Hasil Perlawanan Pangeran Antasari

Diposting pada

Hasil Perlawanan Pangeran Antasari – Seperti yang kita tahu bahwa Kesultanan Banjar pada tahun 1857 mengalami konflik internal yang berhubungan dengan ahli waris takhta setelah Sultan Adam (memerintah tahun 1825 – 1857) meninggal. Kemudian Belanda menunjuk cucu Sultan Adam yaitu Pangeran Tamjidillah menjadi sultan (memerintah tahun 1857 – 1859). Akan tetapi pada tahun 1852, Abdul Rakhman (ayah Tamjidillah sekaligus putra Sultan Adam) tersebut wafat.

Di kala itu pemilihan Tamjidillah menjadi sultan memang menghasilkan sebuah permasalahan tertentu karena Tamjidillah merupakan anak hasil perkawinan antara Abdul Rakhman dengan orang biasa. Disisi lain istri Abdul Rakhman yang lainnya adalah keturunan bangsawan dan mempunai anak bernama Pangeran Hidayatullah. Lantas hasil perlawanan pangeran antasari adalah apa?

hasil perlawanan pangeran antasari
Perlawanan Pangeran Antasari

Di kala itu Pangeran Hidayatullah ditunjuk untuk menggantikan Sultan Adam. Pangeran Hidayatullah menurut rakyat Banjar dan kalangan istana lebih layak untuk menduduki takhta dibandingkan Tamjidillah yang hobinya minum minuman keras. Maka dari itulah Tamjidillah tidak disukai oleh golongan agama. Kemudian pada tahun 1856, Pangeran Hidayatullah diangkat menjadi Mangkubumi. Sehubungan dengan hal ini saya akan menjelaskan tentang hasil perlawanan pangeran antasari dikala itu. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Hasil Perlawanan Pangeran Antasari

Di kala itu Belanda memang menunjuk sultan Banjar selanjutnya hingga membuat rakyat dan kalangan istana murka. Bahkan tindakan Belanda semakin meresahkan saat salah satu putra Sultan Adam yaitu Pangeran Prabu Anom ditangkap. Kemudian pemerintah kolonial mengambil alih kekuasaan Kesultanan Banjar. Belanda lebih menyukai Tamjidillah karena lebih besar menjanjikan konsepsi. Maka dari itulah terjadi Perang Banjar.

Kemudian pemberontakan besar di Banjarmasin mulai terjadi pada bulan April dengan pimpinan Pangeran Antasari selaku sepupu dari Pangeran Hidayatullah. Lantas apa hasil perlawanan pangeran antasari? Pangeran Antasari dan rakyat Banjar pada tanggal 25 April 1859 menyerang pos pos misinioris, perusahaan tambang batu bara Belanda di Pengaron, dan membunuh orang Eropa yang dijumpainya. Bahkan pos pos Belanda di Martapura Hulu Sungai, Riam Kanan, sepanjang Sungai Barito hingga ke puncak Puruk Cahu juga diserang oleh Pangeran Antasari.

Baca Juga  Peran Indonesia Dalam Gerakan Non Blok Beserta Perwujudannya

Hasil perlawanan Pangeran Antasari tersebut memang belum terlihat jelas. Di kala itu peperangan menyebabkan korban jiwa dari pihak Belanda yang banyak serta menelan biaya yang besar. Hal ini dapat terjadi karena adanya dukungan dari para pemimpin Islam pedesaan yang gigih. Dukungan tersebut diberikan dengan maksud untuk meredam militansi dan ketegangan dari rakyat Banjar. Pada tahun 1859, Tamjidillah dipaksa untuk turun takhta dan harus diasingkan ke Bogor Jawa Barat. Kemudian Belanda menyatakan penghapusan Kesultanan Banjarmasin dan pengumuman kekuasaan kolonial yang sifatnya langsung pada tahun 1860.

Belanda disaat yang sama juga memberikan ultimatum kepada Pangeran Hidayatullah supaya menyerah, tetapi ultimatum tersebut ditolak. Pada akhirnya Pangeran Hidayatullah berhasil ditangkap oleh Belanda dan diasingkan ke Cianjur. Antasari menjadi pusat kesetiaan kerajaan sepeninggal Hidayatullah untuk orang yang sifatnya anti Belanda hingga pada tahun 1862 Antasari wafat karena cacar. Hingga tahun 1865 pertempuran besar tersebut terus berlangsung. Perlawanan ini diteruskan oleh Tumanggung Naro, Gusti Matsaid, Surapati, Pangeran Mas Natulaya, dan Tumanggung. Pada akhirnya Gusti Matsaid gugur pada tahun 1905 dan mengakhiri perlawanan rakyat Banjar terhadap Belanda.

Setelah memahami sedikit sejarah perang Banjar tersebut, coba kerjakan salah satu soal seperti di bawah ini:

Hasil Perlawanan Pangeran Antasari adalah . . .

Jawaban.
Hasil perlawanan pangeran Antasari dan rakyat Banjar adalah pernyataan Belanda terkait penghapusan Kesultanan Banjarmasin dan pengumuman kekuasaan kolonial yang sifatnya langsung, meninggalnya Pangeran Antasari karena cacar, serta pengasingan Pangeran Hidayatullah menuju Cianjur.