Perbedaan Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas Beserta Contohnya

Diposting pada

Perbedaan Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas Beserta Contohnya – Kalimat yang baik menjadi salah satu syarat utama untuk menyusun sebuah paragraf. Tanpa struktur kalimat yang baik, maka teks atau bacaan pun akan sulit untuk dipahami oleh pembaca. Apakah kalian tau perbedaan antara dua kalimat tersebut? Meski banyak dipakai tapi faktanya tak semua orang mampu membedakan kalimat utama dan penjelas. Mirisnya lagi, beberapa siswa mengidentifikasi ciri-cirinya hanya berdasarkan letak atau posisinya saja.

Setiap paragraf umumnya hanya memiliki satu kalimat utama saja. sedangkan lainnya termasuk dalam kategori kalimat penjelas yang berfungsi sebagai pendukung. Kalimat secara umum dapat diartikan sebagai beberapa kata yang digabungkan hingga memiliki sebuah arti. Kemudian adapula istilah mengenai paragraf yaitu gabungan dari beberapa kalimat menjadi satu bagian. Dalam paragraf tersebut biasanya terkenal dengan nama kalimat utama dan kalimat penjelas. Kedua kalimat ini memang berbeda.

Perbedaan Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas Lengkap
Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas

Sebelum memahami tentang perbedaan antara kalimat utama dan kalimat penjelas tersebut, anda harus memahami terlebih dahulu mengenai pengertian kalimat utama dan kalimat penjelas beserta contoh kalimat utama dan kalimat penjelas. Dalam tulisan dan paragraf memang terdapat bagian penting yang berbentuk kalimat ini, baik kalimat utama maupun kalimat penjelas. Namun kalimat tersebut tentunya harus memiliki minimal predikat, subjek dan kalimatnya harus efektif. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang perbedaan kalimat utama dan kalimat penjelas lengkap. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Perbedaan Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas Beserta Contohnya

Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki cakupan materi begitu luas. Di dalamnya, kalian akan menjumpai pembahasan seputar kalimat yang notabenya memiliki dua fungsi yakni sebagai pokok pikiran serta gagasan pejelas. Kalimat utama berisikan pokok pikiran sehingga bisa menjadi patokan agar topik dapat dikembangkan berdasarkan isi paragrafnya. Maka dari itu dalam satu paragraf pasti memiliki satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas.

Baca juga : Macam Macam Majas Pertentangan Beserta Contoh Lengkap

Cara menentukan kalimat utama dan kalimat penjelas tidaklah semudah membalik telapak tangan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan dari siswa seperti apa ciri-ciri dari kedua jenis kalimat tersebut. Meski materinya telah diajarkan oleh guru secara intensif tapi kebanyakan siswa masih kesulitan memahaminya. Oleh karena itu, kalian perlu menambah pengetahuan dengan mencari referensi sendiri dari internet.

Dalam artikel singkat kali ini kita akan membahas definisi kalimat utama dan penjelas. Saya juga telah merangkum beberapa ciri-ciri spesifik dari dua jenis kalimat tersebut. Sehingga kalian tak perlu kebingungan lagi ketika diminta membedakan antara keduanya. Penasaran seperti apa perbedaannya? simaklah artikel di bawah sampai selesai.

Pengertian Kalimat Utama

Apa itu kalimat utama? inilah yang sering ditanyakan siswa. Definisi kalimat utama adalah kalimat yang di dalamnya berisi gagasan pokok mengenai topik bahasan dalam sebuah paragraf. Dari gagasan utama tersebut penulis mampu mengembangkannya sehingga bacaan pun dapat dipahami lebih jelas. Biasanya, kalimat utama terletak pada awal paragraf agar maksudnya mudah untuk ditangkap pembaca.

Misalnya, seorang penulis hendak membuat paragraf yang mendeskripsikan berbahayanya bencana banjir. Maka kalimat utama yang harus dibuatnya adalah “Banjir menjadi salah satu bencana alam berbahaya yang sering terjadi di kota-kota besar“. Setelahnya, penulis dapat menjabarkan sebab, akibat, dan proses terjadinya banjir sebagai kalimat penjelasnya.

Ciri Ciri Kalimat Utama

Sebenarnya perbedaan kalimat utama dan penjelas cukup signifikan jika dilihat dari fungsinya. Untuk membantu kalian memahaminya, maka simaklah ciri ciri kalimat utama di bawah:

  1. Kalimat utama berisi sebuah masalah yang secara rinci dapat dikembangkan.
  2. Kalimat utama ialah kalimat yang dapat berdiri sendiri atau kalimat utuh tanpa memiliki penghubung, baik penghubung intra kalimat ataupun penghubung antar kalimat.
  3. Letak kalimat utama biasanya di awal paragraf. Tetapi letak kalimat utama di akhir paragraf (kalimat induktif) serta menggunakan kata seperti jadi…, sebagai kesimpulan…, dengan demikian….
  4. Meskipun tidak memiliki hubungan dengan kalimat lain, namun artinya cukup jelas.

Pengertian Kalimat Penjelas

Apa itu kalimat penjelas? secara garis besar kalian bisa mengartikannya sebagai kalimat yang mengandung uraian ataupun penjabaran tentang gagasan utama. Jadi, bisa disimpulkan bahwa kalimat penjelas sifatnya adalah sebagai pendukung agar pokok pikiran yang disampaikan bisa diterima oleh akal pembaca.

Jika pada sesi sebelumnya saya jelaskan gagasan pokoknya adalah bahaya bencana bajir. Maka penulisan kalimat penjelasnya akan seperti berikut:

Banjir adalah fenomena dimana meluapnya air sungai sampai menggenangi wilayah pemukiman. Bencana ini disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari curah hujan tinggi, sistem drainase yang buruk, sampai kesalahan manusia itu sendiri. Maraknya orang membuang sampah di sungai turut serta menjadi penyebab utama tersumbatnya aliran sungai. Akibatnya, saat terjadi banjir wabah penyakit pun merebak sampai berpotensi menghilangkan nyawa.

Ciri Ciri Kalimat Penjelas

Sama seperti sebelumnya, sebenarnya kalian bisa mengidentifikasi kalimat penjelas lewat ciri-cirinya. Namun beberapa siswa masih mengeluh tak tau perbedaan antara kedua jenis kalimat tersebut. Oleh karenanya, saya akan memberikan sedikit gambaran seperti apa ciri-ciri kalimat penjelas berikut:

  1. Mendukung kalimat utama yang menyajikan contoh, alasan, deskripsi, penjelasan dan perbandingan terkait pembahasan topik tersebut.
  2. Kalimatnya tidak bisa berdiri sendiri.
  3. Membutuhkan kata penghubung seperti contohnya, misalnya, bahkan, terlebih lagi dan sebagainya. Kata hubung ini diperlukan oleh kalimat penjelas untuk membuat antar kalimat dalam paragraf menjadi berkesinambungan atau koheren.

Baca juga : Macam Macam Imbuhan Bahasa Indonesia Beserta Contoh

Contoh Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas

Setelah memahami perbedaan kalimat utama dan kalimat penjelas beserta pengertian kalimat utama dan kalimat penjelas di atas. Selanjutnya saya akan membahas tentang contoh kalimat utama dan kalimat penjelas tersebut. Adapun contohnya yaitu sebagai berikut:

Demam berdarah adalah ancaman untuk manusia di seluruh dunia. Terjadinya demam berdarah ini sering menjadi kasus di berbagai penjuru dunia. Kasus demam berdarah di Asia seperti Asia Selatan dan Asia Timur memiliki jumlah yang paling tinggi. Hal ini dikarenakan tingginya curah hujan disana sehingga nyamuk dengue memungkinkan untuk berkembang. Kemudian diperingkat 2 dan 3 kasus demam berdarah ditempati oleh negara Australia dan Amerika. Di benua ini memiliki jumlah kasus yang lebih kecil karena iklim dan letak geografisnya sehingga perkembangan nyamuk dengue lebih sulit.

Dalam paragraf diatas kita dapat melihat contoh penggunaan kalimat utama dan kalimat penjelas di dalamya. Paragraf tersebut memiliki kalimat utama yang letaknya di awal paragraf sehingga termasuk dalam paragraf deduktif. Adapun penjabaran dari letak kalimat utama dan kalimat penjelas dalam paragraf tersebut yaitu meliputi:

  • Kalimat utama : Demam berdarah adalah ancaman untuk manusia di seluruh dunia.
  • Kalimat Penjelas : terdapat dalam kalimat ke 2 sampai ke 6.

Demikianlah penjelasan mengenai perbedaan kalimat utama dan kalimat penjelas lengkap. Dalam sebuah paragraf biasanya memiliki satu kalimat utama yang diikuti dengan beberapa kalimat penjelas. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.

Baca Juga  8 Ciri Ciri Pidato yang Baik dan Benar Beserta Pembahasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.