Pengertian Politik Isolasi Beserta Dampaknya

Diposting pada

Pengertian Politik Isolasi Beserta Dampaknya – Apa itu politik isolasi? Bagaimana dampak politik isolasi? Politik isolasi adalah istilah yang berguna untuk memaparkan keadaan atau kondisi suatu negara yang menutup dirinya dari bangsa lain. Menurut sejarah politik isolasi ini pernah dilakukan oleh salah satu negara di dunia yaitu Jepang. Latar belakang politik isolasi ini ialah adanya ancaman yang berasal dari negara lain. Dimana saat itu Jepang sedang memperoleh ancaman dari bangsa Eropa ketika melakukan perdagangan. Jepang khawatir dengan keberadaan bangsa Eropa yang akan menyebabkan adanya imperialisme dan kolonialisme. Untuk itulah negara Jepang menerapkan adanya sistem politik isolasi tersebut.

Dari pengertian politik isolasi ini tentunya anda memiliki gambaran bagaimana dampak politik isolasi tersebut. Bangsa Eropa kemudian diusir oleh pemerintah Jepang karena memutuskan untuk menutup diri. Maka dari itu wilayah Jepang tidak dapat dimasuki oleh bangsa asing lainnya. Politik isolasi dalam Bahasa Jepang berarti Sakoku yang artinya negara terantai atau negara terkunci menurut istilah harfiahnya. Kebijakan Sakoku ini dibuat oleh Jepang dengan ketentuan bahwa warga jepang tidak diperbolehkan keluar dari negara dan wilayah Jepang tidak boleh dimasuki oleh orang asing. Politik isolasi pada dasarnya berkebalikan dengan politik terbuka.

Pengertian Politik Isolasi Beserta Dampaknya
Politik Isolasi di Jepang

Jika peraturan politik isolasi tidak ditaati maka para pelanggar akan diberikan hukuman mati. Penetapan kebijakan sakoku dilakukan ketika Tokugawa Iemitsu sedang memimpin Keshogunan Tokugawa. Hal ini diterapkan bersamaan dengan periode 1633 – 1639 pengeluaran kebijakan dan sejumlah dekret lainnya. Misalnya pelanggaran norma sosial. Kebijakan ini berlaku hingga pembukaan Jepang dan saat tahun 1853 dimasa kedatangan Komodor Matthew Perry. Namun berlakunya politik ini diperpanjang hingga Restorasi Meiji tahun 1868, karena warga Jepang dilarang keluar dari wilayah tersebut. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang pengertian politik isolasi dan dampak politik isolasi. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Pengertian Politik Isolasi Beserta Dampaknya

Seperti yang telah kita ketahui bahwa latar belakang politik isolasi ialah masalah agama. Disisi lain adapula latar belakang lainnya yaitu kekhawatiran bahwa bangsa Eropa akan menimbulkan adanya imperialisme. Dikala itu Portugis melakukan pelayaran dengan misi mencari kekayaan (Gold, Glory, Gospel), mencari kejayaan dan penyebaran agama. Namun masih ada sesuatu hal yang tidak mungkin yaitu di Jepang terjadi proses menyebarkan agama Kristen, tanpa disertai dengan tujuan imperialisme. Lantas apa itu politik isolasi itu?

Baca juga : Latar Belakang Perjanjian Saragosa Beserta Isinya Lengkap

Pengertian politik isolasi ialah istilah yang berguna untuk memaparkan keadaan atau kondisi suatu negara yang menutup dirinya dari bangsa lain. Di Jepang pada masa kepemimpinan Toyotomi Hideyoshi melihat beberapa faktor pelayaran portugis seperti menyebarkan agama Kristen yang dianggap sebagai sesuatu yang membahayakan. Sistem feodalisme dikala itu memang mengikat masyarakat Jepang, dimana hal ini merupakan bentuk hukuman pelanggaran HAM ringan karena rasa cinta tanah air Jepang kurang dimiliki. Selain itu mereka juga berpikir bahwa Jepang hanya boleh dimiliki oleh kelas paling atas (Samurai) dan saat terjadi bahaya maka harus dibela. Hal ini timbul karena ketatnya stratifikasi sosial di negara ini.

Sejak zaman dahulu pihak Jepang memang belum pernah melakukan kontak dengan negara lain sehingga Nasionalismenya kurang teruji. Bahkan asal kebudayaan Jepang sebagian besarnya dari negara lain, khususnya negara China. Dengan kata lain dikala itu belum ada kesadaran dari Jepang akan ke Jepangannya. Maka dari itu mereka khawatir apabila Jepang dapat dikuasai dengan cepar, apabila wilayah Jepang dilanda imperialisme. 

Selain pengertian politik isolasi dan dampak politik isolasi tentunya adapula kelebihan dari penerapan politik ini. Kelebihan politik isolasi ketika diterapkan yaitu adanya kesempatan besar untuk memperbaiki pola pikir dari masyarakat yang dapat dilakukan oleh pemerintah Jepang itu sendiri. Jepang di masa kepemimpinan Sakoku ini masuk dalam tahap kepompong. Untuk iu pemahaman bangsa lain dan bangsanya sendiri perlu pembelajaran lebih yang harus dilakukan oleh masyarakat Jepang di masa Sakoku. Tertutupnya negara ini menyebabkan kondusifnya keadaan dalam pembangunan Nasionalisme masyarakat. Bahkan dalam sistem pendidikan juga telah dimasukkan materi Nasionalisme ini.

Pemerintah Jepang pada masa Tokugawa menerapkan doktrin keseimbangan yang berasal dari paham konfusianisme. Doktrin ialah cara memberikan hukuman yang berhubungan dengan kehidupan bernegara dan berbangsa kepada anak, seperti:

  • Letak kepentingan pemerintah diatas kepentingan pribadi sehingga demo kepentingan Nasional itu, para rakyat wajib melakukan pengorbanan.
  • Posisi pemerintah lebih tinggi dibandingkan individu sehingga peraturan pemerintah harus diikuti dan dipatuhi rakyat jika ingin maju.
  • Pemerintah ialah abdi masyarakat. pemerintah akan membantu menghadapi kesulitan yang dirasakan rakyat sehingga penyampaiannya harus santun, jelas dan langsung.
  • Pembuatan kebijakan pemerintah dilakukan untuk menimbulkan keharmonisan dalam iklim pemerintahan. Maka dari itu kebijakan pemerintah ini harus disesuaikan oleh masing masing individu dalam masyarakat.

Baca juga : 11 Tari Daerah Kalimantan Barat Beserta Penjelasannya Lengkap

Setelah memahami apa itu politik isolasi dan pengertian politik isolasi ini tentunya anda memiliki gambaran bagaimana dampak politik isolasi nantinya. Pemerintah menerakan politik isolasi ketika sistem pemerintahannya bakufu. Sistem pemerintahan ini memiliki beberapa ciri ciri di dalamnya seperti:

  • Kaisar (Tenno) tidak memegang kekuasaan pemerintah dan hanya dijadikan sebagai kepala negara.
  • Shogun diberikan wewenang sebagai pemerintah negara.
  • Seorang daimyo memegang setiap daerah.
  • Daimyo diberikan hak untuk memiliki Samurai atau tentaranya sendiri.

Di Jepang penerapan politik isolasi ini mulai berakhir saat Commodore Perry dibuka menurut perjanjian Shimoda pada tanggal 30 Maret 1854. Pembukaan Commodore Perry di Jepang disebabkan oleh beberapa hal seperti di bawah ini:

  • Politik isolasi dilakukan oleh pemerintahan Bakufu.
  • Pembukaan Tiongkok yang berhasil untuk bangsa asing.
  • Tempat istirahat yang dibutuhkan oleh AS ketika melakukan pelayaran ke Tiongkok.
  • Kepulauan Jepang dijadikan batu loncatan menuju Tiongkok yang baik.

Dampak Politik Isolasi

Setelah menjelaskan tentang apa itu politik isolasi dan pengertian politik isolasi tersebut. Kemudian saya akan membahas tentang dampak kebijakan sakoku. Selama 200 tahun kebijakan ini diterapkan oleh jepang hingga membuat negara ini memiliki ciri khas yang menonjol. Pemberlakuan politik isolasi menyebabkan beberapa dampak yang ditimbulkan seperti:

  • Munculnya identitas Nasional dari Jepang.
  • Membuat Jepang terhindar dari peperangan yang besar.
  • Menimbulkan rasa Nasionalisme dalam diri setiap individu Jepang.
  • Membuat Jepang ketertinggalan yang banyak dari bangsa Barat.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian politik isolasi dan dampak politik isolasi. Politik isolasi atau kebijakan Sakoku ialah istilah yang berguna untuk memaparkan keadaan atau kondisi suatu negara yang menutup dirinya dari bangsa lain. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *