Pitik Walik Saba Meja Batangane

Diposting pada

Pitik Walik Saba Meja Batangane – Dalam pelajaran Bahasa Jawa tentunya kita mengenal adanya istilah cangkriman? Apa itu cangkriman? Pengertian cangkriman adalah rangkaian kata atau kalimat yang berisi makna atau arti khusus di dalamnya. Adapula yang menyebut cangkriman sebagai sebuah permainan untuk mencari tahu artinya dengan cara menebaknya. Kemudian menurut bahasa Jawa, cangkriman yaiku unen unen kang kudu dibedhek utawa dibatang. Dengan kata lain kita harus memecahkan teka teki yang tersedia. Pembuatan cangkriman tersebut bertujuan untuk menghibur dan mendidik anak dengan cara berpikir kreatif.

Lantas pitik walik saba meja batangane apa? Cangkriman telah menjadi warisan karya sastra Jawa yang sudah turun temurun. Cangkriman diciptakan tanpa ada struktur yang mengikatnya sehingga bersifat spontanitas. Maka dari itu permainan tersebut mengandalkan kalimat dan susunan kata dari penutur atau penciptanya. Penutur tersebut harus memiliki kreativitas tinggi dalam merangkai kata sehingga pemain bisa memahaminya dengan benar. Cangkriman ini mengarah pada interpreasi ringan saja.

Pitik Walik Saba Meja Batangane
Cangkriman Bahasa Jawa

Cangkriman tentunya memiliki ciri ciri di dalamnya yaitu cangkriman tidak menyebabkan perubahan suasana hari, cangkriman termasuk teka teki atau tebakan yang harus dijawab, cangkriman tidak berhubungan dengan rima dan bunyi, serta cangkriman berbentuk tebakan yang harus ditemukan jawabannya dan mempunyai makna. Nah pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang jawaban pitik walik saba meja batangane apa. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Pitik Walik Saba Meja Batangane

Seperti yang sudah saya katakan di atas bahwa fungsi cangkriman tersebut untuk mendidik anak karena berhubungan dengan kecerdasan otak yang diasah. Cangkriman ini juga digunakan untuk menuturkan sayembara dalam lakon drama seperti halnya pada pementasan wayang. Bahkan cangkriman juga dimanfaatkan sebagai lirik atau syair tembang Jawa.

Baca Juga  Ketika Menduduki Indonesia Jepang Menerapkan Sistem Autarki Maksudnya Adalah

Lalu jawaban pitik walik saba meja batangane apa? Cangkriman berdasarkan wujudnya dapat dibagi menjadi empat jenis. Adapun jenis jenis cangkriman tersebut yaitu diantaranya:

  1. Cangkriman tembang adalah cangkriman yang dapat ditemukan dalam syair tembang Jawa. Contohnya tembang Asmaradana, Kinanthi, Pucung, dan Pangkur. Cangkriman tersebut biasanya menempati satu bait dalam tembang meskipun adapula yang menempati lebih dari satu bait tembang.
  2. Cangkriman wancahan adalah akronim atau singkatan. Dalam cangkriman tersebut terdapat penyingkatan kata Bahasa Jawa melalui penghilangan suku kata dibagian depan sehingga menggunakan dua suku kata akhir saja. Contohnya biyung menjadi yung, wedhus menjadi dus, dan sebagainya.
  3. Cangkriman pepindhan adalah perumpamaan dua objek berdasarkan sifat aslinya sehingga dapat dinamakan dengan analogi. Cangkriman ini menggunakan lebih dari satu kalimat dan bentuknya lagu dengan pelafalan lain. Misalnya pitik walik saba meja batangane sulak.
  4. Cangkriman blender dapat dinamakan dengan plesetan. Cangkriman ini mempunyai kalimat jelas, tetapi artinya bukan yang sebenarnya. Misalnya sepatu sing dak gawe iki cap ratu, maksudnya ratu adalah ra tuku, bukan merk ratu.

Setelah memahami apa itu cangkriman tersebut, coba kerjakan soal di bawah ini:

Pitik walik saba meja batangane . . .
A. Salak
B. Nanas
C. Sulak
D. Semangka

Jawaban dari pertanyaan di atas adalah pilihan C. Sulak.

Berdasarkan jawaban di atas dapat disimpulkan bahwa pitik walik saba meja batangane sulak. Berbeda lagi dengan contoh cangkriman pitik walik sobo kebon batangane nanas. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.