Perbedaan Surat Resmi dan Tidak Resmi Bahasa Indonesia Beserta Contoh

Diposting pada

Perbedaan Surat Resmi dan Tidak Resmi Bahasa Indonesia Beserta ContohSurat merupakan sarana komunikasi tertulis yang berisi informasi dari satu orang ke orang lain. Dalam Bahasa Indonesia surat dapat dikategorikan menjadi dua yaitu surat resmi dan surat tidak resmi.

Perbedaan Surat Resmi dan Tidak Resmi Bahasa Indonesia Beserta Contoh
Perbedaan Surat Resmi dengan Surat Tidak Resmi

Kedua jenis surat ini digunakan sebagai alat bukti tertulis, gagasan, buah pemikiran, pemberitahuan, bukti historis, permintaan, pedoman kerja dan alat pengingat. Namun untuk kategori surat resmi dan tidak resmi Bahasa Indonesia sangatlah berbeda.

Letak perbedaan surat resmi dan tidak resmi Bahasa Indonesia berada pada struktur pembuatannya. Lantas apa saja perbedaan antara surat resmi dan tidak resmi itu? Kedua jenis surat Bahasa Indonesia ini pada umumnya memiliki karakteristik dan kegunaan masing masing. Maka dari  itu tidak semua jenis surat dapat digunakan untuk menggantikan satu sama lain.

Perbedaan Surat Resmi dan Tidak Resmi Bahasa Indonesia Beserta Contoh

Ketika kita dibangku sekolah pasti sudah diajarkan mengenai pembuatan surat, baik berupa surat resmi ataupun surat tidak resmi. Keduanya bahkan sering muncul sebagai soal asesmen ataupun ulangan harian. Contohnya pun bisa kita jumpai dalam konteks kehidupan sehari hari.

Ada beberapa hal yang menjadi perbedaan surat resmi dan surat tidak resmi Bahasa Indonesia. Apa itu surat resmi? Apa itu surat tidak resmi? Surat resmi ialah jenis surat yang biasanya digunakan dalam instanti atau lembaga tertentu.

Misalnya surat dinas, surat undangan, dan lain lain. Sedangkan surat tidak resmi ialah jenis surat yang biasanya digunakan untuk memberikan informasi pribadi kepada orang lain, baik teman, keluarga ataupun yang lainnya.

Nah pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang perbedaan surat resmi dan tidak resmi Bahasa Indonesia. Agar materi terserap secara sempurna maka akan saya pisahkan pembahasan menjadi dua poin utama. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Tabel Perbedaan Surat Resmi dan Tidak Resmi

Perbedaan surat resmi dan tidak resmi Bahasa Indonesia berada pada bagan atau struktur suratnya. Untuk surat tidak resmi tidak membutuhkan struktur atau bagan surat karena bersifat pribadi. Selain itu bahasa yang digunakanpun tidak harus baku. Sedangkan untuk surat resmi perlu memperhatikan hal hal di bawah ini :

Surat ResmiSurat Tidak Resmi
Menggunakan Kop surat jika berasal dari lembaga atau organisasi tertentu.
Tidak memerlukan Kop surat.
Memiliki Lampiran, Perihal dan Nomor surat.
Tidak menggunakan Lampiran, Perihal dan Nomor surat.
Salam pembuka dan penutup disampaikan secara formalSalam pembuka dan penutup bersifat opsinal dan boleh disampaikan secara non-formal.
Pemilihan kata dan tata bahasa bersifat formalPemilihan kata dan tata bahasa boleh disampaikan secara santai atau non-formal.
Mencantumkan stempel atau cap yang berasal dari lembaga resmi.Tidak perlu mencantumkan stempel atau cap.
Struktur penulisan surat bersifat baku.Struktur penulisan surat bersifat tidak baku (fleksibel).
Tabel perbedaan surat resmi dan tidak resmi

Baca juga : Cara Menemukan Pikiran Pokok Teks Bacaan Dengan Cepat

Sebenarnya untuk mengetahui apa perbedaan surat resmi dan tidak resmi cukup melihat strukturnya saja. Sebab dari struktur itu telah mencakup segala aspek serta poin-poin yang telah saya sebutkan pada tabel di atas.

Oleh karenanya, simaklah struktur surat resmi di bawah:

  1. Kop Surat: penulisannya menggunakan huruf kapital yang didalamnya terdapat nama lembaga atau instansinya, alamat lembaga/instansi dan logo dari lembaga/instansinya.
  2. Nomor Surat: yakni nomor urut dari surat yang dikeluarkan. 
  3. Lampiran: yaitu bagian surat resmi yang isinya lembaran lain yang digunakan untuk mendukung surat resmi tersebut.
  4. Perihal/Hal: yakni bagan surat resmi yang isinya inti surat ataupun garis besar surat.
  5. Tanggal Surat: berisi tanggal saat pembuatan surat dan letaknya di bagian pojok kanan atas sejajar nomor surat.
  6. Alamat yang dituju (hindari penggunaan kata “kepada”).
  7. Salam Pembuka: penulisannya di akhiri dengan tanda baca koma (,).
  8. Pembuka.
  9. Isi Surat.
  10. Penutup: berisi salam penutup, nama, jabatan, dan tanda tangan.

Untuk lebih memudahkan anda dalam memahami perbedaan surat resmi dan tidak resmi Bahasa Indonesia, saya juga akan menyajikan contoh suratnya.

Contoh Surat Resmi “Surat Undangan OSIS”

OSIS SMK Pertiwi Jaya Bandung
Jl. Jaya Bakti No.12 Bandung

Bandung, 12 Maret 2024

Nomor : 02/OSIS/III/18
Lamp.  : –
Hal       : Undangan Pekan Olahraga

Yth. Pengurus OSIS
SMK Pertiwi Jaya Bandung
Jl. Jaya Bakti No.12 Bandung

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan berakhirnya tahun ajaran 2024/2025, saya selaku ketua OSIS SMK Pertiwi Jaya memohon kehadiran para pengurus OSIS dalam mengikuti beragam perlombaan yang diselenggarakan pada:
Hari      : Kamis, 14 Maret 2024 – Senin, 19 Maret 2024
Waktu   : Pukul 08.30 WIB s/d selesai
Tempat : Lapangan SMK Pertiwi Jaya
Acara   : Pekan Olahraga
Dikarenakan acara tersebut penting, diharapkan agar seluruh pengurus dapat hadir tepat waktu.

Hormat Saya    
(tanda tangan)  
Veronika Lestari
Ketua OSIS     

Baca juga : Menyusun Paragraf Berdasarkan Gambar Beserta Langkahnya

Contoh Surat Tidak Resmi “Surat Pribadi”

Seperti yang kita ketahui perbedaan surat resmi dan tidak resmi Bahasa Indonesia terletak pada struktur atau bagan suratnya. Namun kita dapat menemukan contoh surat tidak resmi dalam bentuk surat pribadi. Surat pribadi merupakan alat komunikasi surat menyurat atau tertulis dengan orang lain dan bukan dari atasan yang berhubungan dengan lembaga tertentu. Berikut contoh suratnya:

Kalimantan, 10 Februari 2025

Dear, Sonia
Assalamualaikum. w.r. w.b.
            Hai Sonia, Bagaimana kabar kamu dan keluarga? Semoga disana baik baik saja ya. Disini aku dan keluarga alhamdulillah juga baik. Oya Sonia aku ingin bercerita sekaligus memberikan kabar baik untuk kamu. Aku mendapatkan beasiswa sekolah di Bandung. Jadi aku bisa berkunjung kerumah kamu. Rencananya aku akan pergi ke Bandung pada akhir semester ini. Nanti aku akan menginap dirumah nenekku yang disana. Setelah sampai disana aku akan mengabarimu dan berkunjung kerumahu. 

          Aku sangat senang sekali mendapat beasiswa ini. Hal yang paling menyenangkan ialah bersekolah di Bandung sekaligus bertemu denganmu, karena aku sangat merindukanmu. Sampai ketemu Sonia, aku tunggu balasan surat darimu. Wassalam

Sahabatmu    
Cika          

Demikianlah perbedaan surat resmi dan tidak resmi Bahasa Indonesia yang dapat saya jelaskan. Saya juga sudah menyertakan contoh suratnya agar anda lebih mudah memahaminya. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih telah berkunjung di blog ini.

Baca Juga  Contoh Simbiosis Mutualisme Dan Pengertian Simbiosis Mutualisme

1 komentar

Komentar ditutup.