Jelaskan Peran Ahmad Soebardjo Dalam Peristiwa Rengasdengklok

Diposting pada

Jelaskan Peran Ahmad Soebardjo Dalam Peristiwa Rengasdengklok – Perisiwa Rengasdengklok merupakan sebuah peristiwa yang ada di sepanjang sejarah bangsa Indonesia. Pengertian peristiwa rengasdengklok adalah peristiwa ketika Soekarno dan Hatta diculik pada tanggal 16 Agustus 1945. Latar belakang peristiwa Rengasdengklok adalah waktu kapan terjadinya proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang pada akhirnya diumumkan pada tanggal 17 Agutus 1945.

Lalu coba jelaskan peran ahmad soebardjo dalam peristiwa Rengasdengklok tersebut? Di kala itu Jepang sedang menjajah Indonesia dengan ambisinya membangun imperium Asia Timur Raya saat terjadi Perang Dunia II. Jepang pada peristiwa tersebut mengalami kekalahan sehingga bangsa Indonesia memperoleh dampak yang cukup besar. Sejak saat itu, golongan muda dan golongan tua di Indonesia mulai bersitegang.

jelaskan peran ahmad soebardjo dalam peristiwa rengasdengklok
Peran Ahmad Soebardjo

Perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda ini berkaitan dengan kapan waktu yang tepat dalam melaksanakan pengumuman Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Di kala itu penduduk Indonesia dilarang oleh pemerintah Jepang secara tegas untuk mendengarkan radio luar negeri. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab pengumuman proklamasi Indonesia terhambat. Tetapi pemuda Indonesia dengan uletnya mencari tahu berita terkait penyerahan Jepang kepada Sekutu tanpa syarat. Nah pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang jelaskan peran ahmad soebardjo dalam peristiwa rengasdengklok. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Jelaskan Peran Ahmad Soebardjo Dalam Peristiwa Rengasdengklok

Di kala itu berita kekalahan Jepang didengarkan oleh Sutan Syahrir melalui radio gelap. Akibat hal itu Sutan Syahrir segera mendesak Soekarno dan Hatta untuk melakukan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Tetapi Soekarno Hatta berkeinginan untuk melakukan proklamasi melalui badan buatan Jepang yaitu PPKI. Namun para golongan muda tidak puas dengan jawaban tersebut dan menculik Soekarno Hatta menuju Rengasdengklok dengan tujuan menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang.

Lantas coba jelaskan peran ahmad soebardjo dalam peristiwa rengasdengklok? Para golongan muda mengasingkan Soekarno – Hatta ke Rengasdengklok menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Hal ini dimaksudkan agar Soekarno dan Hatta terhindar dari adanya pengaruh Jepang. Para golongan muda meyakinkan Soekarno – Hatta bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu selama berada di Rengasdengklok.

Baca Juga  Bangun Ruang Yang Tidak Memiliki Titik Sudut Adalah

Para golongan muda berharap proklamasi kemerdekaan Indonesia segera dilakukan oleh Soekarno dan Hatta. Namun dibalik itu ada beberapa peran para tokoh di dalamnya seperti peran Ahmad Soebarjo, peran Laksamana Maeda dan sebagainya. Setelah memahami sedikit bagaimana peristiwa Rengasdengklok tersebut, coba kerjakan soal di bawah ini:

Jelaskan peran Ahmad Soebardjo dalam peristiwa Rengasdengklok?

Jawaban.
Ahmad Soebardjo berperan dalam pengembalian Soekarno – Hatta menuju Jakarta lagi. Hal ini dikarenakan beliau menengahi permasalahan antara golongan muda dan golongan tua. Bahkan para pemuda dapat diyakinkan oleh Ahmad Soebardjo bahka proklamasi kemerdekaan akan dilakukan keesokan harinya, dengan jaminan dirinya sendiri. Pada akhirnya komandan komisi PETA setempat bersedia melepaskan Soekarno dan Hatta ke Jakarta karena kecakapan Ahmad Soebardjo tersebut.

Berdasarkan pembahasan di atas tentunya kita dapat menjawab pertanyaan jelaskan peran ahmad soebardjo dalam peristiwa rengasdengklok tersebut. Achmad Soebardjo Djojoadisurjo lahir pada tanggal 23 Maret 1896 di kota Karawang, Jawa Barat. Kemudian beliau wafat ketika menginjak umur 82 tahun yaitu pada tanggal 15 Desember 1978. Selain itu Ahmad Soebardo pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia pertama.

Selain peran Ahmad Soebardjo di atas, sebenarnya masih ada beberapa peran Ahmad Soebardjo lainnya yaitu diantaranya:

  1. Meyakinkan golongan muda agar Soekarno – Hatta diizinkan untuk kembali ke Jakarta.
  2. Meminta izin kepada Laksamana Maeda supaya rumahnya bisa dimanfaatkan untuk tempat penyusunan teks Proklamasi.
  3. Ikut menyusun naskah Proklamasi bersama dengan Soekarno – Hatta.
  4. Menjadi Menteri Luar Negeri di Indonesia yang pertama dengan tugas meyakinkan Indonesia telah merdeka.