Tujuan Imperialisme Modern dan Penjelasannya

Diposting pada

Tujuan Imperialisme Modern dan Penjelasannya – Sebagian siswa pasti masih asing dengan apa itu imperialisme. Istilah ini mengacu pada perluasan wilayah lewat jalur menguasai negara lain.

Imperialisme merupakan praktik kekuasaan yang mulai berkembang sekitar abad ke 16. Mulanya Negara besar seperti spanyol dan portugis mulai melakukan eksplorasi dengan tujuan 3G (glory, gold, gospel). Tapi seiring berjalanya waktu tujuan itu melenceng jauh menjadi praktik yang kita kenal sebagai imperialisme modern.

Apa tujuan imperialisme modern setelah peristiwa revolusi industri
Imperialisme modern setelah revolusi industri

Lalu apa sebenarnya tujuan imperialisme modern? pertanyaan ini masih terngiang di benak sejumlah orang. Pasalnya imperialisme jadi salah satu materi sejarah yang cukup menarik untuk kita pelajari bersama. Pembahasannya pun tak hanya bersumber dari buku pedoman tapi kita juga bisa menggalinya sendiri dari internet.

Tujuan Imperialisme Modern dan Penjelasannya

Salah satu tujuan imperialisme modern yang muncul dari Peristiwa Revolusi Industri adalah?” inilah model soal yang akan kalian jumpai. Faktanya, materi yang membahas imperialisme pasti akan muncul sebagai butir soal ujian. inilah alasan mengapa kita wajib mempelajari materi tersebut.

Dalam konteks pendidikan kita mengenal dua jenis imperialisme yakni kuno dan modern. Masing-masing tentunya memiliki aspek berbeda baik dari pengertian, ciri ciri, konsep, serta penganutnya. Begitu pula tujuan imperialisme modern yang notabenya memiliki perbedaan signifikan dari pendahulunya.

Satu satunya jurang pembatas antara keduanya yakni terjadinya Revolusi Industri pada abad ke 18 silam. Pasca perubahan proses industri dari tenaga manusia ke tenaga mesin munculah berbagai kebijakan baru dalam tatanan imperialisme.

Tempat Memperoleh Bahan Baku Industri

Tujuan imperialisme modern yang muncul dari peristiwa revolusi industri pertama adalah perubahan wilayah jajahan menjadi tempat memperoleh bahan baku industri.

Negara yang menganut sistem imperialisme modern cenderung ingin mengontrol wilayah yang kaya akan sumber daya alam. Contohnya bangsa portugis aktif mengamankan pasokan rempah rempah dari asia tenggara. Karena mampu mengendalikan komoditas utama akhirnya membuat Negaranya menguasai sejumlah sektor pasar internasional.

Imperialisme modern membawa pengaruh besar terhadap wilayah yang jadi sumber bahan baku industri. Meskipun sering diiringi investasi dan pembangunan infrastruktur memadahi. Tapi keterlibatan negara imperialis modern terkadang menimbulkan beragam ketidastabilan ekonomi, ketegangan politik, dan lain sebagainya.

Pemanfaatan sumber daya alam tanpa analisa dampak lingkungan juga berpotensi menyebabkan kerugian bagi komunitas lokal.

Baca Juga  Biografi Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Indonesia)

Tempat Pemasaran Hasil Industri

Berkat majunya teknologi industri sejak abad 18 akhirnya peran pemasaran pun juga meningkat. Tempat pemasaran hasil industri menjadi tujuan imperialisme modern karena peran sentral yang dimainkannya dalam memastikan pengaruh dan kekuasaan ekonomi di tingkat global.

Dalam implikasinya, negara-negara kuat tidak hanya berfokus pada produksi industri tetapi juga pada strategi untuk mendominasi pasar internasional. Beberapa alasan mengapa tempat pemasaran hasil industri menjadi tujuan imperialisme modern antara lain:

  1. Meningkatkan keuntungan ekonomi.
  2. Penetapan trend pasar.
  3. Memberi pengaruh politik dan kekuasaan pasar.
  4. Kontrol perekonomian global.

Negara imperialisme modern selau berusaha memonopoli perdagangan agar dapat menguasai sektor ekonomi. Lewat distribusi dan pemasaran produk mereka memiliki kekuatan untuk menentukan harga, permintaan, dan citra merek di pasar internasional. Hal ini memberikan kontrol strategis atas arus keuangan global dan memperkuat posisi ekonominya.

Tempat Menanam Modal

Sebenarnya tujuan imperialisme modern yang muncul dari peristiwa revolusi industri saling berkaitan satu sama lain. Salah satunya yakni menciptakan tempat untuk menanamkan modal. Tujuan ini termasuk peran kunci untuk memperkuat pengaruh serta kendali ekonomi berskala global.

Di era sekarang ini, negara dengan sistem imperialisme modern selalu mencari wilayah strategis sebagai tempat menanam modal. Tujuan itu mampu memberikan akses lebih baik terhadap sumber daya alam yang vital. Bentuk investasinya pun mencakup berbagai sektor mulai dari pertanian, peternakan, bahkan pertambangan sekalipun.

Meskipun memperoleh investasi namun dampak negatif yang timbul akibat penanaman modal dari negara imperialisme modern pun juga cukup besar. Yang paling mengkhawatirkan yakni munculnya intervensi dalam berbagai tatanan negara. Hal itu pun sebenarnya sesuai dengan tujuan imperialisme modern yang ingin memonopoli suatu wilayah.

Banyak wilayah di Bumi nusantara kala itu mengalami kejadian serupa. Setelah terjajah akhirnya pihak belanda ataupun portugis mulai mengubah wilayah itu jadi tempat investasi. Sarana umum pun mulai dibangun demi memperlancar kegiatan industrial mereka.