Pengertian Mitigasi, Jenis, Tujuan dan Prinsipnya Lengkap

Diposting pada

Pengertian Mitigasi, Jenis, Tujuan dan Prinsipnya Lengkap – Indonesia menjadi negara yang strategis karena diapit oleh tiga lempeng utama dunia. Diantaranya adalah lempeng pasifik, eurasia, dan indo australia. Berkatnya, negara kita mendapat julukan sebagai ring of fire atau cincin api pasifik. Hal inilah yang menyebabkan sering terjadinya gempa bumi maupun erupsi gunung berapi di berbagai pulau. Bencana tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan baik materi bahkan menghilangkan nyawa. Oleh karenanya, pemerintah perlu menyusun sebuah sistem yang mampu mendeteksi, mencegah, dan menanggulangi bencana alam.

Mitigasi bencana merupakan salah satu materi dasar yang akan kalian jumpai dalam pembelajaran geografi di tingkat SMA. Meski penjelasan lengkapnya dapat kita baca sendiri dari buku pedoman ataupun LKS. Tapi faktanya masih banyak siswa yang mempertanyakan apa itu mitigasi bencana. Tak heran jika para siswa pun kesulitan menjawab soal yang berhubungan dengan materi tersebut ketika ujian berlangsung.

Pengertian Mitigasi, Jenis, Tujuan dan Prinsipnya Lengkap
Pelaksanaan Mitigasi Bencana

Sebelum membahas tentang pengertian, jenis-jenis mitigasi, tujuan mitigasi, dan prinsip mitigasi. Terlebih dulu kalian harus mengetahui beberapa klasifikasi bencana yang terjadi di tengah masyarakat. Bencana terdiri dari bencana alam, bencana sosial dan bencana non alam. Bencana alam ialah peristiwa yang disebabkan oleh kondisi iklim/cuaca (klimatologis), benda luar angkasa (ekstra terestrial) dan pergerakan lempeng bumi (faktor geologis). Kemudian untuk non alam ialah peristiwa yang disebabkan oleh gagal teknologi, gagal modernisasi, wabah penyakit, dan epidemi. Sedangkan bencana sosial ialah peristiwa yang disebabkan karena konflik terorisme, masyarakat dan sebagainya.

Pengertian Mitigasi, Jenis, Tujuan dan Prinsipnya Lengkap

Ketika duduk di bangku sekolah tentunya para siswa telah diajarkan mengenai penanggulangan bencana alam. Materi ini diajarkan dalam pelajaran Geografi dalam kelas 10. Secara umum penanganan bencana memang dapat dibagikan menjadi beberapa jenis seperti mitigasi (sebelum bencana), evakuasi (ketika terjadi bencana), searching and rescue (sesaat setelah bencana), serta pemulihan (pasca bencana).

Baca juga : Pendekatan Geografi (Spasial, Ekologi dan Regional) dan Contoh

Apakah mitigasi itu penting? jelas sangat penting mengingat di Indonesia sering terjadi bencana baik alam maupun non-alam. Ditambah kurang sadarnya masyarakat tentang bahaya serta bentuk pencegahan bencana membuat tindakan ini perlu dilaksanakan. Sebagai siswa sudah menjadi kewajiban kita untuk menghafalkan materi mitigasi sebagai bentuk penanggulangan. Dalam lingkup yang lebih besar kalian juga dapat mengaplikasikannya di tengah masyarakat sebagai bentuk literasi.

Materi mitigasi bencana sebenarnya sangat mudah untuk dipelajari karena tidak terlalu kompleks. Jika kalian sedang mendapat tugas dari guru untuk menghafal materi mitigas simakah bacaan di bawah sampai selesai. Karena dalam artikel kali ini saya akan menjelaskan beberapa jenis mitigas, tujuan, dan contoh mitigasi bencana.

Apa Itu Mitigasi Bencana

Mitigasi adalah sebuah tindakan atau usaha yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk meminimalisir resiko bencana. Usaha tersebut dilaksanakan melalui beberapa metode mulai dari penyadaran masyarakat, peningkatan kemampuan, dan pembangunan fisik untuk menanggulangi bencana. 

Mitigasi bencana memang merupakan sekelompok usaha untuk membuat risiko bencana dapat berkurang, baik melalui penyadaran, peningkatan kemampuan, dan pembangunan fisik tentang ancaman bencana. Bencana secara umum memang dapat dinamakan dengan rangkaian peristiwa yang mengganggu dan mengancam penghidupan serta kehidupan masyarakat. Nah pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang pengertian mitigasi bencana, jenis jenis mitigasi, tujuan mitigasi, dan prinsip mitigasi lengkap. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Mitigasi bencana alam pada umumnya terdiri dari adaptasi bencana alam, penanggulangan bencana dan mitigasi. Kemudian adapula pengertian mitigasi berdasarkan Pasal 1 ayat 6 PP No. 21 Tahun 2008 mengenai penyelenggaraan penanggulangan bencana. Yaitu rangkaian usaha melalui peningkatan kemampuan dan penyadaran atau pembangunan fisik untuk mengurangi risiko bencana yang dihadapi.

Pengertian mitigasi secara sederhana adalah usaha mengurangi risiko bencana agar dapat memperkecil kerugian dan jumlah korban. Hal ini dilakukan dengan mempersiapkan hal hal penting sebelum terjadinya bencana. 

Jenis-Jenis Mitigasi

Seperti yang kita ketahui bahwa bencana memiliki tingkatan berbeda-beda jika ditinjau dari proses dan dampaknya. Maka dari itu, jenis mitigasi bencana yang dipakai pun harus sesuai agar lebih efektif. Secara garis besar kalian bisa membaginya menjadi dua macam yaitu mitigasi non struktural dan mitigasi struktural.

Sebenarnya, materi yang menjelaskan dua jenis mitigasi beserta tujuannya bisa kita baca sendiri di buku geografi. Tapi kita pun tak bisa menampik fakta bahwa beberapa siswa memang memiliki masalah dalam belajar. Oleh karenanya, pada sesi ini saya ingin membahasnya satu persatu sebagai bahan referensi.

Mitigasi Struktural

Mitigasi struktural adalah usaha untuk membuat bencana dapat diminimalisir dengan menggunakan teknologi dan pembangunan berbagai prasarana fisik. Contoh mitigasi satu ini telah diaplikasikan di indonesia dalam berbagai bidang.

Contohnya banjir yang dicegah dengan pembuatan waduk, aktvitas pembuatan alat untuk mendeteksi kegiatan gunung berapi, melakukan prediksi gelombang tsunami dengan membuat early warning system, dan pembuatan bangunan tahan gempa.

Mitigasi Non Struktural

Jenis jenis mitigasi selanjutnya yaitu mitigasi non struktural. Pengertian mitigasi struktural adalah usaha untuk membuat dampak bencana menjadi lebih berkurang menggunakan peraturan dan kebijakan tertentu. Misalnya usaha non struktural bidang kebijakan yang tercantum dalam Undang Undang Penanggulangan Bencana (UU PB).

Baca juga : Peta Benua Asia Lengkap Dengan Batas Wilayah dan Negara Negaranya

Jika bencana sudah terjadi dan memang tak dapat dicegah maka mitigasi non struktural mampu meminimalisir dampaknya. Contohnya pasca banjir atau letusan gunung maka banyak warga yang akan mengungsi. Nah, disini pemerintah harus memberikan bantuan secepatnya agar masyarakat bisa bertahan selam krisis tersebut.

Tujuan Mitigasi

Pada umumnya, orang awam hanya mengetahui manfaat mitigasi yakni untuk mengurangi resiko bencana. Padahal jika dijabarkan tujuan mitigasi bencana tidak hanya terbatas pada pengurangan kemungkinan saja. Tapi ada pula tujuan lain dilaksanakannya kegiatan satu ini.

Jika kalian sedang mendapat tugas untuk menjelaskan apa saja tujuan mitigasi bencana, maka simaklah beberapa poin berikut:

  1. Membuat risiko korban jiwa dapat diminimalisir.
  2. Membuat kerugian ekonomi dapat diminimalisir.
  3. Membuat kerusakan sumber daya alam dapat diminimalisir.
  4. Sebagai pedoman pemerintah di masa depan yang dibuat dalam perencanaan pembangunan.
  5. Membuat kesadaran masyarakat atau public awareness lebih meningkat mengenai dampak dan risiko bencana.
  6. Memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat.

Prinsip Mitigasi

Pada dasarnya setiap sistem harus dilaksanakan berdasarkan asas dan prinsip yang jelas. Tujuannya tak lain sebagai bahan evaluasi agar pencegahan yang dilakukan dapat berkembang menjadi lebih baik.

Setelah menjelaskan tentang pengertian, jenis jenis mitigasi, dan tujuannya di atas. Selanjutnya saya akan membagikan beberapa prinsip mitigasi yaitu meliputi:

  1. Terjadinya bencana ini dapat menjadi pelajaran untuk bencana selanjutnya yang akan terjadi.
  2. Berbagai pihak harus saling bekerjasama.
  3. Pelaksanaannya harus aktif.
  4. Kelompok rentan harus didahulukan agar korban yang berjatuhan tidak banyak.
  5. Melakukan evaluasi dan pemantauan untuk menciptakan keefektifan hasil.

Biasanya mitigasi ini memang digunakan untuk meminimalisir dampak bencana. Nah contoh bencana ini dapat dibagi menjadi beberapa kategori seperti kebakaran lahan dan hutan, banjir, angin kencang, kekeringan, tsunami, gempa bumi, gelombang pasang, tanah longsor, gas beracun, wabah penyakit, letusan gunung berapi dan kegagalan teknologi. Demikianlah penjelasan mengenai pengertian mitigasi bencana, jenis jenis mitigasi, tujuan mitigasi, dan prinsip mitigasi lengkap. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.

Baca Juga  Penyebab Kenapa Indonesia Disebut Negara Maritim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *