akhir. Layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali aliran, dan pemeriksaan error sekaligus memperbaikinya.

Network Layer

Network layer berfungsi untuk mendefinisikan alamat IP, membuat header untuk paket, dan melakukan routing. Semua itu dapat berjalan lancar berkat teknologi inter-networking dengan menggunakan router atau switch layer-3. Dari 7 OSI Layer menurut saya lapisan network inilah yang paling sering muncul sebagai butir soal ujian.

Tugas utama dari network layer adalah menyediakan fungsi routing sehingga palet dapat dikirim keluar dari segment network local ke tujuan yang berada pada network lain. Fungsi lain yang dilakukan oleh network layer adalah membagi aliran data biner ke paket diskrit dengan panjang tertentu, mendeteksi error, memperbaiki error dengan mengirim ulang paket yang rusak, dan mengendalikan aliran.

Data-link Layer

Data link layer berfungsi untuk menentukan bagaimana bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut dengan frame. Selain itu, pada lapisan OSI layer ini juga terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras, dan menentukan bagaimana sebuah perangkat jaringan seperti hub, bridge, switch, dan repeater beroperasi. Spesifikasi IEEE 802 membagi level ini menjadi 2 yaitu Logical Link Control (LLC) dan Mac Address (Media Access Control).

Data link layer menyediakan transfer data yan lebih nyata. Sebagai penghubung antara dua network dan layer OSI protocol yang lebih high-level, layer ini bertanggung jawab pada paket akhir dari data binari diskrit sebelum je layer physical.

Physical Layer

Fungsi physical pada OSI Layer adalah untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan, topologi jaringan, dan pengkabelan. Selain itu, pada level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

Layer ini berkaitan dengan electrical dan optical koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang bisa ditransmisi melalui media jaringan. Seperti contoh kabel, transceiver, dan konektor yang berkaitan dengan physical layer. Peralatan seperti hub, repeater, dan network card juga berada pada layer ini.

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai lapisan dari 7 OSI layer yang dapat saya sampaikan. Lapisan Layer OSI terdiri dari aplication layer, presentation layer, session layer, transport layer, network layer, data-link layer, dan physical layer. Masiing-masing mempunyai pengertian serta fungsi berbeda di setiap bagian. Tugas kita sebagai siswa adalah menghafalnya kerena sedikit banyak materi ini akan muncul sebagai butir soal ujian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.