6 Faktor Pendorong Pertumbuhan Penduduk

Diposting pada

6 Faktor Pendorong Pertumbuhan Penduduk Selain mempelajari faktor pendorong pertumbuhan penduduk kita juga akan belajar menghitung angka pertumbuhan yang ada di masyarakat. Nah, Pertumbuhan penduduk sendiri adalah hal yang tidak bisa dicegah oleh siapapun. Semua negara di berbagai belahan bumi pasti mengalami proses tersebut. Setiap tahun dimanapun negaranya pastinya akan mengalami adanya pertumbuhan penduduk. Penduduk yang semakin bertambah ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

Apakah anda tahu apa saja faktor pendorong pertumbuhan penduduk itu? Secara umum pertumbuhan penduduk memang didorong oleh beberapa faktor. Selain itu melambatnya pertumbuhan penduduk juga ditunjang oleh beberapa faktor juga. Penduduk yang semakin bertambah akan menyebabkan beberapa dampak bagi suatu negara, baik dampak positif maupun dampak negatif

Faktor Pendorong Pertumbuhan Penduduk
Faktor Pendorong Pertumbuhan Penduduk

Pendudukan adalah sekelompok orang yang tinggal dan menetap di suatu wilayah (negara) tertentu dalam waktu yang cukup lama. Dalam ilmu sosiologi kita membagi penduduk menjadi dua yakni penduduk asli dan pendatang. Penduduk asli adalah orang yang dari lahir sudah menetap di wilayah tersebut, bisa juga dibilang sebagai penduduk asli pribumi. Sedangkan pendatang adalah orang yang datang dan memiliki syarat syarat disebut sebagai penduduk secara resmi.

Dalam prosesnya terdapat beberapa faktor pendorong pertumbuhan penduduk yang sangat berpengaruh pada populasi. Misalnya saja di indonesia, negara kita dinobatkan sebagai negara terpadat ketiga di dunia karena memiliki populasi dan pertumbuhan penduduk yang tinggi. Hal ini terjadi bukan tanpa sebab melainkan karena ada faktor faktor tersebut.

6 Faktor Pendorong Pertumbuhan Penduduk

Di sekolahan materi pertumbuhan penduduk masuk dalam mata pelajaran sosiologi. Dimana pada materi ini kita diajarkan tentang pengertian pertumbuhan penduduk, faktor pendorong pertumbuhan penduduk serta cara menghitung angka pertumbuhan itu sendiri. Namun mengingat padatnya materi ditambah minimnya waktu belajar sering membuat kita melupakannya.

Maka dari itu dalam artikel kali ini kita akan membahas topik yang ada pada materi faktor pendorong pertumbuhan penduduk. Nah kita akan memulai dari pengertian dan klasifikasi pertumbuhan terlebih dahulu. Selanjutnya barulah kita bahas faktornya satu persatu. Penasaran seperti apa pembahasannya? Silahakan simak di bawah ini.

Pengertian Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk adalah suatu perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu dan bisa dipantau melalui rumus hitung tertentu untuk mengukurnya. Subjek dari rumus hitung diatas menyangkut populasi yang tinggal di satu wilayah. Periode pengukuran pertumbuhan penduduk bisa dilakukan secara periodik misalnya saja setahun sekali. Dalam bahasa awam kita bisa menyebutnya sebagai sensus tahunan.

Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat populasi terpadat di dunia. Hal ini bisa diketahui dengan melakukan sensus setiap tahunnya. Melalui sensus inilah pemerintah bisa mengetahui angka kelahiran, kematian, imigrasi, dan lain sebagainya. Data sensus tersebut selanjutnya diolah yang akhirnya menghasilkan persentase kenaikan populasi pertahunnya.

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk

Secara garis besar pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor alami serta faktor nonalami. Kedua faktor utama tersebut pun masih bisa dibagi kembali menjadi kategori umum. Nah, apakah anda penasaran seperti apa faktor pendorong pertumbuhan penduduk di belahan dunia? Berikut di bawah ini merupakan penjelasan dari setiap faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk.

Kelahiran

Kelahiran atau fertilitas atau natalitas sendiri secara umum dibedakan menjadi 3 yaitu angka kelahiran khusus, angka kelahiran kasar, dan
angka kelahiran umum.
Berikut di bawah ini penjelasannya.

Angka kelahiran kasar
Angka kelahiran kasar atau Crude Birth Rate atau bisa disingkat CBR merupakan angka yang menunjukkan banyaknya kelahiran bayi yang terjadi per seribu penduduk. Angka kelahiran kasar dapat kita hitung menggunakan rumus berikut ini

CBR = L : P × 1.000

Keterangan :
CBR: Angka kelahiran kasar
L : Jumlah kelahiran selama 1 tahun
P : Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
1.000 : Angka Konstanta 

Kriteria angka kelahiran kasar dibedakan menjadi 3 kriteria yang menjadikan acuan tinggi rendahnya angka kelahiran kasar.

  1. Jika angka kelahiran kasar kurang dari 20, mengindikasikan bahwa angka kelahiran kasar termasuk kriteria rendah
  2. Jika angka kelahiran kasar menunjukan angka 20 – 30, termasuk kriteria sedang
  3. Dan jika angka kelahiran kasar menunjukan angka lebih dari 30, kita dapat menyimpulkan bahwa angka tersebut termasuk kriteria tinggi

Angka kelahiran khusus (Age Specific Birth Rate)
Angka kelahiran khusus Merupakan angka yang menunjukkan banyaknya tingkat kelahiran bayi yang terjadi setiap 1.000 penduduk wanita yang berada pada kelompok umur tertentu. Hal ini juga menjadi salah satu penentu utama faktor pendorong pertumbuhan penduduk di Indonesia. Kita dapat menghitung ASBR (Age Specific Birth Rate) dengan rumus sebagai berikut ini.

ASBR = Li : Pi × 1.000

Keterangan:
ASBR : Angka kelahiran khusus(Age Specific Birth Rate).
Li : Jumlah kelahiran bayi dari wanita yang berada pada kelompok umur tertentu
Pi : Jumlah penduduk wanita umur tertentu pada pertengahan tahun
1.000 : Angka Konstanta

Angka kelahiran umum
Faktor pendorong pertumbuhan penduduk seanjutnya ialah angka kelahiran umum. Angka kelahiran umum atau General Fertility Rate atau bisa disingkat GFR merupakan angka yang menunjukkan banyaknya kelahiran yang terjadi setiap 1.000 wanita yang berusia antara umur 15 – 49 tahun dalam jangka waktu satu tahun. Kita menghitung angka kelahiran umum dengan menggunakan rumus berikut ini.

GFR = L : W(15 – 49) × 1.000

Keterangan:
GFR(General Fertility Rate ) : Angka kelahiran umum
L :Jumlah kelahiran selama satu tahun
W(15 – 49) : Jumlah penduduk wanita usia antara 15 sampai dengan usia 49 tahun yang terdapat pada pertengahan tahun.
1.000 : Angka konstanta Konstanta

Berdasarkan pakar sosiologi ternyata kelahiran terjadi disebabkan beberapa faktor. Faktor pendorong pertumbuhan penduduk karena terjadinya kelahiran (Pronatalitas) antara lain :
  1. Anggapan orang dulu yang menganggap bahwa banyak anak banyak rezeki.
  2. Pernikahan di usia muda (di usia dini).
  3. Sifat alami manusia yang ingin melanjutkan keturunannya.
  4. Keinginan seseorang untuk memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu.
  5. Adanya penilaian tinggi terhadap anak, sehingga setiap keluarga ingin supaya memiliki anak.
  6. Serta rendahnya tingkat pendidikan.

Selain faktor pendorong terjadinya kelahiran ada juga faktor yang menghambat terjadinya kelahiran (antinatalitas) antara lain :

  1. Program pemerintah keluarga berencana (KB).
  2. Pembatasan batas usia minimum untuk melakukan pernikahan.
  3. Pembatasan tunjangan anak bagi pegawai negeri.
  4. Kemajuan dibidang iptek tentang obat-obatan.
  5. Penundaan usia pernikahan yang didasari dengan keadaan ekonomi atau pendidikan yang dirasa belum cukup,
  6. Adanya rasa malu jika memiliki anak dengan jumlah banyak.

Kematian (mortalitas)

Kematian merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah pertumbuhan penduduk. Kematian sendiri dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu angka kematian kasar, angka kematian khusus, serta angka kematian bayi.

Angka kematian kasar
Dalam faktor pendukung pertumbuhan penduduk dikenal istilah angka kematian kasar. Maksudnya adalah angka kematian yang menunjukan jumlah banyaknya kematian yang terjadi per seribu penduduk dalam jangka waktu satu tahun. Angka kematian kasar dapat kita hitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

Angka Kematian kasar (ASDR) = M : P × 1.000

Keterangan:
M = Jumlah angka kematian yang terjadi selama satu tahun
P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
1.000 =Angka konstanta

Angka kematian kasar (CDR) dapat digolongkan menjadi
tiga macam yaitu rendah jika angka kematian kasar menunjukan angka kurang dari sepuluh, sedang jika menunjukan angka antara 10-20, serta tinggi jika melebihi 20.

Angka kematian khusus (Age Specific Death Rate)
Faktor pendorong pertumbuhan penduduk ini merupakan angka yang menunjukkan banyaknya angka kematian per 1.000 penduduk yang terdapat pada golongan usia tertentu dalam jangka waktu satu tahun. Kita dapat menghitung angka kematian khusus menggunakn rumus sebagai berikut ini.

Angka kematian khusus = Mi : Pi × 1.000

Keterangan:
Mi = Jumlah angka kematian yang teradi pada kelompok usia tertentu
Pi = Jumlah penduduk yang terdapat pada kelompok tertentu
1.000 = Angka Konstanta

Angka kematian bayi
Angka kematian bayi atau Infant Mortality Rate atau IMR merupakan angka yang menunjukkan banyaknya jumlah kematian bayi per 1.000 kelahiran bayi hidup dalam jangka waktu satu tahun. Jika kita amati secara seksama, hal ini bisa menekan faktor pendukung pertumbuhan penduduk yang sedang terjadi. Kita dapat menghitung IMR menggunakan rumus sebagai berikut berikut ini.

IMR = Jumlah kematian bayi usia kurang dari1 tahun/ Jumlah kelahiran bayi hidup × 1.000. IMR dapat dikatakan rendah jika angka menunjukan kurang dari 35, dikatakan sedang jika angka menunjukan antara 35 hingga 75, tinggi jika angka antara 75 hingga 125, dan sangat tinggi jika angka yang ditunjukan melebihi 125.

Adapun juga faktor pendorong pertumbuhan penduduk dan yang menghambat terjadinya kematian atau mortalitas sebagi berikut.

  • Tingkat kesehatan masyarakat yang tergolong rendah
  • Tejadi bencana alam yang menyebabkan korban jiwa.
  • Sarana dan prasarana kesehatan yang tidak mencukupi.
  • Terjadinya perang
  • Gizi buruk.
Faktor yang penghambat terjadinya kematian (antimortalitas):
  • Pengetahuan di bidang kedokteran semakin maju sehingga berbagai
    penyakit dapat di sembuhkan.
  • Kondisi negara yang terbebas dari peperangan.
  • Meningkatnya jumlah tenaga medis.
  • Kesadaran masyarakat akan kesehatan dirinya sendiri.

Imigrasi

Migrasi yang merupakan bentuk perpindahan penduduk dari satu negara ke negara lain dengan lingkup internasional juga memberikan dampak bagi angka pertumbuhan masyarakat suatu negara. Bahkan, bisa dikatakan migrasi menjadi faktor pendorong pertumbuhan penduduk kedua setelah angka kelahiran seperti penjelasan diatas. Migrasi sendiri dapat dibagi menjadi dua jenis berdasarkan statusnya yakni Imigrasi dan Emigrasi.

Imigrasi adalah proses masuk dan menetapkan penduduk asing dari negara lain ke negara kita. Pelaku dari imigrasi ini disebut sebagai imigran dan biasanya sudah mengantongi ijin resmi untuk tinggal dan menetap di negara tujuannya.

Emigrasi

Faktor pendorong pertumbuhan penduduk selanjutnya ialah emigrasi. Jika imigrasi adalah proses masuknya orang dari luar negeri dengan tujuan menetap, maka emigrasi adalah sebaliknya. Yakni keluarnya penduduk dalam negara dengan tujuan untuk tinggal dan menetap di negara lain yang menjadi tujuannya. Banyak sekali kasus emigrasi yang terjadi lantaran pelakunya menginginkan taraf hidup yang lebih baik daripada di negara asalnya.

Misalnya saja di daerah aktif militer dimana selalu terdapat peperangan dan perebutan kekuasaan. Atapun pada daerah daerah yang memiliki tingkat kesejahteraan rendah seperti zimbabwe dan berbagai negara di afrika lainnya.

Migrasi nasional

Migrasi nasional adalah perpindahan penduduk dari wilayah satu ke wilayah lain dalam lingkup satu negara yang sama. Migrasi lokal ini pun juga menjadi faktor pendorong pertumbuhan penduduk karena dengan adanya hal ini persebaran penduduk dalam satu negara menjadi merata. Dengan demikian penduduk tersebut akan mengisi ruang ruang ataupun wilayah kosong dan membuatnya menjadi berpenghuni.

Lambat laun hal tersebut akan memicu orang berdatangan dan mendirikan peradaban baru disana. Inilah proses pertumbuhan penduduk yang benar benar dimulai dari Nol. Nah pada dasarnya proses migrasi lokal ini bisa dibagi menjadi beberapa bentuk, antara lain adalah:

Transmigrasi

Transmigrasi merupakan perpindahan penduduk dari suatu wilayah yang padat menuju ke wilayah yang masih longgar. Transimigrasi dibedakan menjadi:

  • Transmigrasi umum (transmigrasi yang dibiayai oleh pemerintah),
  • Transmigrasi spontan (atas dasar kesadaran dan kemauan penduduk itu sendiri)
  • Transmigrasi sektoral (transmigrasi yang dibiayai oleh pemerintah daerah asal dan daerah yang dituju)
  • Transmigrasi swakarsa (biaya transimigrasi ditanggung transmigran sendiri)
  • Transmigrasi khusus (transimigrasi yang terjadi karena adanya suatu proyek sperti waduk dll, contohnya bedol desa)

Urbanisasi

Faktor pendorong pertumbuhan penduduk juga ditunjang dari adanya urbanisasi. Urbanisasi adalah proses perpindahan penduduk dari daerah desa menuju daerah kota. Hal ini disebabkan karena keinginan masyarakat pedesaan yang ingin berkembang dan mencari pekerjaan di kota kota besar.

Cara Mengatasi Pertumbuhan Penduduk

Sebenarnya pertumbuhan penduduk bukanlah hal yang mengerikan yang harus dihindari. Kita ambil contoh cina yang merupakan negara dengan tingkat kepadatan penduduk nomor satu di dunia. Namun dengan predikatnya itu Cina mampu menjadi negara industri terbaik yang mampu mengekspor produknya ke pasar internasional.

Pelajaran yang bisa kita petik dari penjabaran diatas adalah tidak masalah faktor pendukung pertumbuhan penduduk terus mengalami kenaikan. Namun hal ini harus segera diikuti dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang ada. Agar nantinya masyarakat bisa berkompetisi dan bersaing di kancah internasional.

Sudah menjadi tugas pemerintah dan kita semua generasi muda untuk meningkatkan taraf hidup bangsa. Maka dari itu jangan pernah menyerah menggapai impian serta cita cita kita. Belajar yang rajin menjadi poin penting untuk bertahan dari dampak negatif faktor pendorong pertumbuhan penduduk tersebut.

Baca Juga  Mirisnya Penegakan Hukum di Negara Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.