Pada Masa Demokrasi Terpimpin Politik Luar Negeri Indonesia Condong Ke

Diposting pada

Pada Masa Demokrasi Terpimpin Politik Luar Negeri Indonesia Condong Ke – Seperti yang kita tahu bahwa konsep demokrasi terpimpin memiliki ciri khas yang berupa hadirnya campur tangan dan peran Presiden sebagai pemimpin paling tinggi dalam revolusi dan demokrasi. Lalu apa itu sistem pemerintahan demokrasi terpimpin? Pengertian sistem pemerintahan demokrasi terpimpin adalah sistem pemerintahan yang didalamnya terdapat berbagai keputusan atau kebijakan yang pelaksanaan dan pengambilannya berpusat pada satu orang seperti pemimpin pemerintahannya.

Lalu pada masa demokrasi terpimpin politik luar negeri indonesia condong ke mana? Demokrasi terpimpin memang dapat disebut juga dengan pemerintahan terkelola yang menggunakan peningkatan otokrasi. Maksudnya adalah sistem demokrasi terpimpin yang dianut oleh sebuah negara mempunyai makna bahwa kekuasaan yang dimilikinya berada di bawah pemerintahan penguasa tunggal.

pada masa demokrasi terpimpin politik luar negeri indonesia condong ke
Sistem Pemerintahan Demokrasi Terpimpin

Di era demokrasi terpimpin, bangsa Indonesia memiliki periode sejarah peradaban yang modern. Demokrasi terpimpin dalam praktiknya berjalan secara resmi pada tanggal 5 Juli 1959 – 11 Maret 1966. Periode demokrasi terpimpin ini dikenal dengan nama Orde Lama. Beberapa penyimpangan demokrasi terpimpin terhadap Pancasila dan UUD 1945 tersebut telah saya jelaskan dalam artikel sebelumnya. Nah pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang pada masa demokrasi terpimpin politik luar negeri indonesia condong ke arah mana. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Pada Masa Demokrasi Terpimpin Politik Luar Negeri Indonesia Condong Ke

Negara yang menganut sistem politik demokrasi terpimpin biasanya menggunakan prinsip dan nilai nilai demokrasi, meskipun memiliki pengecualian tertentu. Dibuatnya negara tersebut tentunya memiliki tujuan agar secara umum masyarakatnya sejahtera dan segenap bangsa yang terdapat di dalamnya dapat dilindungi. Akan tetapi letak tugas negara tersebut harus sesuai dengan pimpinan dan panduan seorang tokoh pusat seperti Presiden.

Lantas pada masa demokrasi terpimpin politik luar negeri indonesia condong ke arah mana? Seperti yang kita tahu bahwa demokrasi terpimpin ini hadir dengan ciri khas seperti adanya campur tangan dan peran pemimpin tertinggi revolusi dan demokrasi seperti Presiden tersebut. Ketika negara Indonesia terdapat dalam era demokrasi terpimpin tentunya memiliki beberapa lembaga tinggi negara seperti Dewan Pertimbangan Agung Sementara, Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong, dan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara.

Pembentukan demokrasi terpimpin ini tentunya dengan maksud dan tujuan tertentu. Tujuan demokrasi terpimpin adalah menata ulang pemerintahan dan kehidupan politik menurut UUD 1945. Meskipun sebenarnya dalam proses pelaksanaannya, banyak terjadi pelanggaran UUD 1945 karena sistem pemerintahan tersebut. Hal ini dapat kita jumpai dalam perkembangan ekonomi bangsa Indonesia masa demokrasi terpimpin tersebut. Akan tetapi demokrasi terpimpin mulai ditinggalkan saat terjadinya peristiwa G30SPKI tahun 1965, dimana kekuasaan dan pengaruh Presiden Soekarno mulai melemah.

Baca Juga  Jenis Jenis Transmigrasi Beserta Tujuan dan Dampaknya Terlengkap

Materi demokrasi terpimpin ini tentunya pernah diajarkan ketika di bangku sekolah. Materi ini sebenarnya tidak hanya menjadi bahan pengajaran semata, namun juga digunakan sebagai bahan soal soal ujian. Salah satu bentuk soalnya yaitu:

Pada masa Demokrasi Terpimpin politik luar negeri indonesia condong ke . . .
A. Blok komunis
B. Cina
C. Blok Barat
D. Inggris
E. Amerika

Jawaban dari pertanyaan di atas adalah pilihan A. Blok Komunis.

Pada masa Demokrasi Terpimpin tentunya Presiden Soekarno menggunakan politik luar negeri yang berfokus pada perkenalan bangsa Indonesia di kancah Internasional yang melalui berbagai konferensi Internasional yang diikuti ataupun diadakan oleh Indonesia. Usaha untuk memperkenalkan bangsa Indonesia ini bertujuan untuk memperjuangkan Indonesia dan memperoleh dukungan atas usaha untuk mempertahankan ataupun merebut Irian Barat. Prestis dan status tersebut semakin gencar dilakukan oleh Soekarno seiring berjalannya waktu dengan melalui kegiatan politik luar negeri ini.

Usaha Soekarno ini berdampak pada masalah domestik yang mulai ditinggalkan seperti masalah ekonomi dalam negeri. Sifat politik luar negeri bangsa Indonesia ini adalah revolusioner. Hal ini dikarenakan Presiden Soekarno berupaya sekuat tenaga agar Indonesia dikenal dalam dunia Internasional melalui slogan revolusi Nasionalnya yaitu Nasionalis, Agama, dan Komunis atau Nasakom. Hal ini bertujuan agar aliansi Nekolim (Neo Kolonialisme dan Imperialisme) dapat dikalahkan. Peristiwa ini tentunya menjadi bukti bahwa pada masa demokrasi terpimpin politik luar negeri indonesia condong ke blok Komunis, baik secara Internasional ataupun domestik.

Dikala itu Presiden Soekarno tidak hanya mengizinkan Nasakom saja, tetapi juga perkembangan organisasi PKI di Indonesia. Hal ini bertujuan agar melakukan afiliasi menggunakan revolusi Indonesia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.