Anto Tunggal

Ilmu Komputer dan Desain Grafis

August 17, 2017

Contoh Teks Cerpen Singkat Tentang Persahabatan

Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan artikel tentang contoh cerpen singkat. Seperti biasa, untuk melengkapi artikel ini akan saya sertakan pula dengan pengertian cerpen, struktur cerpen, ciri-ciri cerpen, dan nilai yang terkandung dalam cerpen. Sebenarnya masih ada unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik, namun akan saya bahas lain waktu. Untuk postingan saat ini fokus pada contoh cerpen singkat saja. Artikel ini bisa Anda jadikan sebagai hiburan atau referensi membuat cerpen.

Pengertian Cerpen

Cerpen adalah kependekan dari Cerita Pendek. Menurut Wikipedia, cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerpen ini cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya fiksi lainnya yang lebih panjang.

Struktur Cerpen

Adapun struktur-struktur cerpen adalah abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, dan koda. Untuk lebih jelasnya silahkan baca struktur cerpen serta penjelasannya di bawah ini.
  1. Abstrak : adalah bagian awan dalam cerpen yang dikembangkan dalam rangkaian peristiwa. Abstrak bersifat opsional, artinya boleh ada atau tidak.
  2. Orientasi : adalah bagian yang berkaitan dengan waktu, tempat, suasana, dan alur cerita.
  3. Komplikasi  : adalah bagian yang berisi urutan kejadian yang dihubungkan dengan sebab dan akibat. Pada bagian ini biasanya menunjukkan watak tokoh serta mulai munculnya permasalahan.
  4. Evaluasi : adalah struktur konflik yang terjadi. Pada bagian ini sudah mulai muncul penyelesaian konflik.
  5. Resolusi : adalah bagian yang berisi solusi dari masalah yang dihadapi.
  6. Koda : adalah bagian yang berisi amanat perupa pesan, nilai-nilai, dan pelajaran yang disampaikan penulis pada pembaca.

Ciri-Ciri Cerpen

Adapun ciri-ciri cerpen adalah sebagai berikut:
  1. Cerpen lebih pendek daripada karya fiksi lainnya.
  2. Cenderung padat dan langsung pada tujuannya.
  3. Jumlah kata tidak lebih dari 10.000
  4. Berasal dari kehidupan sehari-hari.
  5. Pemakaian kata yang sederhana sehingga mudah dikenal pembaca.
  6. Memiliki alur cerita tunggal.
  7. Penokohannya sangat sederhana.
  8. Tidak menggambarkan semua kisah para tokoh karena cerpen hanya menggambarkan insinya saja.
  9. Tokoh dalam cerpen digambarkan mengalami masalah atau konflik hingga penyelesaiannya.
  10. Menceritakan satu kejadian atau peristiwa saja.

Nilai yang Terkandung dalam Cerpen

Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam cerita pendek adalah sebagai berikut:
  1. Nilai Agama : adalah nilai yang berkaitan dengan pelajaran agama.
  2. Nilai Sosial : adalah nilai yang berkaitan dengan interaksi sosial.
  3. Nilai Moral : adalah nilai yang berkaitan dengan moral (moral negatif dan moral positif).
  4. Nilai Budaya : adalah nilai yang berkaitan dengan kebudayaan.
Contoh Teks Cerpen Singkat Tentang Persahabatan

Contoh Cerpen Singkat

Berikut ini akan saya sajikan beberapa contoh teks cerpen persahabatan ini. Teks cerpen ini merupakan hasil karya saya sendiri. Jadi saya mohon maaf apabila terdapat kekeliruan atau kesalahan, karena saya juga masih dalam tahap belajar dan mengulang kembali pelajaran sekolah dulu.

Mengenang Masa Sekolah

Sudah beberapa bulan waktu wisuda purna berlalu. Kini semua teman seangkatan sudah sibuk meniti masa depan masing-masing, ada yang kuliah, ada yang kerja, bahkan ada yang kuliah sambil kerja. Waktu berjalan sangat cepat, sepertinya baru kemarin saja masuk sekolah. Masa-masa indah yang pernah ada, kini hanya tinggal kenangan saja.

Meskipun sudah tidak saling bertemu, aku masih sering kontak dengan teman-teman sekolahku, seperti Huda, Agus, Yoga, dan Baedowi. Mereka adalah teman-teman yang baik, meskipun terkadang suka jail. Kami merupakan alumni SMK Muhammadiyah 1 Salam tahun 2017, kami mengambil jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan).

Teringat saat pertama kali bertemu pada acara Masa Orientasi Siswa, kami belum saling kenal mengenal. Masih berkumpul dengan teman-teman SMP dulu, biasa lah masih agak canggung bergabung dengan orang yang belum dikenal. Setelah MOS berakhir, kami dipertemukan dalam satu kelas yaitu TKJ B. Dan di kelas itulah aku menemukan teman-teman yang kocak-kocak.

Suatu ketika aku sedang libur kerja, dan kebetulan tempat kerjaku cuma deket rumah jadi aku sempatkan untuk pulang. Saat itu aku bertanya kepada Huda melalui WhatsApp.

"Da, besok ada kerjaan enggak?" Tanyaku.
"Enggak tuh, kenapa emang?" Jawabnya.
"Gini, kita kan sudah lumayan lama tidak bertemu gimana kalau besok main ke rumah Agus?" Ajakku kepada Huda.
"Ok, bagus tuh. Yoga sama Baedowi diajak enggak?" Tanya huda kepadaku.
"Ya kamu kontak mereka dulu aja, kalau mereka enggak ada kerjaan ya diajak aja."

Beberapa saat setelah percakapan itu, Huda kembali menghubungiku dan memberikan kabar bahwa Yoga dan Baedowi tidak bisa ikut. Yoga sedang sekolah di Pelayaran, sedangkan Baedowi sedang bekerja.

"Yoga sama Baedowi enggak bisa, pada sibuk. Yoga sekolah dan Baedowi kerja" Kalimat Huda di WhatsApp.
"Yaudah, enggak apa-apa, kita berdua aja yang pergi ke rumah Agus." Kataku.
"Ok, besok mau ketemu dimana?" Tanya Huda.
"Gini ya, aku kan enggak ada motor jadi kamu jemput aku lah. Hehehe" Kataku sambil senyum-senyum sendiri membalas chat Huda.
"Hadeh, yaudah besok aku kasih tebengan. Jam 9 ya?"
"Oke."

Keesokan harinya, Huda sampai di rumahku dan kita langsung berangkat ke rumah Agus. Di jalan banyak hal yang dibicarakan, mulai dari kerjaan, bisnis online, dan hal-hal tidak jelas lainnya.

Tidak terasa sudah sampai di rumah Agus. Kami berdua mengetuk pintu rumah Agus, sebelumnya kami memang belum memberi tahu kalau mau datang ke rumahnya.

"Assalamu'alaikum, tok tok tok." Teriak Huda sambil mengetuk pintu.
"Wa'alaikumussalam, eh Huda Charis, ayo masuk." Jawab Agus sambil membukakan pintu.
"Ok, terima kasih."  Kataku sambil cengar-cengir karena lelah dalam perjalanan.
"Wah gimana kabarnya, pada baik semua kan?" Tanya Agus kepada aku dan Huda.
"Alhamdulillah baik, sehat walafiat, cuma dompet aja yang agak seret." Jawabku rada ngawur, tapi memang benar sih aku lagi tidak punya uang.
"Kalau aku alhamdulillah sehat juga, dompet juga seret sih, tapi ya tetap disyukuri saja karena itu juga merupakan rezeki yang diberikan oleh Allah." Jawab Huda seperti ceramah.
"Wah wah wah, pak Ustadz Ngadipuro nih." Sahut Agus memuji kalimat Huda.

Tidak terasa adzan di masjid sudah berkumandang tanda bagi kami umat Islam untuk melaksanakan kewajiban. Rumah Agus tidak jauh dari masjid, jadi hanya jalan kaki saja tidak akan lelah. Setelah sholat selesai, kami kembali ke rumah Agus untuk berbincang-bincang menghilangkan rasa rindu dan sedikit mengenang masa-masa sekolah.

Kami bertiga merupakan siswa yang sekarang kerjanya fokus ke bisnis online. Aku sedang belajar Google Adsense, Huda belajar Jualan Online, dan Agus menjadi IT Security. Waktu luang kami gunakan untuk mempelajari berbagai trik agar bisa sukses di bisnis online dan setiap hari pasti mantengin monitor. Aku iseng bertanya Huda mengenai produk jualannya.

"Gimana dagangan kamu Da, laris kan?" Tanyaku kepada Huda.
"Alhamdulillah, sedikit-sedikit ada orang yang melirik." Jawab Huda.
"Kalau kamu gimana Gus?" Tanya Huda kepada Agus.
"Kalau aku saat ini sedang belajar menjadi IT Security, kalau ada waktu luang ya iseng-iseng mengetes keamanan website." Jawab Agus menjelaskan pekerjaannya.
"Yaudah, semoga sukses dengan bisnis masing-masing. Apapun bisnisnya, yang paling utama adalah kadar halalnya harus 100%." Kataku

Mereka cuma menganggukkan kepala. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15:00, aku dan Huda pamit kepada Agus karena keesokan harinya aku harus berangkat kerja lagi.

"Makasih ya Gus sudah diperbolehkan mampir, besok kapan-kapan kesini lagi deh." Kata Huda sambil menggendong tas.
"Oke, sama-sama kalau mau main ya kesini saja." Kata Agus sambil membuka pintu.
"Yaudah Gus, kami pamit dulu ya. Assalamu'alaikum". Kataku sambil salaman dengan agus.
"Ya, Wa'alaikumussalam. Hati-hati ya."

Sungguh hari yang begitu singkat, tapi tidak mengapa meskipun kami sibuk dengan kegiatan masing-masing yang penting masih sempat berkunjung dan saling bertemu.

[Tambahan] Tidak Suka Sepak Bola

Aku, Agus, Huda, Yoga, Baedowi adalah siswa laki-laki yang tidak terlalu suka dengan sepak bola, berbeda dengan siswa yang lainnya. Pernah suatu ketika kami disuruh ikut bermain bola oleh guru olahraga, karena saat itu memang sedang mata pelajaran olahraga.

"Ayo semua siswa laki-laki bermain sepak bola." Teriak guru olahraga dari pinggir lapangan.
"Wah gimana ini, mau ikut tidak?" Bisikku kepada Huda.
"Eh, gimana kalau kita lari keliling lapangan saja biar tidak ikut bermain sepak bola." Jawab Huda.
"Oke, ayo lari." Kata Yoga sambil berlari.

Kami berlari keliling lapangan, setelah sudah hampir keliling satu putaran kami diberhentikan Pak Guru.

"Eh, ayo ikut bermain sepak bola." Kata pak guru sambil menghentikan kami.
"Ah, lari saja pak lagian pemainnya juga sudah banyak kok." Kata Agus.
"Iya pak, kan sama saja tetap olahraga." Kataku sambil berlari lagi.
"Eh eh eh, mau kemana kamu?" Teriak pak guru menghentikan aku.
"Lari pak, biar keringatnya keluar, sehat." Jawabku sambil tetap melanjutkan lari mengelilingi lapangan.

Setelah setengah putaran, aku berhenti menunggu teman-temanku menyusul, tapi sialnya mereka malah ikut bermain sepak bola. Tanpa pikir panjang, aku langsung masuk ke lapangan untuk ikut sepak bola juga. Dan sial lagi, pak guru memanggilku untuk menghadapnya.

"Hey Charis, kesini kamu." Teriak pak guru.
"Wah gawat nih, kenapa cuma aku yang dipanggil." Batinku dalam hati.
"Ada apa pak?" Tanyaku.
"Push up 100 kali" Pak guru menyuruhku push up.
"Kenapa pak, apa salah saya?" Tanyaku lagi sambil merasa sedikit ketahutan.
"Kenapa kamu malah lari lagi, itu teman-temanmu saja sudah bermain sepak bola semua." Pak guru menjawab.
"Maaf pak, tapi kan saya tidak suka sepak bola, jadi saya pilih..."
"Push up." Belum sempat aku menyelesaikan pembicaraanku, pak guru tetap meyuruhku push up lalu aku push up daripada malah jadi masalah.

Saat aku push up, semua teman sekelasku berhenti main bola dan menertawakanku. Aku tidak masalah kalau cuma ditertawakan. Tidak puas menertawakan, mereka meninggalkan lapangan dan menepi ke arah tempatku push up, mereka mengejekku.

"Ah biarlah, lagian ini sepenuhnya kesalahanku, disuruh bermain sepak bola malah lari keliling lapangan." Bisikku lirih.

Semenjak kejadian itu, aku selalu ikut bermain sepak bola ketika pelajaran olahraga, meskipun hanya berlari kesana-kemari tanpa mengerti bagaimana cara sepak bola yang sesungguhnya.

Nah, mungkin hanya ini saja cerpen yang bisa saya buat. Jujur saja, saya memang belum bisa membuat cerpen dengan baik. Jadi ya apa adanya saja lah, yang penting bisa menuangkan imajinasi yang masih sangat minim ini. Semoga cerpen singkat tentang persahabatan ini bisa bermanfaat untuk Anda semua.
Terima kasih.
Rekomendasi Untuk Anda × +
0 Komentar untuk "Contoh Teks Cerpen Singkat Tentang Persahabatan"

Silahkan berkomentar

Contact Form

Name

Email *

Message *

Back To Top