Kabinet Natsir: Program Kerja dan Penyebab Jatuhnya Kabinet Natsir

Diposting pada

Kabinet Natsir: Program Kerja dan Penyebab Jatuhnya Kabinet Natsir – Sebelum berdiri kokoh seperti sekarang, Indonesia pernah mengalami pergantian kabinet berulang kali. Bahkan sejak tahun 1950 sampai1955 Negara kita mengalami sudah berganti kabinet sebanyak 4 kali. Penyebabnya tak lain karena ke-4 kabinet tersebut tidak ada yang bisa melaksanakan program kerjanya dengan baik serta banyaknya parpol yang saling menjatuhkan.

Program Kerja Kabinet Natsir dan Penyebab Jatuhnya Kabinet Natsir
Pelantikan Anggota Kabinet Natsir

Pada mulanya indonesia berada dalam bentuk republik Indonesia Serikat. Tapi seiring berjalannya waktu Indonesia pun berubah menjadi negara dengan pemerintahan kesatuan. Secara tak langsung kabinet pun juga ikut berubah menjadi kabinet natsir yang dipimpin oleh menteri Mohammad Natsir. Disahkan pada 07 september 1950 berdasarkan KEPRES RI no 9 1950 dengan membawa serangkaian program kerja.

Kendati demikian, kabinet ini hanya bertahan satu tahun lamanya dan resmi bubar pada 21 maret 1951. Penyebab jatuhnya kabinet natsir adalah perebutan kursi kekuasaan di dalam susunan menteri antar partai yakni PNI dan Masyumi. Padahal beberapa partai politik telah sepakat berkoalisi untuk memilih pemimpin yang nasionalis. Tapi keinginan itu tidak tercapai karena perebutan kursi oleh dua parpol di atas.

Kabinet Natsir: Program Kerja dan Penyebab Jatuhnya Kabinet Natsir

Sejarah menjadi mata pelajaran yang menurut saya cukup menyenangkan untuk diikuti. Ada berbagai momen epik dan penting yang menunggu untuk digali kebenarannya. Terlebih membahas lika liku terbentuknya sistem pemerintahan negara sampai sejauh ini.

Sebagai bangsa yang berkembang, Indonesia sudah mengalami banyak sekali pergantian tongkat kepemimpinan. Di antara masa transisi itu pernah tercipta kabinet yang hanya bertahan kurang dari 2 tahun tapi mampu membawa perubahan besar bagi tatanan sistem negara. Kabinet itu tak lain adalah kabinet natsir.

Secara garis besar kita bisa membaca penjabaran dari semua program kerja kabinet natsir di buku pedoman sejarah. Guru pun pasti juga akan membahasnya ketika pelajaran tatap muka berlangsung. Bahkan tak jarang pula siswa mendapat tugas untuk merangkum proker serta penyebab jatuhnya kabinet natsir sebagai pendalam materi.

Apakah kalian salah satunya? bila iya maka simaklah baik-baik artikel di bawah. Karena sedikit banyak kita akan mengupas tuntas pimpinan, anggota, program, dan berbagai polemik yang ada di dalam kabinet ini.

Apa Itu Kabinet Natsir

Sebelum membahas penyebab jatuhnya kabinet natsir pada tahun 1951 silam. Ada baiknya kita mengetahui latar belakang pembentukannya terlebih dulu. Kabinet Natsir adalah kabinet yang pertama kali dibentuk setalah pembubaran RIS (Republik Indonesia Serikat). kabinet ini resmi berdiri pada tanggal 7 September 1950 sesuai dengan hasil KEPRES no 9 tahun 1950.

Akan tetapi Pada penerapannya kabinet ini sudah mulai bekerja pada tanggal 6 September 1950. Sesuai dengan Namanya kabinet ini dipimpin oleh perdana mentri Bernama Mohammad Natsir. Program kerja kabinet natsir pun digadang mampu memajukan bangsa lewat penanaman nilai pancasilais.

Baca juga: Kabinet Indonesia Pada Masa Demokrasi Liberal (1950 – 1959)

Kabinet natsir sendiri merupakan hasil koalisi yang dipimpin oleh masyumi bersema PNI. Struktur kabinet natsir bahkan tidak main-main karena terdiri dari banyak tokoh terkenal kala itu. Diantaranya adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Mr Asaat, Ir Djuanda, dan Prof Dr Soemitro Djojohadikoesoemo.

Dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, kabinet Natsir mendapatkan tugas utama yaitu proses integrasi Irian Barat. Ternyata tugas itu justru menjadi bumerang yang menjadi penyebab jatuhnya kabinet natsir kala itu.

Akan tetapi, kendala terus datang silih berganti pada saat anggota menjalankan tugasnya. Program kerja kabinet natsir pun tidak berjalan mulus lancar karena berbagai sebab. Misalnya banyak pemberontakan seperti: Gerakan DI/TII, Gerakan Andi Azis, Gerakan APRA, Gerakan Republik Maluku Selatan (RMS).

Program Kerja Kabinet Natsir

Kabinet Natsir memiliki keberhasilan dalam upaya perundingan antara Indonesia Belanda untuk pertama kalinya mengenai masalah Irian Barat. Dalam bidang ekonomi kabinet ini memperkenalkan sistem ekonomi Gerakan Benteng yang direncanakan oleh Menteri Ekonomi, Sumitro Djojohadikusumo.

Program kerja kabinet natsir satu ini bertujuan untuk mengubah struktur ekonomi kolonial menjadi struktur ekonomi nasional (pembangunan ekonomi Indonesia). Sebelum kita bahas apa penyebab jatuhnya kabinet natsir pahami terlebih dulu beberapa program kerjanya. Karena sedikit banyak program inilah yang menimbulkan polemik sampai membuat kabinet dibubarkan.

Selama pemerintahannya kabinet natsir memiliki beberapa program kerja, berikut dibawa ini beberapa Program kerja yang telah dijalankan oleh kabinet natsir adalah:

  1. Menggiatkan usaha keamanan dan ketentraman.
  2. Mencapai konsolidasi dan menyempurnakan susunan pemerintahan.
  3. Menyempurnakan organisasi Angkatan Perang.
  4. Mengembangkan dan memperkuat ekonomi rakyat.
  5. Memperjuangkan penyelesaian masalah Irian Barat.

Penyebab Jatuhnya Kabinet Natsir

penyebab utama jatuhnya kabinet natsir tidak jauh dari masa awal proses pembentukan dan program kerjanya. Jatuhnya kabinet natsir disebabkan karena PNI yang tidak diikutkan ke dalam kabinet tersebut. PNI yang tidak terima kemudian menjadi partai oposisi bersama dengan Murba dan Partai Komunis Indonesia.

Selain itu ada penyebab jatuhnya kabinet natsir lainya karena kegagalan dalam menyelesaikan masalah irian barat. Adanya mosi tidak percaya dari PNI menyangkut pencabutan peraturan pemerintah mengenai DPRD dan DPRDS juga seolah memperparah keadaan. Kabinet natsir didimisioner sejak 21 Maret 1951 dan mengundurkan diri setelah DPR menerima mosi Hadikusumo tentang pencabutan PP Nomor 39/1950 tentang pembekuan DPRD.

Menteri Asaat ( Menteri Dalam Negeri) tidak menyetujui mosi tersebut dan kabinet sependapat dengan Asaat, maka kemudian mengundurkan diri. Secara garis besar kabinet Natsir mengundurkan diri karena tidak mau menerima mosi DPR. Walaupun Kabinet belum di jatuhi Mosi Tidak Percaya dari DPR tapi sudah menjadi sifat mayoritas kabinet pada masa UUDS tahun 1950 silam.

Bila kita rangkum kembali maka dapat disimpulkan bahwa penyebab jatuhnya kabinet natsir adalah:

  1. Gagal menyelesaikan masalah Irian Barat.
  2. Terjadi perebutan kursi menteri antara PNI dan Masyumi.
  3. Tidak mau mengakui MOSI yang dilayangkan pada DPR.
  4. Munculnya suara-suara negatif dari anggota kabinet itu sendiri.

Itulah sedikit penjelasan tentang program kerja kabinet natsir dan apa saja yang menyebabkan kabinet jatuh pada 1951. Meski hanya menjabat kurang dari 2 tahun tapi kabinet natsir berhasil membawa banyak perubahan yang menurut saya signifikan. Bila kalian masih bingung memahami materi di atas silahkan mengajukan pertanyaan lewat kolom komentar.

Baca Juga  Apa Hasil Kesepakatan Pada Peristiwa Rengasdengklok