Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern Beserta Contohnya

Diposting pada

Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern Beserta Contohnya – Ada banyak sekali barang yang menjadi produk hasil sekaligus contoh bioteknologi. Secara etimologi bioteknologi artinya aplikasi ilmu pengetahuan untuk kehidupan. Tapi para ahli mendefinisikan bioteknologi sebagai cabang ilmu gabungan antara biologi dan teknologi.

Perkembangan jaman yang kian pesat akhirnya melahirkan berbagai inovasi baru di bidang bioteknologi. Perbedaan bioteknologi konvensional dan modern pun kini semakin terlihat jelas. Sayangnya hal itu tak disadari oleh mayoritas orang karena mereka belum paham betul apa itu bioteknologi.

perbedaan bioteknologi konvensional dan modern
apa itu bioteknologi

Padahal implementasi sekaligus contoh bioteknologi dapat kita jumpai di berbagai tatanan kehidupan. Mulai dari proses produksi makanan, energi, farmasi, hingga melibatkan penelitian berbasis genetik sekalipun. Dampak positif bioteknologi pun dapat dirasakan lewat peningkatan kualitas serta taraf hidup masyarakat.

Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern Beserta Contohnya

Bioteknologi sebenarnya telah mengalami perkembangan pesat dan menjadi pusat perhatian di kalangan peneliti. Di dalamnya kita akan menemukan ilmu pemanfaatan aspek hayati dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Masalah utamanya tak semua siswa paham ketika diminta sebutkan perbedaan bioteknologi konvensional dan modern.

Setidaknya, bioteknologi telah mengalami dua fase perkembangan yakni konvensional dan modern. Masing masing tentunya memiliki karakteristik, kelebihan serta kekurangan berbeda. Hal inilah yang diajarkan pada siswa ketika menginjak bangku SMA dan SMK.

Sebelum mempelajari apa perbedaan bioteknologi konvensional dan modern secara tepat. Pertama, kalian harus memahami terlebih dulu pengertian sekaligus ciri cirinya. Dari aspek itulah kita dapat mengkomparasi lalu menemukan perbedaan antara keduanya.

Sebutkan Perbedaaan Bioteknologi Konvensional dan Modern

Dalam sesi pertama saya tidak akan banyak basa basi dan akan langsung menuju topik pembahasan. Yakni mengetahui apa saja perbedaan antara kedua jenis bioteknologi yang diajarkan di sekolah.

Walaupun contoh bioteknologi dapat kita jumpai dengan mudah. Tapi hal itu tak mengubah fakta kalau masih banyak siswa yang kesulitan saat guru memberikan pertanyaan. Sebutkan perbedaan bioteknologi konvensional dan modern dengan benar! saya jamin tak semua mampu menjawabnya.

Padahal materi yang sedikit banyak membahas proses pemanfaatan hayati dan teknologi itu sudah tertulis di buku pedoman. Tapi karena belum menghafal ciri ciri keduanya membuat siswa kesulitan.

Jika kalian sedang mendapat tugas untuk membuat rangkuman perbedaan bioteknologi konvensional dan modern, maka simaklah tabel di bawah:

Bioteknologi konvensionalBioteknologi modern
Memakai teknologi tradisionalMemakai teknologi modern
Lebih hemat biayaMemerlukan biaya tinggi
Menghambat keragaman plasma nutflahMenciptakan perbaikan genetik terarah
Ramah lingkunganBerpotensi mengganggu keseimbangan alam
Prosesnya didasarkan atas keterampilan yang sudah adaProsesnya didasarkan atas kajian dari banyak ilmu pengetahuan
Tidak menghasilkan organisme bersifat baruMampu menghasilkan organisme bersifat baru
Secara langsung melibatkan makhluk hidup dalam prosesnyaMelibatkan makhuk hidup dan setiap komponennya
Mengabaikan prinsip ilmiahMenggunakan prinsip ilmiah
Proses produksi berskala kecilProses produksi berskala masif
Tabel perbedaan bioteknologi konvensional dan modern

Perbedaan Teknik dan Metode

Perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada teknik yang digunakan. Bioteknologi konvensional lebih mengandalkan metode tradisional. Misalnya dalam sektor pertanian tampak pada perkawinan selektif dan pemilihan alam. Di sisi lain, bioteknologi modern menggunakan pendekatan yang lebih canggih, termasuk teknologi rekayasa genetika yang memungkinkan manipulasi langsung pada tingkat DNA.

Perbedaan Presisi dan Akurasi Hasil

Perbedaan bioteknologi konvensional dan modern juga dapat kita amati langasung pada hasilnya. Metode yang lebih modern sudah pasti lebih unggul dalam presisi dan akurasi. Teknik rekayasa genetika modern seperti CRISPR-Cas9 memungkinkan penyesuaian gen dengan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi. Sementara itu, bioteknologi konvensional cenderung kurang presisi karena bergantung proses alamiah atau metode-metode yang kurang spesifik.

Perbedaan Kecepatan dan Efisiensi

Perbedaan bioteknologi konvensional dan modern juga dapat kita amati dari tingkat efisiensi dan efektivitasnya. Bioteknologi modern umumnya lebih cepat dan efisien dalam menghasilkan perubahan genetika yang diinginkan. Lain halnya dengan bioteknologi konvensional yang memakan waktu lebih lama. Hasilnya pun juga tak selalu dapat diandalkan karena kurang presisi.

Baca Juga  Proses Fotosintesis pada Tumbuhan Beserta Tempat Berlangsungnya

Perbedaan Dampak dan Keamanan

Bioteknologi modern seringkali menimbulkan pertanyaan etika dan keamanan yang lebih kompleks. Manipulasi genetika yang lebih maju dapat membuka pintu bagi tantangan terkait dengan modifikasi manusia dan penggunaan teknologi tersebut dengan tanggung jawab.

Setelah membaca tabel perbedaan bioteknologi konvensional dan modern di atas. Akan kurang lengkap kiranya kalau belum mempelajari materi secara tuntas. Maka dari itu, selanjutnya mari kita perdalam pemahaman dengan belajar apa itu bioteknologi modern dan konvensional.

Bioteknologi Konvensional

Jenis bioteknologi satu ini mencakup metode yang bersifat tradisional dan telah ada sejak jaman dahulu. Perbedaan bioteknologi konvensional dan modern paling jelas terletak pada metodenya. Bioteknologi konvensional berhubungan erat dengan mikroorganisme dalam dalam proses produksi. Sehingga prosesnya sama sekali tidak melibatkan rekayasa genetik sama sekali.

Peralatan yang sederhana disertai teknik fermentasi sering dipakai untuk pembuatan produk berskala kecil. Adapun produk hasil bioteknologi konvensional berupa tape, tempe, kecap manis, yoghurt, brem, dan lain sebagianya. Kita juga dapat menemukan implementasi bioteknologi kovensional pada sektor lain seperti farmasi, pertanian, hingga peternakan.

Ciri Ciri Bioteknologi Konvensional

Mencari perbedaan bioteknologi konvensional dan modern sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Selama kalian paham seperti apa karakteristik keduanya maka hal itu dapat menjadi bahan komparasi. Dari pengertian di atas bisa kita tarik kesimpulan bahwa ciri ciri bioteknologi konvensional adalah:

  1. Melibatkan organisme mikro untuk mengubah kandungan atau bentuk suatu zat.
  2. Menggunakan teknologi tradisional.
  3. Lebih hemat biaya.
  4. Menghasilkan nilai gizi pada produk makanan.

Contoh Bioteknologi Konvensional

Ada banyak produk olahan pangan yang sebenarnya dapat menjadi contoh bioteknologi konvensional. Mulai dari kecap, keju, tape, bahkan sampai roti sekalipun pastinya dihasilkan lewat teknik tradisional. Praktek agrikultur dan model bercocok tanam seperti hidroponik pun turut serta menjadi contoh konkret di bidang pertanian.

Bioteknologi Modern

Kita lanjutkan pembahasan mendalami perbedaan bioteknologi konvensional dan modern. Berdasar sejarah, bioteknologi modern mulai mengalami perkembangan pesat pasca perang dunia II. Kala itu fungsi dan struktur DNA telah ditemukan dan dapat direkayasa oleh para ilmuan.

Pengertian bioteknologi modern adalah jenis bioteknologi yang bersifat kontemporer. Prosesnya sudah melibatkan berbagai praktik komputerisasi dan rekayasa. Modernisasi tersebut diharapkan mampu membawa taraf hidup manusia menjadi lebih baik.

Ciri Ciri Bioteknologi Modern

Berdasar tabel perbedaan bioteknologi konvensional dan modern pada sesi sebelumnya, kita harusnya sudah bisa meyimpulkan ciri cirinya. Karkateristik utama pada bioteknologi modern sebenarnya terletak pada pemanfaatan alat yang seba canggih. Lebih spesifiknya, para pelaku usaha sudah mulai memakai komputasi untuk merekayasa hasil yang diharapkan.

Adapun ciri ciri bioteknologi modern terdiri dari:

  1. Membutuhkan biaya produksi yang tinggi.
  2. Mampu menciptakan organisme dengan sifat dan karakter yang baru.
  3. Mampu merekayasa genetik sampai ke tingkat DNA.
  4. Membutuhkan teknologi canggih.
  5. Meningkatkan kualitas produk menjadi lebih baik.

Setelah membaca secara keseluruhan saya harap tak ada lagi yang bertanya apa perbedaan bioteknologi konvensional dan modern. Sebab tabel serta penjelasan yang sudah terpapar pada sesi sebelumnya telah menjawab pertanyaan tersebut.

Contoh Bioteknologi Modern

Di era teknologi yang serba maju seperti sekarang penggunaan bioteknologi modern sangatlah mudah dijumpai. Di bidang medis misalnya telah ditemukan metode terapi gen yang melibatkan penggunaan teknologi. Proses tersebut dapat menganalisa serta menyembuhkan penyakit genetik yang diderita seseorang.

Di industri pertanian maupun peternakan pun juga memanfaatkan bioteknologi modern. Tujuannya tak lain untuk memperoleh sifat serta karakter yang diinginkan. Contohnya menciptakan kelengkeng dengan masa panen lebih cepat, buah lebih besar, dan lebih manis.

Itulah semua perbedaan bioteknologi konvensional dan modern yang dapat saya jelaskan. Kini, kalian tak hanya mengetahui apa saja poin-poin yang menjadi faktor pembeda antara keduanya. Tapi secara langsung kalian juga telah mendalami materi tentang apa itu bioteknologi modern maupun konvensional.