Penggunaan Huruf Kapital yang Baik dan Benar Sesuai Pedoman Bahasa Indonesia

Diposting pada

Penggunaan Huruf Kapital yang Baik dan Benar Sesuai Pedoman Bahasa Indonesia – Apakah anda tahu bagaimana cara menggunakan huruf kapital itu? Penulisan huruf kapital pada umumnya sering luput dari para penulis saat melakukan kegiatan tulis menulis seperti menulis buku. Hal ini dikarenakan kualitas kontennya cenderung lebih difokuskan daripada teknik menulisnya. Apakah anda pernah merasa kurang pas terhadap sesuatu yang ingin ditulis dalam buku? Biasanya hal seperti ini muncul karena adanya penulisan konten yang kita cemaskan. Terkadang kecemasan ini menimbulkan rasa takut apabila pembaca kurang tertarik dengan apa yang kita tulis. Untuk itulah bahasa dalam konten tersebut terlalu kaku dan kurang menarik.

Bagi seorang penulis terkadang memang mengecualikan penggunaan huruf kapital yang sesuai kaidah untuk menulis buku. Maka dari itu kaidah menulis buku secara terstruktur sengaja dilanggar oleh penulis tersebut. Meskipun kasusnya tidak sepenuhnya seperti ini, namun penting sekali untuk mengetahui kaidah penulisan yang baik dan benar bagi seorang penulis. Dalam EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) terdapat salah satu kaidah penulisan yang harus di ketahui yaitu cara menggunakan huruf kapital dengan baik dan benar.

Penggunaan Huruf Kapital yang Baik dan Benar Terlengkap
Penulisan Hurif Kapital

Cara menggunakan huruf kapital merupakan salah satu kaidah dalam EYD yang tergolong dasar untuk dipahami. Meskipun kaidah dasar, namun materi ini sering disepelekan oleh para penulisnya. Dalam menulis buku memang terdapat tata cara penulisan huruf yang baik dan benar, meskipun sifatnya mikro. Namun hal ini tetap penting untuk dipelajari. Nah pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang penggunaan huruf kapital yang baik dan benar terlengkap. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Penggunaan Huruf Kapital yang Baik dan Benar Sesuai Pedoman Bahasa Indonesia

Tata cara penulisan huruf dalam Bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa macam seperti penulisan huruf miring (Italic) maupun penulisan huruf kapital (huruf induk). Apa yang dimaksud huruf kapital itu? Pengertian huruf kapital menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) ialah huruf yang memiliki bentuk dan ukuran khusus sehingga lebih besar dibandingkan huruf biasanya. Huruf kapital tersebut dapat dinamakan dengan huruf besar.

Baca juga : Unsur-Unsur Iklan Baris Dalam Bahasa Indonesia Beserta Contoh

Peletakkan huruf kapital dalam sebuah kalimat biasanya ada di awal kata pertamanya. Huruf kapital ini sebenarnya tidak hanya berguna di awal kata pertama saja, namun adapula penggunaan lainnya yang ditulis sesuai dengan aturan dan kondisi tertentu. Lalu bagaimana cara menggunakan huruf kapital itu? Di bawah ini terdapat penggunaan huruf kapital yang baik dan benar yaitu:

1. Huruf kapital digunakan pada kalimat di awal huruf pertamanya.

2. Huruf kapital digunakan untuk julukan dan nama orang di bagian huruf pertamanya.
Misalnya : Doni Saputra ialah si Mas Ganteng yang aku maksud selama ini. (Dalam penulisan sang dan si memang menggunakan huruf kecil, kecuali apabila digunakan untuk menyebut Tuhan atau disertai dengan nama)

3. Huruf kapital tidak digunakan dalam nama satuan atau jenis ukuran.
Misalnya mesin diesel, 12 volt, ikan tongkol, 6 ampere.
Keterangan : Satuan volt dan ampere dapat ditulis sesuai dengan aturan Sistem Satuan Internasional. 

Berikut penjelasan tentang penggunaan huruf kapital dalam penulisan satuan SI yaitu:

  • Nama satuan yang berasal dari nama orang dapat ditulis menggunakan kapital apabila penulisannya sebagai simbol. Tetapi penulisan satuan yang dipanjangkan akan menggunakan huruf kecil semua. Misalnya 6 ampere atau penulisannya 6 A.
  • Penulisan satuan suhu menggunakan hurut kapital dalam pengecualian saat dipanjangkan dan sebagai simbol, seperti pada derajat Celsius. Misalnya 24 derajat Celsius atau 24°C.

4. Huruf kapital tidak digunakan dalam penulisan huruf pertama kata tugas atau kata yang artinya “anak dari” seperti binti, van, bin, dan boru.

5. Huruf kapital digunakan dalam petikan langsung di bagian awal kalimatnya. 
Misalnya : Kenapa pas aku tadi tanya, “Anjingnya dimana,” kamu malah pura pura tidak tahu? 

6. Huruf kapital digunakan untuk huruf pertama pada masing masing kitab suci, kata ganti Tuhan, Tuhan dan nama agama.
Misalnya : Protestan, Al Quran, Katolik, Buddha. Tetapi untuk kata adjektif (sifat) biasanya menggunakan huruf kecil, contohnya buddhis, islami, dan kristiani.

Baca juga : Perbedaan Metode Membaca Intensif dan Ekstensif Lengkap

7. Huruf kapital digunakan untuk huruf pertama pada unsur nama gelar keturunan, akademik, kehormatan atau keagamaan yang disertai nama orang.
Misalnya : Mahaputra Karna, Nabi Muhammad, Doktor Sanusi, Sultan Hasanuddin, dan sebagainya.

8. Huruf kapital digunakan untuk huruf pertama pada nama pangkat dan jabatan yang disertai dengan nama orang atau digunakan untuk mengganti nama instansi, nama tempat atau nama orang tertentu.
Misalnya : Camat Ngangkruk, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur Jawa Barat, dan lain lain.
Keterangan penggunaan huruf kapital : Huruf  kapital digunakan untuk menulis nama jabatan yang disertai dengan nama, tetapi ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan huruf kapital digunakan saat tidak disertai dengan nama.

9. Huruf kapital digunakan untuk huruf pertama pada nama suku bangsa, bahasa dan bangsa.
Misalnya : bahasa Inggris, orang Sumatra, masakan Jawa.

10. Huruf kapital digunakan untuk huruf pertama pada nama bulan, hari raya atau hari besar, tahun dan hari.

11. Huruf kapital digunakan untuk huruf pertama pada nama peristiwa dalam sejarah.
Misalnya : Pada bulan Mei 2020 terdapat pemikiran terkait Perang Dunia II yang pernah terjadi.

12. Huruf kapital digunakan untuk huruf pertama pada nama geografi.
Contoh penggunaan huruf kapital : Sungai Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, Gunung Semeru.

13. Huruf kapital digunakan untuk huruf pertama di semua kata nama lembaga, organisasi, negara, dokumen, badan dan termasuk semua ulang bentuk sempurnanya. Kecuali penggunaan kata tugas seperti ke, dan, untuk, di, yang, dari.
Misalnya : Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Perserikatan Bangsa Bangsa, Kitab Undang Undang Hukum Pidana dan sebagainya.

14. Huruf kapital digunakan untuk huruf pertama pada singkatan nama pangkat, sapaan atau gelar.
Misalnya : Saudara Iman Bukhori = Sdr. Iman Bukhori, Mayor Infanteri Purnawirawan Bima Saputra = Mayor Inf. (Purn.) Bima Saputra.

Sekian penjelasan mengenai penggunaan huruf kapital yang baik dan benar terlengkap. Cara menggunakan huruf kapital tersebut tentunya harus sesuai dengan aturan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.