Contoh Kalimat Persuasif Negosiasi, Iklan, dan Prosedur

Diposting pada

Contoh Kalimat Persuasif Negosiasi, Iklan, dan Prosedur – Kalimat Persuasif adalah jenis kalimat yang isinya mengajak orang lain untuk melaksanakan sesuatu hal yang kita inginkan. Maka dari itu kalimat tersebut banyak digunakan dalam bahasa brosur, promosi, slogan dan sebagainya. Selain itu kita juga dapat menjumpai contoh kalimat persuasi dalam negosiasi dan iklan. Ada yang menyebut bahwa kalimat persuasif memiliki kesamaan dengan kalimat perintah. Namun sebenarnya kedua jenis kalimat ini sangatlah berbeda.

Contoh Kalimat Persuasif Dalam Teks Negosiasi
Kalimat Persuasif Dalam Teks Negosiasi

Perbedaan antara keduanya terletak pada bagaimana pendekatan serta penyampaiannya. Kalimat persuasif cenderung disampaikan secara tak langsung dan bersifat mengajak lewat pendekatan halus. Tentu saja unsur tersebut sangat bertentangan dengan sebuah perintah yang notabenya bersifat memaksa. Kali ini saya akan membagikan beberapa contoh kalimat persuasif dalam teks negosiasi.

Dalam konteks kehidupan nyata, contoh kalimat persuasif tak hanya berbentuk teks bacaan saja. Kita juga bisa menemukannya menjelma dalam bantuk dialog maupun monolog. Misalnya saat mendengarkan iklan televisi, mendengarkan percakapan jual beli, dan lain sebagainya. Untuk menambah referensi dan meluruskan miskonsepsi maka saya ingin membahas materi tersebut lebih dalam.

Contoh Kalimat Persuasif Negosiasi, Iklan, dan Prosedur

Pernahkah kalian membaca iklan bernada mengajak pembaca? misalnya “butuh domain murah? server mumpuni? namecheap tempatnya”. Kalimat tersebut sebenarnya masuk kategori iklan karena sifatnya mempromosikan barang/jasa yakni domain dan VPS server. Nah, untuk meyakinkan calon pelanggan maka kalimat tersebut disusun menggunakan gaya bahasa persuasif. Apa itu kalimat persuasif? inilah pertanyaan yang sering diajukan oleh siswa. Pengertiannya tak lain adalah jenis kalimat yang di dalamnya berisi ajakan atau himbauan agar orang melakukan apa yang kita inginkan.

Secara garis besar materi satu ini bisa kita jumpai ketika menginjak bangku sekolah menengah. Cakupan pembahasan terkait definisi, kaidah kebahasaan, sturktur, serta contoh kalimat persuasif yang baik dan benar pun bisa kita baca di buku pedoman. Di lain sisi, guru pun pasti akan menyampaikan materi tersebut secara intensif karena poin-poin di atas sering muncul sebagai butir soal ujian yang menyulitkan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa yang gagal dan tak mampu menganalisa setiap unsur dalam kalimat ajakan tersebut.

Untuk menjawab segala keluhan di atas maka saya ingin membahas lebih dalam materi persuasi pada sebuah kalimat. Kalian akan mempelajari penggunaan gaya bahasa ajakan dengan berbagai tema mulai dari iklan, sebuah negosiasi, maupun suatu prosedur. Untuk lebih jelasnya silahkan simak artikel berikut sampai selesai.

Kaidah Kebahasan Kalimat Persuasif

Kalimat persuasif bertujuan untuk meminta, mengajak dan menghimbau seseorang agar melakukan keinginan sang penulis. Tidak heran jika kita sering menjumpai contoh kalimat persuasif dalam teks negosiasi, slogan, brosur, promosi dan sebagainya. Kalimat persuasif memiliki ciri ciri yang harus dipahami sebelum membuat contohnya. Berikut ciri ciri kalimat persuasif:

  1. Sifatnya mempengaruhi dan mengajak pendengar ataupun pembaca agar melakukan dan percaya terhadap sesuatu.
  2. Didalam kalimatnya terdapat kata kata ajakan seperti “mari”, imbuhan “-lah”, dan “ayo”.
  3. Terkadang diikuti dengan kalimat alasan untuk meyakinkan pendengar atau pembaca.
  4. Kalimatnya diakhiri dengan tanda seru (!).

Baca juga : Pengertian Kalimat Simpleks dan Kalimat Kompleks Beserta Contoh

Struktur Kalimat Persuasif

Dalam pembuatan contoh kalimat persuasif dalam teks negosiasi juga harus memperhatikan struktur teksnya. Di bawah ini terdapat struktur teks negosiasi beserta penjelasannya.

Orientasi
Orientasi adalah struktur yang letaknya di awal kalimat sebagai pembuka percakapan negosiasi. Kata kata yang digunakan dalam struktur ini bersifat basa basi, misalnya salam, sapaan, pertanyaan, dan lain lain.

Permintaan
Contoh kalimat persuasif memuat unsur permintaan di dalamnya. Permintaan ialah struktur teks negosiasi yang isinya pertanyaan tentang masalah atau barang yang ingin di musyawarahkan.

Pemenuhan
Pemenuhan ialah pihak yang bersangkutan akan memberitahukan permasalahan atau barang dengan lawan agar memperoleh interaksi yang paham. Struktur ini juga berisi jawaban permintaan dan pertanyaan yang sebelumnya telah diajukan.

Penawaran
Panawaran adalah unsur yang memuat terdapat proses tawar menawar antara kedua pihak agara memperoleh usulan yang menguntungkan. Struktur ini merupakan asal mula terjadinya kesepakatan. 

Persetujuan
Persetujuan menjadi hasil dari penawaran karena proses tawar menawar telah dikatakan berhasil. Pada tahap ini, kedua pihak mempunyai kesepakatan (jalan tengah) yang saling menguntungkan satu sama lain.

Pembelian
Pembelian ialah wujud transaksi dari kesepatan yang telah dibuat sebelumnya. Misalnya transaksi jual beli yakni penjual memberikan barang dagangannya dan pembeli membayarnya dengan uang.

Penutup
Penutup merupakan struktur terakhir dalam teks negosiasi yang ditandai dengan selesainya perundingan atau percakapan dua pihak. Struktur ini berisi percakapan basa basi tetapi mempunyai maksud. Misalnya “Terimakasih telah bekerja sama dengan kami”, “Senang bekerja sama dengan Anda”, dan lain lain.

Ada banyak sekali tema yang bisa diangkat dari sebuah kalimat persuasi. Mulai dari percakapan dua arah saat negosiasi sampai bentuk monolog seperti iklan atau prosedur.

Contoh Kalimat Persuasif Iklan

Iklan merupakan media yang dipakai untuk mempromosikan suatu barang atau jasa. Sebuah iklan bisa dikatakan baik dan memenuhi tugasnya jika menghasilkan konversi penjualan. Agar tujuan tersebut tercapai maka kalimat persuasif iklan disusun menggunakan bahasa yang singkat, menarik, dan mudah dipahami.

Saya rasa kalian tak akan menjumpai kesulitan berarti ketika menganalisa sebuah iklan. Pasalnya setiap kalimat di dalamnya memang mengandung sebuah ajakan. Nah, untuk meyakinkan pembaca maka penulis biasanya akan menambahkan prefix berupa pertanyaan terlebih dulu sebagai bentuk konfirmasi.

Contoh kalimat persuasif iklan biasanya akan berbentuk monolog atau percakapan satu arah saja. Kita bisa menjumpainya hampir setiap hari ketika menonton televisi, membaca koran, maupun mendengarkan percakapan. Tujuan persuasif iklan tak lain adalah untuk menarik minat pendengar untuk memakai atau membeli produk barang dan jasa yang diiklankan.

  1. Tunggu apalagi? segera dapatkan original soundtack Dilan 98.
  2. Bosan mengatasi bau mulut? minum listerine segera.
  3. Pilih pengacara terpercaya untuk menangani kasusmu! Segera konsultasi ke Free Justice Lawfirm.
  4. Kami menyediakan dedicated server dengan berbagai resource sesuai kebutuhan klien, segera daftar sebelum ketinggalan promonya.
  5. Upgrade bisnismu ke level selanjutnya dengan membuat website dan landing page di jasa kami.
  6. Lamaran kerja ditolak karena tidak bisa berbahasa asing? Segera mulai kursus bahasa inggris di bimbil English first.
  7. Domain TLD murah hanya tersedia di namecheap, bukan yang lain.
  8. Ayo tunggu apalagi, segera beli tiket di website Tiketpedia kami. Berangkat cepat dan tidak ketinggalan.

Contoh Kaliamat Persuasif Negosiasi

Negosiasi biasanya identik dengan proses penyusunan kesepakatan yang terjadi antara dua orang atau lebih. Kita bisa menjumpai negosiasi dengan mudah hampir setiap harinya. Misalnya kegiatan tawar menawar antara pembeli dengan penjual di pasar tradisional.

Setelah memahami ciri ciri kalimat persuasif dan struktur teks negosiasi diatas. Tiba saatnya untuk membuat contoh kalimatnya. Di bawah ini terdapat beberapa contoh kalimat persuasif dalam teks negosiasi:

  1. Dengan produk elektronik (setrika) kami, anda akan memperoleh keuntungan banyak. Jadi, anda dapat menyetrika pakaian apapun dengan setrika ini. Mulai dari jaket, jas, hingga kaos sekalipun. Marilah jangan ragu lagi untuk membeli alat ini karena hasilnya akan lebih maksimal.
  2. Mohon ibu pertimbangkan lagi lokasi rumah ini cukup strategis untuk hunian bersama keluarga. Anda hanya cukup membayarnya 2 juta per bulan. Rumah ini juga dapat dicicil dan jangan ragu untuk hasil yang akan anda peroleh.
  3. Bisa turun harga tetapi sedikit. Saya akan memberikan harga 400 ribu, itu sudah terbilang murah lho. Jika ibu masih meragukan silahkan bandingkan harga kami dengan kompetitor lainnya.
  4. Marilah kita tingkatkan produksi pemerahan susu sapi anda dengan cara memberikan sapi makanan yang bergizi baik.

Contoh Kalimat Persuasif Dalam Prosedur

Hampir setiap orang pasti pernah membaca prosedur baik itu berbentuk sederhana maupun kompleks. Tujuan dari jenis teks satu ini tak lain untuk menyampaikan langkah-langkah mengerjakan sesuatu. Ternyata, kita juga dapat menjumpai penggunaan kalimat persuasi di dalam prosedur. Letaknya pun terkesan acak karena bisa ada pada bagian intro, deskripsi, maupun langkah langkahnya.

Memang tak mudah menganalisa sebuah kalimat yang bersifat mengajak pada sebuah panduan. Tapi, pada sesi ini kita akan belajar menganalisa paragraf yang di dalamnya memuat contoh kalimat persuasi prosedur. Saya membuatnya menjadi paragraf agar kalimatnya tetap kohesif dan mudah dipahami.

Cara mematikan komputer cukup mudah yakni masuk ke menu start di pojok kiri bawah. Selanjutnya pilih icon shutdown lalu tap “OK” untuk memulai proses. Tapi, sebelum kalian melakukan hal tersebut pastikan terlebih dahulu semua program berjalan sudah tertutup dan tersimpan. Tentunya kalian tak mau seluruh progres yang sudah dibuat terhapus kan?

Dari bacaan tersebut kita bisa simpulkan bahwa kalimat ajakan digunakan pada bagian akhir sebagai konfirmasi. Penulis ingin meyakinkan sekaligus menghimbau agar user memeriksa terlebih dahulu semua program berjalan sebelum mematikan komputer.

Demikianlah contoh kalimat persuasif iklan, negosiasi, dan prosedur yang dapat saya bagikan. Gaya bahasa persuasi sendiri memang banyak dipakai dalam sebuah kalimat untuk mengajak orang lain melakukan hal yang kita inginkan. Dalam prakteknya, kita perlu memperhatikan beberapa aspek penting seperti pemilihan kata, penyampaian, dan lain sebagainya.

Baca Juga  Pengertian Kalimat Sumbang (Tidak Padu) Beserta Contoh Lengkap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.